Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Steyr SK-105 Kürassier – ‘Kembaran’ Tank Ringan AMX-13, Sempat Diuji Coba di Indonesia

Uji coba Steyr SK-105 di Kebumen, Agustus 1983 (foto repro Priyono Bitles Combat)

Pernah populer pada zamannya, ranpur jenis tank ringan buatan Austria ini kerap disebut sebagai ‘kembaran’ dari AMX-13 yang kondang sebagai produksi Perancis. Punya desain turret (kubah) osilasi, tak sedikit orang yang mengira SK-105 Kürassier produksi Steyr Daimler Puch AG, Austria, adalah AMX-13. Dan tahukah Anda, bahwa tank ringan dari Austria ini pernah menjajal beratnya medan di Indonesia pada awal dekade 80-an.

Baca juga: Steyr Puch Haflinger 700AP – Rantis Pendukung Operasi Lintas Udara TNI Era 60-an

Ya, sekitaran tahun 1983, Steyr Daimler Puch pernah mengirim satu unit demonstrator SK-105 ke Indonesia. Seperti diketahui, TNI AD saat itu mengoperasikan ratusan unit tank ringan AMX-13 hasil pengadaan dekade 60-an, di antaranya adalah varian dengan meriam 75 mm, 90 mm, dan 105 mm. Seiring usia pakai, AMX-13 mulai dianggap kurang mampu menghadapi ancaman lapis baja modern, dan banyak mengalami masalah teknis dan logistik.

Untuk itu, TNI AD membuka opsi untuk mengganti atau melengkapi AMX-13 dengan tank ringan baru, dan salah satu kandidatnya adalah SK-105 Kürassier. Melihat potensi akusisi oleh Indonesia, kemudian Satu unit SK-105 dibawa ke Indonesia untuk diuji coba oleh Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD.

Uji coba ini meliputi kemampuan mobilitas, penembakan, dan adaptasi dengan medan tropis. Meski hasilnya tergolong baik, beberapa faktor menyebabkan Indonesia tidak melanjutkan pembelian, seperti harga dan biaya logistik, keterbatasan anggaran militer saat itu dan masih tersedianya stok AMX-13 dan potensi upgrade dan retrofit.

Meski sama-sama mengusung turret dengan desain osilasi, SK-105 adalah generasi yang lebih baru, dengan mesin lebih kuat, armor lebih baik, dan mobilitas tinggi. Meskipun menggunakan turret mirip, SK-105 membawa meriam kaliber 105 mm yang lebih kuat secara standar, bukan hasil upgrade.

Turret (Kubah) Osilasi
Hal unik dan menjadi ciri pada AMX-13 dan SK-105 adalah penggunaan kubah osilasi (oscillating turret) tipe FL (FL-10, FL-11, dan FL12) buatan Fives Babcock Cail. Desain Kubah osilasi sebenarnya amat sederhana, dimana ada dua bagian utama yang bekerja. Bagian pertama yaitu struktur pendukung, menempel ke cincin kubah sebagai pendukung dua trunnion yang menjepit laras meriam. Trunnion ini bisa dinaik-turunkan, didongakkan dan ditundukkan, sementara posisi dudukan meriamnya sendiri relatif tetap.

AMX-13 Retrofit TNI AD: Tetap Andalkan Meriam dengan Kubah Osilasi

Sementara bagian kedua yaitu turret diatasnya menaungi meriam, sistem pengisi otomatis, perangkat pengendali tembakan, radio, dan kursi untuk awak pengisi dan komandan. Keunggulan turret osilasi ini adalah desain yang sederhana, sehingga memudahkan sistem pengisi otomatis yang ditanamkan di bagian belakang AMX-13/SK-105. Dengan kubah osilasi, posisi dari pengisi munisi otomatis selalu sejajar dengan lubang peluru (breech) pada meriam AMX-13.

Kelemahannya sudah jelas, sudut dongak dan tunduk laras meriam menjadi sangat terbatas. Keunggulan lain sistem osilasi membuat laras meriam tidak membutuhkan bukaan di depan kubah/ mantlet seperti pada desain konvensional sehingga meminimalkan kemungkinan penetrasi munisi lawan pada bagian yang lemah tersebut.

AMX-13 105 mm setelah mendapatkan retrofit. (Foto: Instagram Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta)

Sistem pengisi otomatis pada turret ini ditempatkan pada bagian belakang kubah (bustle), yang terdiri dari dua silinder yang masing-masing mampu menampung enam butir peluru. Tiap silinder diletakkan di sisi jalur gerak breech ke arah belakang. Saat meriam menyalak dan bergerak ke belakang, silinder magasen ini berputar, yang kemudian melepaskan sebutir peluru yang kemudian meluncur ke pelat pengisi yang membawanya sejajar dengan kamar peluru, lalu didorong kedalam.

Saat ditembakkan, selongsong amunisi dilontarkan melalui lubang bulat di belakang bustle. Dengan 12 amunisi terisi, AMX-13 dan SK-105 dapat menembak secara terus-menerus, menjadi tank pendobrak yang memiliki daya gempur luar biasa. Sayangnya, begitu amunisi di revolver munisi habis, AMX-13 harus ditarik mundur karena pengisian pelurunya harus dilakukan secara manual.

Steyr SK-105 Kürassier
Tank ringan ini dikembangkan pada era Perang Dingin oleh perusahaan Steyr-Daimler-Puch AG. Tank ini dirancang sebagai solusi efisien dan mobile untuk menghadapi ancaman lapis baja di Eropa Tengah, terutama oleh negara-negara netral atau berkekuatan militer terbatas. Diproduksi pada awal 1970-an sampai 1980-an, sekitar 700 unit SK-105 telah diproduksi.

Pengembangan dimulai akhir 1960-an oleh Steyr untuk mengisi kebutuhan tempur negara-negara dengan medan pegunungan atau keterbatasan infrastruktur berat, yang menyimpulkan dibutuhkan tank yang kompak, ringan, namun tetap punya daya tembak mematikan.

Turret (kubah) osilasi SK-105 diambil langsung dari desain AMX-13 buatan Perancis, yang terkenal dengan kubah “fléchette”-style yang dapat terangkat secara vertikal mengikuti laras meriam. Austria memperoleh lisensi atau kerja sama teknologi dari Perancis untuk menggunakan desain turret AMX-13. Karena itu, banyak yang menyebut SK-105 sebagai “AMX-13 versi Austria”, tapi dengan sasis dan sistem internal buatan sendiri.

Dari spesifikasi, SK-105 punya panjang 5,58 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,5 meter. Dapur pacunya ditenagai mesin diesel 6-silinder Steyr, 320 hp, yang menghasilkan kecepatan maksimum 70 km per jam di jalan raya dan jarak tempuh 500 km. SK-105 punya berat tempur sekitar 17,7 ton, sebagai perbandingan berat tempur AMX-13 adalah 14,5 ton. Baik SK-105 dan AMX-13 sama-sama diawaki 3 kru (komandan, pengemudi, penembak).

Selain digunakan oleh Austria, SK-105 lumayan sukses untuk pasar ekspor, tercatat ranpur ini pernah digunakan oleh Argentina (pengguna terbesar luar negeri), Bolivia, Brasil, Maroko, Tunisia, Botswana dan Yordania. (Gilang Perdana)

Ada Dua Varian Tank AMX-13 dengan Kaliber Meriam Berbeda, Begini Cara Membedakannya