Aselsan ALP‑300G – Radar Hanud 3D (Early Warning dan Tracking) Jarak Jauh dengan Teknologi AESA

Aselsan, perusahaan pertahanan dan teknologi elektronik dari Turki, dikabarkan akan memamerkan beberapa produk alutsista dalam pameran Indo Defence 2024 yang akan dihelat di JIExpo Kemayoran, Jakarta (11-14 Juni 2025). Salah satu yang akan dipamerkan adalah sistem radar pertahanan udara (hanud) mobile dengan fungsi early warning dan tracking berbagai jenis ancaman udara. Radar yang dimaksud adalah Aselsan ALP-300G.
Persisnya, ALP‑300G adalah sistem radar peringatan dini (long-range early warning radar) jenis AESA (Active Electronically Scanned Array) yang bekerja di S‑Band dan dirancang untuk deteksi tujuan udara dari jarak jauh dan kemampuan multifungsi yang tinggi.
Adopsi AESA dengan digital beamforming, memungkinkan ALP-300G melakukan pengintaian multi-beam secara simultan. ALP-300G memiliki kemampuan multi-target tracking tingkat tinggi dan mampu mendeteksi serta melacak lebih dari 2.000 target udara secara simultan. ALP-300G mampu memproses data setara 81 DVD per detik, serta menangani sekitar 500 saluran digital simultan
Dalam skenario serangan terkoordinasi (swarm drone, rudal jelajah massal), maka radar ini tidak mudah kewalahan dan mampu membedakan ancaman prioritas dari target sekunder, serta memberi situs komando pertahanan udara waktu lebih baik untuk membuat keputusan intersepsi.

Dalam situasi konflik, ALP-300G memberikan data lintas udara real-time ke pusat komando dan sistem hanud aktif (misalnya rudal Siper atau HISAR) dan bisa diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan udara nasional atau aliansi seperti NATO.
Bicara ketahanan, radar ini dilengkapi lebih dari 4.000 transmit‑receive module (TRM), sehingga masih berjalan jika salah satu modul mati. Radar ini dikembangkan dengan lebih dari 435.000 baris kode dan dilindungi oleh hampir 20 paten.

Aselsan ALP-300G punya jangkauan lebih dari 600 km dan disebut sebagai radar buatan Turki yang paling panjang jangkauannya dan diklaim mampu mendeteksi berbagai jenis ancaman udara, mulai dari pesawat berawak, rudal jelajah dan balistik dan target low‑RCS (termasuk jet tempur stealth).
ALP-300G adalah radar 3D AESA yang mengukur azimuth (arah horizontal), elevasi (ketinggian), dan jarak secara simultan. Radar 3D sangat penting untuk hanud karena dapat membedakan ketinggian target — ini krusial untuk rudal balistik dan manuvering aerial threats.

Sumber resmi dari Aselsan atau otoritas Turki belum menyebut angka pasti altitude coverage, namun radar dengan jangkauan horizontal >600 km seperti ALP-300G biasanya memiliki cakupan ketinggian 100–120 km (untuk mendeteksi rudal balistik pada fase terminal atau mid-course).
Radar ALP-300G dipasang pada truk militer dengan konfigurasi 8×8 untuk keperluan mobilitas dan deployment cepat. Truk yang digunakan adalah truk militer buatan Turki dari BMC atau Mercedes-Benz Turki, meskipun Aselsan belum merinci model pastinya secara publik.
[the_ad id=”77299″]
Namun dari foto-foto yang beredar, nampak platform yang digunakan adalah truk off-road 8×8 dengan kabin lapis baja, memiliki stabilizer hidraulik, sistem penstabil radar ketika digunakan, dan waktu pemasangan operasional: ±30 menit setelah tiba di lokasi.
Turki memesan lebih dari 30 unit untuk memperkuat pertahanan udaranya. ALP-300G pertama secara resmi diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Turki pada 20 Mei 2024. Upacara serah terima dilakukan di fasilitas Aselsan di Akyurt, Ankara, dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler. Radar ini kini sudah dalam operasional oleh Angkatan Bersenjata Turki (TSK) sebagai bagian dari sistem hanud strategis nasional. (Gilang Perdana)
Pecahkan Rekor, Aselsan (Turki) Raih Kontrak Ekspor Lebih dari US$1 Miliar di Tahun 2024



belajar membuat radar?… lah bukannya kita sudah bisa bikin radar 3D GCI berdaya jangkau 450 km buatan pt len. memang belum kelas AESA radar, masih PESA. sedangkan dg thales kita sudah nyampai kerja sama produk malah utk pengadaan 25 radar GCI terbaru.
kalau dg turki ini mestinya harus udah pada tahap kerja sama produk…. tapi belinya pasti minimal 10 buah….. hueheheheh
wooow…. ini cocok buat TNI…..untuk melengkapi radar GCI buatan thales. radar buatan thales rata2 kan masih berjarak 450 km. mahal pula. udah gitu sangat berisiko disusupi produk produk buatan israel. padahal politik kita kan mendukung palestina merdeka.
buatan turki saya yakin juga bagus…..udah gitu lebih murah pastinya, serta sehati karena sesama mayoritas penduduknya muslim. berdasar pengalaman kerjasama dan berdagang dg turki….mereka gak pelit.
Bisa ngak ? Tni melalui pt.len mengirim teknisinya untuk belajar buat radar di turki ?
Ini di frekuensi apa ya?
Cocok nih buat di Indonesia bagian timur karena area cover yg luas.