Mengenal Miniature Detonating Cord, “Penyelamat” Pilot Sebelum Melontarkan Diri

MDC di Hawk 109 TNI AU (Foto: Instagram Skadron Udara 12)

Belum lama ini ada pertanyaan menarik dari netizen di akun Twitter @_TNIAU, yakni tentang apa fungsi dari garis berkelok-kelok di kaca atas kaca kanopi pesawat tempur. Seperti telah dijelaskan oleh ‘Airmin,’ yang dimaksud sebagai garis berkelok-kelok di atas kanopi adalah MDC (Miniature Detonating Cord), persisnya MDC berupa alur kabel yang dapat meledak, yang diaktifkan saat pilot dalam keadaan darurat untuk meninggalkan pesawat, atau dalam prosedur melakukan ejection seat.

Baca juga: Martin Baker – Sang Penyambung Nyawa Pilot Pesawat Tempur

Rangkaian kabel MDC dirancang menyebar ‘rata’ di area atas ejection seat. Dalam kondisi darurat, setelah pilot memutuskan untuk melontarkan diri dengan kursi, maka tahapan dimulai dengan aktifnya MDC, dengan ledakan yang ditimbulkan maka kaca kanopi akan menjadi serpihan kecil, dan tidak membahayakan saat pilot keluar dengan kursi lontar.

Karena proses ejection seat berlangsung hanya sepersekian detik, maka MDC pun meledak dengan sangat cepat untuk meretakan kaca kanopi. Detonating cord atau kabel detonasi berupa tabung plastik tipis dan fleksibel, umumnya kabel tersebut diisi dengan bahan pentaerythritol tetranitrate (PETN, pentrite). PETN mampu membuat efek ledakan dengan kecepatan 6.400 – 8.000 meter per detik. Sudah barang tentu pengaturan waktu ledakan telah dihitung secara cermat oleh engineer, terutama dengan microprocessor controlled pada kursi lontar.

MDC di Hawk 109
MDC terlihat di atas kaca kanopi KT-1B Wong Bee. (Foto: Istimewa)

Tidak di Semua Pesawat Tempur
Adopsi MDC tidak serta merta ada di semua pesawat tempur, umumnya model penerapan MDC ada di pesawat tempur dengan kanopi buka-tutup samping (manual), maka dari itu garis kabel MDC nampak jelas terdapat pada jet tempur Hawk 109/209, pesawat latih KT-1B Wong Bee dan pesawat COIN (Counter Insurgency) EMB-143 Super Tucano. Yang kebetulan, kesemuanya mengandalkan jenis kursi lontar buatan Inggris, Martin Baker MK10.

Pilot tim aerobatik Thunderbirds dengan F-16-nya setelah kehilangan kendali atas pesawatnya.

Baca juga: Kaca Kanopi F-16 Berwarna Kuning Transparan? Ini Dia Sebabnya

Namun untuk beberapa jet tempur dengan kanopi buka-tutup otomatis, seperti pada F-16 Fighting Falcon dan F-5 E/F Tiger kaca kanopinya terlihat ‘mulus,’ ya kaca pada kanopi pada kedua jet tempur tersebut tidak dihancurkan oleh MDC, melainkan tutup kanopi dilontarkan oleh roket ke udara sesaat sebelum ejection berlangsung. Ketebalan kaca kanopi mungkin juga menjadi pertimbangan, seperti ketebalan kaca kanopi F-16 yang mencapai 12 mm, sementara Hawk series sekitar 10 mm. (Gilang Perdana)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *