Rusia Luncurkan “Vice Admiral Burilichev” – Kapal Riset Oseanografi dengan Peran Spy Ship, Kemunculannya Bikin AS dan NATO Cemas

Vice Admiral Burilichev

Keberadaan kapal penelitian oseanografi umumnya tak memberikan rasa khawatir di suatu kawasan. Namun, lain halnya dengan kapal oseanografi Rusia, setiap kemunculannya kerap membuat cemas AS dan negara-negara NATO, pasalnya dengan kemampuan sensor dan operasi bawah laut, maka kapal oseanografi dapat mengemban peran sebagai spy ship untuk memata-matai aktivitas bawah laut.

Baca juga: Spy Ship Rusia “Yantar Class” Keluar dari Sarang – NATO Wajib Pantau Kabel Bawah Lau

Merujuk dari channel Telegram Korabel pada 1 Juli 2025. disebut Rusia telah meluncurkan kapal penelitian oseanografi Vice Admiral Burilichev di Galangan Kapal Vyborg, sebuah fasilitas yang beroperasi di bawah United Shipbuilding Corporation (USC).

Meskipun secara resmi digambarkan sebagai kapal penelitian oseanografi yang dirancang untuk misi ilmiah dan penyelamatan bawah air, namun kapal tersebut telah menarik perhatian di kalangan pertahanan Barat, yakni sebagai platform pengumpulan intelijen potensial karena afiliasinya dengan Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam (GUGI) di bawah Kementerian Pertahanan Rusia.

GUGI adalah organisasi militer khusus yang diyakini melakukan pengintaian bawah air dan operasi dasar laut. Upacara peluncuran kemungkinan berlangsung pada akhir Juni 2025, tanpa liputan media atau publisitas resmi, yang telah berkontribusi pada spekulasi berkelanjutan tentang profil misi yang dimaksudkan kapal tersebut.

Vishnya Class – Kapal Mata-mata Rusia yang Nekad Dekati Basis P-8 Poseidon Inggris

Vice Admiral Burilichev adalah bagian dari Project 22011, kapal ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan laut dalam untuk rujuan ilmiah.

Dengan nomor pabrik 236 dan mulai dibangun pada 6 Februari 2021, Vice Admiral Burilichev memiliki panjang 108,1 meter dan lebar 17,2 meter, dengan bobot mati penuh 5.230 ton. Kapal ini dilengkapi dengan pendorong azimuth dan haluan untuk memastikan posisi yang tepat selama operasi dasar laut.

‘Rus’ (Project 16810)

Sistem propulsi kapal oseanografi ini terdiri dari pembangkit listrik diesel-listrik yang dirancang untuk pelayaran jarak jauh. Menunjang operasi, kapal ini dilengkapi dengan helipad dan fasilitas pendukung untuk menangani kapal selam laut dalam. Vice Admiral Burilichev diharapkan dapat menampung kendaraan bawah air otonom berawak ‘Rus’ (Project 16810) submarine rescue vehicle dan Consul deep submergence vehicle (Project 16811), yang masing-masing mampu menyelam hingga kedalaman 6.000 dan 6.270 meter, dan dilengkapi dengan sistem video.

Kendaraan ini ditujukan untuk survei dasar laut, intervensi teknis, dan pengambilan objek hingga 200 kilogram. Kapal ini juga diharapkan dapat membawa kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV/Remotly Opeated Vehicle) dan sistem sonar untuk pemetaan hidrografi dan geologi.

‘Consul’ deep submergence vehicle (Project 16811)

Vice-Admiral Burilichev kabarnya akan memperkuat Armada Baltik, menempatkannya di dekat beberapa jaringan kabel bawah laut penting NATO, tempat kemampuan pengumpulan intelijennya, termasuk sensor laut dalam dan kapal selam, dapat digunakan untuk memetakan, memantau, dan berpotensi merusak (sabotase) infrastruktur komunikasi bawah laut.

Project 22011 merupakan kelanjutan dari Project 22010, keduanya dikembangkan oleh Almaz Central Marine Design Bureau di Saint Petersburg untuk GUGI. Kapal pertama Project 22010, Yantar, mulai dibangun di Galangan Kapal Yantar di Kaliningrad pada tahun 2010, diluncurkan pada bulan Desember 2012, dan diserahkan kepada Angkatan Laut Rusia pada bulan Mei 2015.

[the_ad id=”77299″]

Kapal kedua, Almaz, mulai dibangun pada tahun 2016 dan diluncurkan pada tahun 2019, tetapi pembangunannya dihentikan pada tahun 2020.

Project 22011 mempertahankan konsep operasional yang sama dengan pendahulunya, dengan perubahan desain bertahap yang perbedaan teknis spesifiknya masih dirahasiakan. Keterlambatan pembangunan Almaz dan Vice Admiral Burilichev dikaitkan dengan penurunan prioritas negara terhadap program GUGI setelah wafatnya Vice Admiral Burilichev pada tahun 2020 dan dimulainya perang di Ukraina.

Begini Cara Kapal Selam Rusia Lakukan Sabotase Pada Jaringan Kabel Bawah Laut

Namun, analis pertahanan NATO dan Barat secara umum menilai kapal-kapal ini sebagai bagian dari armada khusus untuk pengawasan bawah laut, pemetaan kabel, dan peperangan dasar laut. Desainnya, yang menampilkan hanggar besar yang dipasang di samping, kapal selam penyelam dalam, ROV dan susunan sonar yang ditarik (towed sonar), menunjukkan aplikasi potensial di luar misi ilmiah.

Kapal-kapal ini sering terlihat di sekitar infrastruktur bawah laut NATO, di mana kehadiran mereka telah menimbulkan kekhawatiran tentang pengumpulan intelijen, potensi gangguan kabel, dan pemetaan jaringan komunikasi militer, meskipun tidak ada insiden yang dapat diverifikasi yang dilaporkan.

[the_ad id=”77299″]

Yantar, kapal pertama Project 22010, telah menjadi subjek pengamatan berkelanjutan oleh dinas intelijen asing karena aktivitas pasca-pengoperasiannya. Kapal ini telah berpartisipasi dalam beberapa operasi besar, termasuk pencarian kapal selam Argentina ARA San Juan S-42 yang hilang pada tahun 2017, pemulihan pesawat militer Rusia yang hilang di lepas pantai Suriah pada tahun 2016, dan beberapa misi di dekat kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara. (Gilang Perdana)

ARA San Juan S-42: Nahas di Atlantik Selatan, Inilah Kapal Selam Diesel Listrik Tercepat

2 Comments