Parade dan defile HUT TNI ke-80 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, sepertinya akan diramaikan dengan beberapa alutsista baru, dari foto-foto yang beredar di media sosial, selain rudal anti kapal Atmaca dari Turki, defile alutsista akan menampilkan wahana tempur bawah air yang disebut Kapal Selam Autonomous (KSOT). (more…)
Setelah kontrak pengadaannya ditandatangani pada pameran pertahanan Indo Defence 2022, belum ada ada kabar lanjutan terkait rudal balistik jarak dekat hipersonik “Khan” yang dipesan Kementerian Pertahanan RI. Sekalpun ada hanya kabar kunjungan delegasi perwira TNI AD yang menyaksikan live firing Khan di Turki pada bulan Juli 2024. (more…)
Pameran pertahanan Indo Defence 2022 yang berlangsung awal November lalu, mencatatkan momen tersendiri dalam jagad sistem senjata artileri pertahanan udara (arhanud). Pasalnya lewat kesepakatan bersama Kementerian Pertahanan RI, dua vendor besar alutsista global berhasil ‘diikat’ untuk mengembangkan solusi arhanud yang dirancang khusus untuk kebutuhan Indonesia. Kedua vendor yang dimaksud adalah Roketsan dari Turki dan Excalibur Army dari Ceko. (more…)
Misi buru ranjau laut tak hanya berlaku pada masa perang, operasi buru ranjau sejatinya terus dijalankan sepanjang adanya potensi sisa ranjau yang bertebaran dan bisa membahayakan keselamatan pelayaran. Terkait hal tersebut, wahana pendeteksi ranjau menjadi perangkat yang multlak diperlukan. (more…)
Pengembangan sistem anti kapal selam (AKS) alias anti submarine warfare menjadi kebutuhan bagi TNI AL. Dalam dunia AKS dikenal apa yang dinamakan decoy anti torpedo, atau pengecoh torpedo, baik digunakan di kapal permukaan atau kapal selam. Selain Aselsan dari Turki yang memasok jammer dan decoy untuk kapal selam TNI AL, rupanya internal TNI AL juga mengembangkan decoy anti torpedo secara mandiri. (more…)
Teknologi RCWS (Remote Control Weapon Station) bukan lagi sesuatu yang asing, pasalnya RCWS telah hadir di rantis dan ranpur di ketiga matra TNI. Merek dan jenis RCWS yang digunakan juga beragam, namun, tak banyak yang merupakan produksi lokal dan benar-benar diadopsi oleh kesatuan TNI. Salah satu yang mengklaim sebagai merek dan produksi lokal adalah RCWS Respati buatan PT. Respati Solusi Rekatama. (more…)
Meski belum tentu bakal diproduksi, PT Pindad rupanya punya ambisi untuk meluncurkan produk drone kamikaze. Seperti di Indo Defence 2022, PT Pindad bersama manufaktur drone asal Bandung, PT Bentara Tabang Nusantara, memperlihatkan prototipe drone kamikaze berdesain fixed wing (sayap tetap), yang nampaknya belum diberi nama. (more…)
Ikut ditampilkan pada display outdoor di Indo Defence 2022, kendaraan serbu hybrid untuk Komando Pasukan Katak (Kopaska) ini seolah luput dari perhatian. Inilah CSV – Combat Swimmer Vehicle produksi PT Robomarine Indonesia (RMI), perusahaan asal Bandung yang sebelumnya dikenal menciptakan “Hiu Merah”, robot ROV (Remotely Operated Vehicle) laut dalam pesanan Litbang Kementerian Pertahanan. (more…)
Untuk ukuran rantis lapis baja 4×4, tidak ada yang terlalu menarik dari KLTV, kecuali diketahui bahwa rantis (kendaraan taktis) yang dipamerkan saat Indo Defence 2022 ini, ternyata didatangkan dari Korea Selatan. Persisnya, Kia Light Tactical Vehicle (KLTV) didatangkan Kia Motors sebagai salah satu rantis yang ditawarkan untuk kebutuhan TNI, dan dari corak loreng yang melekat, rantis asal Negeri Ginseng ini lumayan menarik perhatian para prajurit TNI AD. (more…)
Walau butuh waktu panjang untuk mencapai tahap produksi, namun, bukan berarti kreator alutsista di dalam negeri menjadi lemah dalam berinovasi. Seperti di pameran pertahanan Indo Defence 2022, PT Pindad dan manufaktur drone asal Bandung, PT Bentara Tabang Nusantara, secara perdana memperkenalkan drone Hybrid VTOL (Vertical Take-off Landing) Ruppell yang digadang dapat meluncurkan mortir. (more…)