Cemas Serangan Rudal Balistik, Jerman Resmi Bentuk Satgas Operasi Sistem Rudal Hanud Arrow 3

Meski baru akan mencapai kesiapan operasional pada tahun 2027-2028, namun, ada kabar penting dari Negeri Bavaria, persisnya pada 3 Desember 2025, telah diresmikan pembentukan satuan tugas (satgas) operasi sistem rudal pertahanan udara (hanud) Arrow 3 di Berlin, yang akan menjadi perisai udara Jerman dalam menangkal potensi ancaman rudal balistik.

Baca juga: Tidak Cukup dengan Patriot, Hadapi Serangan Rudal Balistik Jerman Akuisisi Rudal Arrow 3

Seperti dikutip Euronews, disebut Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) sudah beralih dari fase perencanaan ke fase implementasi dan komando aktif. Jerman telah secara resmi “menghidupkan” unit yang akan mengoperasikan sistem tersebut, namun perangkat keras tempur utamanya masih dalam tahap produksi di Israel dan baru akan tuntas pengirimannya pada periode 2027/2028.

Ini berarti bahwa Angkatan Bersenjata Jerman telah secara resmi membentuk struktur komando, unit personel, dan pusat data awal yang akan mengontrol sistem tersebut. Artinya Jerman kini memiliki organisasi, pelatihan awal, dan infrastruktur awal untuk Arrow 3. Mereka siap untuk menerima dan mengintegrasikan perangkat keras fisik.

Peresmian ini adalah sinyal kepada pihak industri, yakni Israel Aerospace Industries (IAI) untuk memulai produksi besar-besaran untuk tiga unit tersebut. Pada akhir tahun 2025, belum ada rudal, peluncur, atau radar Arrow 3 yang dipasang dan siap tempur di Jerman. Proses manufaktur dan pembangunan infrastruktur baru saja dimulai secara resmi.

Jerman membeli tiga baterai sistem Arrow 3, yang mana setiap baterai adalah satu kesatuan operasional yang terdiri dari Radar Pengawasan Jarak Jauh, Pusat Komando dan Kontrol Tempur, Peluncur Rudal dan Persediaan Rudal Pencegat Arrow 3 Ketiga baterai ini akan membentuk tulang punggung European Sky Shield Initiative (ESSI) yang dipimpin Jerman.

Peresmian ini disorot sebagai “Langkah Maju Historis” bagi Bundeswehr untuk mengembalikan kemampuan pertahanan rudal balistik pasca-Perang Dingin, yang menekankan bahwa persetujuan ini mengunci pendanaan sebesar €4 miliar dari Dana Khusus Angkatan Bersenjata (Sondervermögen) dan menjamin dimulainya fase produksi di Israel.

Media Jerman menyoroti pernyataan dari Kementerian Pertahanan Jerman yang menegaskan bahwa shield Arrow 3 ini akan memberikan “proteksi 360 derajat” untuk wilayah udara Jerman dari ancaman rudal jarak jauh, sekaligus memenuhi komitmen Jerman terhadap inisiatif European Sky Shield Initiative (ESSI).

Motivasi utama Jerman membeli Arrow 3 adalah untuk mengisi celah pertahanan penting di tengah meningkatnya ketegangan di Eropa Timur. Arrow 3 akan menjadi lapisan tertinggi (high-tier) dari inisiatif European Sky Shield Initiative (ESSI) yang dipimpin Jerman.

Sistem Arrow 3 akan melindungi Jerman dari ancaman rudal balistik yang datang dari jarak jauh. Meskipun sistem ini berpusat di Jerman, namun Arrow 3 dirancang untuk memberikan perlindungan payung pertahanan udara yang bisa diperluas ke negara-negara tetangga yang berpartisipasi dalam ESSI.

Sistem Arrow 3 dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI) dan Badan Pertahanan Rudal Israel (IMDO). Ini adalah sistem intersepsi rudal canggih yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh di luar atmosfer bumi (exo-atmospheric).

Arrow 3 adalah rudal anti balistik hipersonik eksoatmosfir yang dikembangkan dan diproduksi oleh Israel dan Boeing Amerika Serikat. Arrow 3 digadang mampu memberikan intersepsi ekso-atmosfer dari rudal balistik (selama bagian penerbangan luar angkasa dari lintasannya), termasuk rudal balistik antarbenua yang membawa hulu ledak nuklir, kimia, biologi atau konvensional.

Dengan kemampuan mengalihkan motor, rudal hanud jarak jauh yang dioperasikan Israel sejak 2017 ini dapat beralih arah secara dramatis, memungkinkannya berputar untuk menarget satelit yang mendekat. Rudal Arrow 3 disebut-sebut memiliki jangkauan penerbangan yang dilaporkan hingga 2.400 km. Menurut ketua Badan Antariksa Israel, Arrow 3 dapat berfungsi sebagai senjata anti satelit, yang menjadikan Israel sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu menembak jatuh satelit. (Gilang Perdana)

Sudah Punya Patriot dan Arrow 3, Jerman Masih Merasa Kurang, Ingin Borong Sistem Rudal Hanud Arrow 4 dari Israel