Spesifikasi Bikin Penasaran, KSOT Bakal Meriahkan Defile Alutsista HUT TNI Ke-80

Parade dan defile HUT TNI ke-80 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, sepertinya akan diramaikan dengan beberapa alutsista baru, dari foto-foto yang beredar di media sosial, selain rudal anti kapal Atmaca dari Turki, defile alutsista akan menampilkan wahana tempur bawah air yang disebut Kapal Selam Autonomous (KSOT).
Baca juga: Mirip Torpedo Poseidon Rusia, Cina Tampilkan Sosok Drone Bawah Laut (UUV) Berukuran Besar
Foto-foto di media sosial memperlihatkan KSOT berupa kapal selam mini, tampil dengan warna hitam. Yang menarikl, terdapat identitas PT PAL dan nomer 008.
Lantaran ada identitas PT PAL, maka KSOT yang dibawa menggunakan truk trailer Korps Marinir TNI AL, mengingatkan pada kontrak kerja sama pengembangan KSOT yang ditandatangani antara PT PAL Indonesia dan Diehl Defence dari Jerman saat Indo Defence 2022.


Merujuk pada siaran pers PT PAL di tahun 2022, KSOT direncanakan memiliki panjang 25 meter, kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV) ini nantinya akan memiliki kecepatan sebesar 12 knot dan dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI), yang dapat dimonitor dari jarak jauh untuk mengirimkan informasi ke pusat komando.
Kapal selam autonomous bisa dibangun dalam kurun waktu yang terbilang singkat, yakni kurang lebih selama 12 bulan dan siap menjalankan fungsi asasi tempur. Dan KSOT sendiri memiliki periode operasi yang sangat panjang, dimana hal ini tidak dapat dilakukan oleh kapal selam dengan awak. Konsep strategi yang diusung KSOT hampir mirip dengan Kapal Serang Ringan (KSR),” ujar CEO PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.
Ia menambahkan, proyek kapal selam autonomous ini merupakan mandat dari Kementerian Pertahanan kepada PAL. “Kita diharapkan bisa menghasilkan suatu produk kapal selam yang memiliki efek gempur yang tinggi sekaligus dikendalikan tanpa awak.” Sejauh ini belum diketahui, apakah KSOT yang ditampilkan di Lapangan Monas merupakan wahana asli atau mockup. (Gilang Perdana)
PT PAL Indonesia dan Diehl Defence Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak dengan Artificial Intelligence



Kalau Scorpene sudah dateng mantep ditandem, jadi kasel induk dengan kasel drone patroli bareng
UUV ini bisa dibuat cuman dalam waktu 1 bulan oleh PAL kalo PAL mau, dan dengan jangkauan yg ditingkatkan hingga 1500-3000 km, diisi hulu ledak lebih dari 1 ton maka Indonesia bisa melumpuhkan seluruh armada kapal perang China seperti Ukraina melumpuhkan seluruh armada laut hitam Rusia.
Ingat, lawan utama Indonesia itu China yg mengincar Natuna, bukan Vanuatu atau Nauru yg mau tenggelam. Lagian sekarang kedua negara tersebut mendukung Indonesia lagi. Hhhhhhhhh
Kapal Selam Autonomous (KSOT) saran sebaiknya direframe atau diganti akronimnya menjadi KSA saja supaya enak diucapinnya 😁 @Periskop: Setuju, apalagi kita memiliki 4 choke point yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Apabila 60 unit digaskeun dan disebar ke 4 titik sempit nan strategis itu maka masing-masing diperkuat 15 unit KSA/KSOT 👍
diam² tanpa kabar bergerak bikin gempar, bikin 60 unit gasss, sebar di berbagai pelabuhan & pangkalan