Menerawang Plus Minus Sukhoi Su-35 Super Flanker Untuk TNI AU
Ibarat jelang Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014 lalu, maka kontestan Sukhoi Su-35 Super Flanker bisa disebut sebagai calon paling kuat untuk memenangkan kompetisi. Tak ada yang menyangkal bahwa Su-35 adalah pesawat tempur tercanggih Rusia dengan label keunggulan multirole air superiority fighter dari generasi 4++. Lepas dari seabreg kecanggihannya, sejak awal Super Flanker ini mampu mencuri ‘hati’ publik di Indonesia.
Harus diakui, pandangan masyarakat begitu dominan menginginkan jet tempur ini sebagai pengganti F-5 E/F Tiger II TNI AU yang segera pensiun. Keinginan menggebu publik di Tanah Air setara dengan kerinduan datangnya kapal selam Kilo Class yang urung dibeli Indonesia. Dukungan pada Su-35 di ‘akar rumput’ justru mengemuka ke soal non teknis, seperti kerinduan akan kejayaan militer Indonesia saat mesra di era Uni Soviet, hingga ke soal embargo. Rusia disebut-sebut paling rendah kerawanan dalam hal embargo, bukan lantaran Rusia anti embargo, namun lebih pada kepentingan politik/ekonomi Rusia yang tak terlampau besar di Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan kepentingan AS dan Eropa Barat di Indonesia.
Baca juga: Nasib Kilo Class Tak Menentu, Kapal Selam Negeri Ginseng Siap Meluncur
Baca juga: [Polling] F-15SG RSAF: Lawan Tanding Terberat Sukhoi Su-27/30 TNI AU
Sementara TNI AU sebagai user, juga menyiratkan keinginannya untuk bisa mendapatkan pesawat tempur ini, sebagai pertimbangan mulai dari urusan daya deteren, sampai transformasi teknologi, tentu tak begitu sulit karena pilot dan teknis TNI AU sudah punya pengalaman dalam mengoperasikan Su-27SK/Su-30MK yang ada di Skadron Udara 11. Senjata yang telah dibeli untuk melengkapi Su-27/Su-30 pun dapat langsung dipasang di Su-35. Beberapa rudal canggih yang telah dimiliki TNI AU seperti rudal udara ke udara R-73, R-77 dan R-27. Sementara rudal udara ke permukaan, TNI AU sudah punya Kh-29TE dan Kh-31P.
Baca juga: [Open Sale] Air Force Shirt Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker- Keep Them Flying The Sky Demon
Lepas dari soal non teknis diatas, Su-35 yang oleh NATO diberi label Flanker E memang fenomenal. Su-35 yang terbang perdana pada 19 Februari 2008, sejatinya adalah derivatif heavy upgrade dari Su-27 Flanker, single seat fighter yang juga telah dimiliki TNI AU. Meski bukan identitas resmi, versi yang ditawarkan ke Indonesia ada yang menyebut sebagai Su-35BM. Keunggulan thrust vectoring yang memungkinkan manuver cobra pughachev dapat dilakukan dengan mudah, dan memberi keunggulan tersendiri saat dog fight.

Kemunculan Su-35 Super Flanker pertama di muka publik internasional yakni pada Paris Air Show di Le Bourget tahun 2013. Di Paris Air Show, Su-35 unjuk kemampuan dengan melakukan manuver yang mencengangkan dan menurut banyak pengamat sulit ditandingi jet tempur keluaran Eropa Barat, konon yang mampu menandingi hanya F-22 Raptor yang sama-sama ditenagai mesin dengan nosel pengarah daya dorong mesin (thrust vectoring engine).
Baca juga: GSh-30-1 30mm, Kanon Sukhoi TNI AU – Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi
Meski secara desain bak pinak dibelah dua dengan Su-27, namun secara struktur Su-35 berbeda dengan Su-27, terlebih untuk jeroan elektronik yang dibenamkan. Bicara tentang airframe, struktur Su-35 diperkuat agar memiliki usia pakai lebih lama ketimbang Su-27, serta perkuatan airframe dimaksudkan agar pesawat mampu menahan gaya akibat manuver ekstrim. Meski avionik dan sensornya baru, tapi radarnya masih mengadopsi Irbis-E PESA (passive electronically scanned array), tapi jangkauannya terbilang jauh dan secara teknologi masih lebih baik dari mechanically scanned radar, atau radar konvensional. Radar Irbis-E di Su-35 dapat mendeteksi 30 sasaran di udara secara simultan, dan mampu melakukan serangan ke delapan target secara bersamaan. Jangkauan radar ini disebut-sebut mampu mengendus sasaran hingga jarak 400 Km.

Dan sebagai produk teknologi, Su-35 pun tak lepas dari plus minus, dan berikut plus minus Sukhoi Su-35 dari perspektif Indonesia.
Plus
– Su-35 sampai saat ini baru dimiliki Rusia, itu pun masih terbatas karena tergolong pesawat baru. Faktor ini ditambah masih misteriusnya kapabilitas Super Flanker yang masih dirahasiakan.
– Karena masih banyak yang berbau rahasia, sontak Su-35 punya daya deteren paling tinggi dibanding Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, dan JAS 39 Gripen NG.
– Daya angkut senjata (tonase dan jumlah) tergolong tinggi dengan 12 hard point.
– Mesin punya usia pakai yang lebih panjang ketimbang Flanker sebelumnya.
– Paling rendah kerawanan terhadap adanya embargo.
– Bisa memanfaatkan/membawa bekal senjata Flanker generasi sebelumnya.
– Mampu beroperasi dari landasan pendek berkat mesin yang dilengkapi TVC (thrust vectoring control), bahkan konfigurasi rodanya menjadikan Su-35 dapat dioperasikan dari landasan yang agak kasar.
– Pihak user (TNI AU) sudah menyatakan pilihannya pada Su-35.
Minus
– Hanya tersedia dalam varian kursi tunggal, alhasil proses latih tempura atau konversi hanya bisa dilakukan di simulator. Atau bisa juga mengandalkan Su-30MK2 Flanker yang juga telah dimiliki TNI AU.
– Biaya operasional per jam terbilang paling tinggi, ada yang menyebut Sukhoi sebagai ‘ATM terbang.’ Mengutip informasi dari defence.pk, biaya operasional per jam (cost of flying per hours) Su-27/Su-30 mencapai US$7.000, sementara untuk Su-35 biaya operasi per jam bisa mencapai US$14.000. Sebagai perbandingan biaya operasional per jam F-16 hanya US$3.600.
– Belum ada kejelasan untuk detail skema ToT (Transfer of Technology) yang ditawarkan kepada pihak PT Dirgantara Indonesia. (Ram)








TNI AU kalo mau memiliki alutsista maju caranya : 1. Sukhoi Su 35BM yg selalu delay di batalkan saja pembeliannya secara halus agar pihak rusia tidak tersinggung, 2. indonesia lebih baik membeli 32 buah saab gripen NG lengkap dengan TOT full buat replace tiger dan memajukan proyek ifx yg di impikan rakyat indonesia. 3. dan peringatan buat rakyat indonesia yg fans sama rusia : produk rusia terbaru belum sepenuhnya teruji di medan perang. 4. membeli 16 buah pesawat mirage 2000 ex prancis yg sangat lincah dan kuat buat lengkapi squardon di natuna. ini tips terbaik buat TNI AU yg menginginkan alutsista terbaik dan praktis biaya jam operasionalnya. trims. jangan takut dan trauma sampai dendam sama embargo AS dan sekutunya. indonesia cermat dan kuat
mungkin sebagian besar penduduk indonesia banyak yang pro russia hal ini karena mereka benci dengan amerika dan barat serta israel. yah karena barat dan amerika adalah krist3n dan israel adalah yahudi. sedangkan russia merupakn musuh bebuyutan barat dan amerika. so banyak yang pro russia. tapi para penduduk indonesia yang tercinta mungkin banyak yang tidak kalian ketahui tentang russia. russia sama dengan barat , russia adalah negara besar dengan mayoritas penduduknya beragama kristen yaitu kristen ortodok. bahkan agama lristen telah mempengaruhi kehidupan dan budaya orang russia selama berabad abad. sekitar 70an persen penduduk russia beragama krisken ortodoks. kepercayaan penduduk russia terbesar kedua setelah kristen adalah tak beragama dan sisanya beragama lainnya. presiden russia VLADIMIR PUTIN juga beragama kristen ortodoks. so aduh gimana …
Ga pengaruh ama agama, entah itu kristen, yahudi, islam, atau ga punya agama pun, klo produk nya bagus ambil aja meskipun yg bikin ga punya agama.. !! Terima kasih
2 skuadron until Su-35!!
itulah org yg trlalu “TAHU” mrasa diriny benar, klo gt knapa gx jd Capres mas, ajarin sana anggota DPR tu, calonin sana kita dukung klo emeng ente bner2 “TAHU”, asalkn RI jd Negara Brwibawa, Brdaulatn n Makmur it aj ckup bagi saya…!!
dSni kn cm mmbahas aj, bkan adu argumen saling menjatuhkn n dkaitkn dg politik,klo memang kalian merasa benar dlm artian teori n praktek ywd sana Menghadap Panglima n MenHan blg ad yg salah dlm modernisasi alutista, jgn dForum kyk gni aj mrasa benar, merasa tahu, merasa besar, lgsg protes sana dg pemerintah, kita kn dukung klo kamu bisa di dengar m pemerintah, qt ni cm rakyat biasa yg tw pemerintah ingin brkembang, ntah benar atw tidak tp stidakny qt mndukung pemerintah dNegara qt sndiri, wlw gx 100% mndukung kyk masalah koruptor itu, kembali pd ingin masing2 pihak tuk saling toleransi ssama warga negara RI.
ojo nesu
Ada yang tahu, untuk 10 – 20 tahun ke depan Indonesia akan melakukan pengadaan pesawat khususnya dengan Russia berapa jumlah? Plus jenis dari masing-masing pengadaan.
Hi Mas Anin,
Mungkin kalau proyeksi atau harapan mau membeli jenis apa sudah ada di Rencana Strategis TNI AU, jumlah ideal pun mestinya sudah masuk juga dalam planning. Tapi kalau untuk bicara pasti, rasanya sulit untuk dibedah, secara pengadaan sista terkait isu budget, politik, dan arah kebijakan pemerintah yang berkuasa saat itu.
ngejunk dulu. akhirnya dpt no 77 angka kebwruntungan atuh!
akhirnya 77 diamanken!!!
sayang saya tdk dpt komentar no 75. maklum angka favorit
apache memang mau ditambah jd 40-48 unit alias 3 skuadron dgn penempatan di natuna, berau & bitung menggantikan mi-35 yg rencanaya dipensiunkan 2025. mi-17 jg akan pensiun pd tahun yg sama jg & tdk ada peluang penambahan duet heli tsb krn tni ad sdh bersabda “no more ruskies”.
f-35 djrancang memang utk pertempuran bvr dgn doktrin first shpt firat kill. makanya yg dibutuhkan adlh kemampuan bvraam melebihi lawan yg akan dihadapi dlm hl ini patokannya adalah rusia. makanya pengembangan f-35 jg didukung oleh pengbangan aim-120d amraam & meteor yg punya spek jauh diataa bvraam rusia tercanggih yaitu r77m1. f77m1 memang memiliki daya jangkau 190-200 km tp daya jangkau efektif cuma 130km. diatas 130 km performa rudal baik kecepatan & manuvee turun akibat berkurangnya daya dorong
tp berbeda dgn aim-120d yg meskipun jangkauannx 180 km tp sdh mengadopsi desain dual stage shg daya jangkau efektif tetap konstan hingga 180 km tanpa berkurangnx performa. sedangkan meteor lbh dahsyat lagi krn memiliki daya jangkau 300 km & perfprma rudal tetap konatan krn sdh mengadopsi ramjet
meskipun su-35 punya radar dgn daya jangkau lbh besar ttp dgn keunggulan rudal bvraam peluang f-35 dgn aim-120d menjatuhkan su-35 pd jarak 150-180km lebih besar drpd peluang su-35 dgn r77m1 menjatuhkan f-35.
dgn rudal r77m1 su-35 baru pinya peluang menjatuhkan f-35 pd jarak dibawah 100-120 km
Makanya kalo soal persenjataan yang ada di Su-35 ini keliatan sama saja, alias masih yang cuma bisa ngerontokin pesawat yang kelasnya ada di bawah dia. Sejak awal pun saya juga masih ragu dengan barang ini karena :
1. Pesawat dengan flight cost yang bikin cekak kantong negara
2. Persenjataan (lebih ke misil) pun masih dioperasikan saat kita harus mendekati pesawat, sedang yang lainnya sudah memakai misil BVR sekelas AMRAAM, Meteor, dan lainnya
Makanya kalo soal persenjataan yang ada di Su-35 ini keliatan sama saja, alias masih yang cuma bisa ngerontokin pesawat yang kelasnya ada di bawah dia. Sejak awal pun saya juga masih ragu dengan barang ini karena :
1. Pesawat dengan flight cost yang bikin cekak kantong negara
2. Persenjataan (lebih ke misil) pun masih dioperasikan saat kita harus mendekati pesawat, sedang yang lainnya sudah memakai misil BVR sekelas AMRAAM, Meteor, dan lainnya yang notabene bisa ditembakkan dari segala arah tanpa harus mendekati pesawat musuh
Malahan F16, Typhoon, Rafale, dan Gripen bisa dipasangi BVR.
Soal kebutuhan akan Multirole, saya sependapat dengan yang menyebut Su-35 terlalu boros untuk tugas Multirole. Kalo untuk Air Superiority sih boleh diambil. Tapi perlu diingat kita butuh yang bisa dipakai untuk tugas Multirole (dan tentunya intersep). Dan dalam kasus ini, F16, Typhoon, Rafale, maupun Gripen lah yang sekiranya bisa menjadi opsi.
Satu lagi, sekarang jamannya kita pake radar AESA, gak lagi PESA.
Salah gan. Jangan ditakuti, tapi kita Indonesia harus dihormati. Klo takut jelas negara2 tetangga kita sampai kapan pun juga ngga takut sama kita sama kayak kita bilang kita ngga takut sama AS. Klo ditakuti implikasinya buruk ke bangsa kita, tapi klo dihormati justru implikasinya baik. Radar Ibris-E bagus utk hadepin pesawat2 generasi 4 ke bawah saja, tp lawan generasi-5 spt F-22 dan F-35 sulit. Radar Ibris-E ngga bs mendeteksi F-35 dr depan krn Radar Cross Section (RCS) dia 0,001 M2. Ibris-E hanya mampu deteksi RCS 0,01 M2 di jarak 90 KM. Hanya kalau F-35 lagi membelakangi Su-35 saja bs kedeteksi krn pantat F-35 itu RCS nya 0,01 M2. Tp radiasi radar Ibris-E bs dgn mudah bs ditangkap oleh pendengar emisi elektronik AN/ASQ-239 punya F-35 dan jika Su-35 sempat nembak rudal BVR, F-35 bs mendeteksi rudal itu dgn AN/AAQ-37 DAS alias sensor infrared yg disebar diseluruh badan F-35. Gan, klo dananya ada pasti alutsista impian TNI sudah kebeli, masalahnya dananya masih seadanya.
Udah langsung bungkus aja niy SU 35 nya….. sekalian genapin 2 skuadron lgsg jd bisa ditempatin di Madiun utk ngehalau Australia and ditempatin juga di Tanjung Pinang buat ngehalau Singapura… dua negara union Inggris rencananya mau ngusung F35 A dan B jd kalo mereka macem2 ama kita lgsg sikat abis toh radar Irbis bisa deteksi keberadaan musuh dri jarak 400 km, nah utk pesawat pendukungnya kita masih punya SU 27, SU 30 MK2, F 16 blok 52ID sbenernya itu dah mumpuni tp klo mau lebih mumpuni lagi bungkus juga tuh Eurofighter dan Rafale masing2 1 skuadron, jdi klo mau modernisasi alutsista jgn tanggung2 toh dana kita mampu koq asal jgn di bisnisin sendiri aja….. di natuna yg katanya mau ditempatin 8 Apache 64E kyknya kurang greget deh kasih tambahan jet tempur yg mematikan kyk Eurofighter atau rafale atau di mix aja sama SU 35 jd bisa tekuk tuh malingsia yg coba2 mau perang ama kita, oh yaa klo bisa jg tiap2 skuadron kasih aja rudal SAM yg midle jd sembari menyerang kita jg bertahan…… sorry masbro mgkin analisa versi gw siy gini kyknya…. mudah2an Indonesia segera realisasikan alutsista yg udah direncanakan and ga meleset lagi cz negara jiran udah ketar ketir aja ama negara kite dgn pembaruan alutsista darat, laut dan udara yg akan kita punya……..semoga indonesia makin ditakutin se ASIA lah yg kyk dulu zamannya Sukarno….. Gaung lagi MACAN ASIA yg udha terlalu lama tidur jd jgn mimpi terus tp di realisasikan semua program MEF I, II, III…… wassalam
terserah mau alutsista apapun yang di beli ( kementrian pertahananan dan TNI lah yang lebih mengerti). yang penting NKRI di segani kembali di dunia (seperti zaman presiden soeharto dulu). biar negara tetangga yang sering mengejek kita dengan melanggar batas wilayah kita seenaknya bisa berfikir 1000 kali untuk mengulangi perbuatannya. bravo……. TNI.
8 x 9 = 72
nomor keberuntungan dari perkalian 2 angka keberuntungan
tinggal 28 komentar
ditunggu junker2 berikutnya
kaboooorrr!!!
Bukankah thrust vectoring jg terpasang pd sukhoi su 30 mkm milik malaysia?. Prefer typhoon sih
asyik no 70 ditunggu 30 komentar lagi biar genap 100 komentar. bakalan jd artikel plng legendaris di indomiliter. ane berharap mengisi no 77 krn nomor keberuntungan
kabooorrr!!!
Indonesia bkal rusak klo semuanya seperti kalian,saya tau kalian punya pengetahuan tapi menurut saya kalian gak pantes jadi wni, karena kalian enggak lebih seperti orang idiot yg saling adu argument
Babru beberapa tahun belakangan ini NKRI berinvestasi besar2n untuk alutsista. Ternyata dampaknya luar biasa. Selain berdampak terhadap wibawa NKRI di mata dunia, dari sisi bisnis, negara lain melirik produk RI dari PT. Pindad.
Sudah semestinya Indonesia berkiblat ke RUSIA kalau mengenai modernisasi aluitsista ” karena,,,
1.RUSIA ga neko2 dlm hal embargo senjata””
2.Technology Aluitsista RUSIA tidak kalah dengan negara barat “”
Kalau menurut saya, bila TNI AU butuh Air Superiority saya tidak melarang Su-35. Tapi untuk misi Multirole –terlebih buat intercep– sepertinya Su-35 terlalu boros. Saya menyarankan misi itu diemban Rafale atau Gripen. Toh, tak ada salahnya. Tergantung kebutuhan saja.
ya semuanya kembali kepada jenis jenis ancaman yang akan kita hadapi dimasa depan, seperti di jelaskan tadi sama agan ayam jago. kita tidak terlalu banyak membutuhkan air superiority fighter seperti su 35, toh kita juga sudah ada armada su 27/30 yang notabenenya juga ditakuti walaupun tidak battle proven. lebih baik kita beli cukup 1 atau 2 skuadron sebagai deterens, main element dari airforcenya ya kita kembalikan kepada block 52 dan su 27/30. lebih baik kita mulai memodernisasi armada surveillance kita untuk mengganti 737 200x, daripada terlalu muluk2 sama fighter yang belum tentu akan terpakai kecuali dalam skala kecil.
rame2 debat sono sini, di-php-in pesawat2 super canggih… jadinya gimana klo ternyata malah beli chengdu J-10 🙁 (maklum pemerintah lg euforia segalanya serba Tiongkok)
hahaha bisa jadi mas Gadrum 🙂
jadi pening baca komentar kalian semua ” SOK JAGO” Bicara tentang Militer
SIMPEL SAJA BUNG
“Bungkus SU 35”
@janoko
Pro barat apaan. Dari jaman Orla sampe Orba regulasi kita tentang investasi luar negeri di Indonesia memang sdh koplak. Baru jaman presiden SBY baru mulai tegas. Dan satu lagi pihak barat tdk terlau lbh jauh masuk dlm yuusan dalam negeri & luar negeri Indonesia sprt politik, dagang, ekonomi, perdagangan, investasi dll. Ingat ho investasi negara asing di negara kita bkn cuma barat tp ada jg dari Rusia, Cina, TimTeng dll. Kita punya kedaulatan sprt contoh RI yg menolak hubungan kembali dgn IMF b% terbaru ttg hukuman mati biarpun itu ditentang barat tp kita tetap lanjut
Lihat saja realita opini masyarakat RI tentang Amriki yaitu benci tp cinta & rindu. Bandingkan dgn opini masyarakat Georgia, Latvia, Azerbaizan, Ukraina terhadap Rusia yaitu benci full mampus. Krn Rusia terlalu jauh turut campur dlm urusan mereka dlm segala bidang
Mengenai senjata Rusia coba lihat realita adakah yg mendukung kemandirian alias dibikin di dalam negeri. Antidot embargo jelas kemandirian. Bukti sprt SS1. SS2, LENLink, bom Mk82 & mk83, FFAR dll semuanya dari teknologi barat dan masalah kita tdk mendapatkan alutsista terbaik barat lihat dulu realita anggaran oertahanan kita memang masih kecil bhk dibandingkan Vietnam sekalipun. Tentang Malaysia sdh jelas “no more Ruasian” krn Malaysia pernah dikibuli Rosoboronexport.
Kalo konfilik dgn negera lain jelas yg paling terang2an nyatanya cuma Malaysia & Cina krn mengklaim wilayah kita. Ane mau bertanya kok Singapura & Australia bisa disertakan pdhal masalah perbatasan sdh clear di medio 2000an menjadikan salah satu perisai udara termutakhir di Timur tengah. Tp apa reaksi Rusia nyatanya diam saja tho!! Kenyataannya perisai udara mutakhir bikinan Rusia miliik Libya & Suriah cuma omong kosong bagi Rafale
Perisau udara Libya & Suriah kau bialng kadaluarsa. Pernah ingat serangan udara ke Libya tahun 1986. Efeknya Libia memutakhirkan pertahanan udaranya dgn membeli Osa, Buk, Igla dan harap diingat sebelum konflik perisai udara Libya adalah yg terkuat di Afrika Utara. Begitupun dgn Syria & jgn lupa ada pangkalan militer Rusia disana. Dan satu lagi kau salah besar tentang S300 krn sdh dikirim tahun 2010 sebelum Arab Spring Revolution yang menjatuhkan Khadafi, Ben Ali & Mubarak
Satu lagi pertanyaan ane kok tdk dijawab. Ada jelas salah dari penamaan PSU Rusia yg salah yaitu Zur yg benar ZSU, Timeline S300 Syria jelas salah, pertanyaan ane tdk dijawab & dinamika politik Eropa nyatanya tdk tahu sdh membuktikan kau cuma fanboy Rusia alay kemarin sore. Kau bukan fanboy Rusia sejati yg mengerti tentang kelebihan & kekurangan alutsista Rusiah & sejarahnya bhkn dinamika politik Rusia itu sendiri. Jujur jika ane tanya ke kau tentang perbedaan Oniks, Granite, Yakhnot & Brahmos tdk akan bisa dijawab krn nyatanya wawassan militer alutsista Rusia masih cupu. Alasan menjadi fanboy Rusia cuma satu jawaban simple yaitu chauvinsitsis keblinger plus paranoid embargo
Untung ini Indomiliter bkn Kaskus, ARC ato Asean Defence.
@Mas ayam jago coba jawab lah yang soal Missile, walau bukan fansboy dan masih anak SMP :v :peace
Granit itu rudal pengembangan dari Malakhit yang mempunyai kemampuan supersonik dan memiliki kemampuan anti-jammer dan anti-missile yang cukup canggih.
Versi ringannya dinamakan Onix, warheadnya cuma +-300 kg tapi kemampuannya hampir sama. Yakhont itu versi ekspornya Onix.
Lalu Brahmos adalah hasil kerjasama Rusia dengan India. Lebih pendek dari Onix. Beberapa teknologi dicomot dari Onix, tetapi saya yakin ada beberapa pengembangan lain.
CMIIW
Mohon maaf kepada forumer & admin Indomiliter jika komentar saya diatas sedikit kasar krn nytanya diskusi disini sdh tdk sehat dgn selalu ada memgungkit2 embargo disetiap artikel seakan2 tdk ada topik lainnya.
Jujur saya terbuka kpd admin bhw saya jg punya kegiatan di forum militer lain yaitu facebook Asean Defence sub forum militer Indonesia sbg “Polisi” kepada para pengacau yg kita sebut sbg hama ato kalo di Kaskus deisebut lalat dgn memberikan sedikit bully dgn tujusn melihat wawasan si hama tsb. Jika tujuannya memang troller ya kita sikat dgn cara dibanned. Ironisnya kebanyakan troller tsb adalah fanboy Rusia alumnus J*G*. Tujuan penertiban tsb agar forum dpt berjalan sehat dan jg bisa memberikan kenyamanan terutama kontributor penting yg mampu memberikan clue/bocoran dari modernisasi alutsista TNI
Kami sendiri memberi respek kepada Indomiliter krn nyatanya Indomiliter jg menjadi sumber terpecaya. Saya berharap agar diskusi Indomiliter tetap sehat tidak keluar jalur sbg forum militer jgn sampe sprt forum sebelah seperti J*G* yg sdh seperti forum politik
Ini buat admin clue ttg kedatangan UAV Aerostar dari Israel
http://www.kaskus.co.id/thread/531d5ef4faca177c55000078/apa-kata-ksau-tentang-pengadaan-uav/3
cluenya sendiri sebetulnya sdh didiskusikan terlebih dahulu di forum FB yang saya ikuti dari salah satu member
Jlh yg datang 4 unit dgn total yg datang 6 unit
Kalo menurut sumber yg bersangkutan Heron pasti akan tetap datang dgn fungsi & tugas yg berbeda dibandingkan dgn Aerostar
Terima kasih Bung Ayam Jago untuk insight nya. Sejatinya soal embargo hanya kepentingan yang bicara. Jaminan tanpa embargo berlaku sepanjang kepentingan politik/pertahanan/keamanan antara negara penjual dan pembeli sejalan.
lho memang’nya kalo sudah pro barat apa gak jadi sapi perah juga ?sama saja.liat saja masalah freeport n perusahaan2 asing yg di Indonesia yg tiap hari mengeruk SDA alam Indonesia tapi cuma berapa persen presentase kecipratan hasil’nya. Sudah kita bisa di bilang nurut & jadi sapi perah juga tapi tetap saja di anak tirikan sama negara2 barat. kemungkinan terbesar konflik kita adalah dengan Singaporno,malasyia,Asutralia yg jelas2 itu anak emas barat. tapi posisi Indonesia selalu di nomor duakan di bandingkan sekutu2 barat.Kalo rusia padahal vietnam & RRC konflik gara2 LCS tapi Rusia tetap menjual senjata’nya kepada kedua belah pihak tanpa ada embargo selama kita beli & punya uang. Rusia tetap melayani pembelian Mig-29 malasyia padahal jelas2 itu sekutu barat.
kalo masalah Ukraina memang itu ada campur tangan barat,lihat saja Libya,Suriah,Irak,Iran itu sekutu Rusia semua. tapi pernahkan Rusia invasi ke sekutu Barat ?lihat jatuh’nya orde lama itu juga ada campur tangan barat.
Soal serangan ke Libya n Suriah pada waktu itu nyatanya banyak pertahanan udara mereka yg gak berfungsi & kadaluwarsa,paling banter ya sejenis Zur-23 itu yg di andalkan. Rusia baru mengirim S-300 setelah perang Suriah berlangsung agak lama malah Israel sampai ketir-ketir.
@ayam jago
saya jawab deh pertanyaan kau
jawabannya su-37 terminafor
aksinya di paris air show 1997
3 manuver spektakuler yaitu
kulbit (salto 2 kali vertikal)
chakra (sprt kulbit tp posisi horisontal)
loop & hook (manuvee cobra ttp lebih extrim)
apa saya fanboy rusia sejati nin?!
tdk saya mantan fanboy rusia yg mendapat hidayah dari kaskus menjadi fanboy israel
krn israel lbh strong drpd rusia. jk israel berani memutus expor komponen semikondultor lumpuh deh industri alutsista rusia terutma pespur & rudal.ironis banget ngakunya fanboy rusia tp nenci israel pdhl keduanya berhubungan baik.
tdk usah granite ato brahmos tp batang panjang diantara exhaust sukhoi series disalah artikan tempat sensor & radar pdhl cuma dragchute yg dirancang khusus meningkatkan kelincahan pespur
Ralat Mas Distanata. Bukannya kulbit = chakra? Mungkin yang dimaksud chakra disitu adalah Turn Cobra.
ralat mas, batang panjang antara 2 nozzle exhaust itu namanya sting, dan disitu memang ada rear – looking sensor and radar buat self – defense dari misil. dan dragchute tidak ada sangkut pautnya sama kelincahan, itu buat membantu ngerem pesawat kalo lagi mendarat, makanya namanya drag = penahan, chute = parasut, perbedaannya kalo sting di su 35 lebih pendek dari su 27 dan su 30.
@janoko
komentar kau cuma memperlihatkan bhw kau sprt katak dlm tempurung. bisa jadi krn terlalu lama bersarang di jkgr, patga & topix
typhoon meskipun membawa nama eropa tp bukan proyek uni eropa tp prpyek 4 negara yaitu inggris, italia, jerman & spanyol dan typhoon memang andalan au mereka
masalah inggris, italia, spanyol membeli f-35 itu diperuntukan angkatan laut krn typhoon tdk punya varian buat kapal induk
jika ada negara eropa yg lbh memilih f-35 bukannya typhoon macam denmark, norway, belanda, belgia krn industri pertahanan mereka memang lebih dekat ke amriki dibanding airbus/typhoon
rafale jelas2 andalan prancis untuk au & al bhk battle proven pula
jd jika kau mengatakan indonesia tdk pantas membeli rafale ato typhoon krn bukan senjata andalan negara pembuatnya jelas 1.000.000% salah
apanya rafale sudah battle proven ?apa dengan melihat aksinya waktu lawan Libya ?gimana mau gak unggul kalo lawan’nya cuma Libya yang pake jet galeb n mig 25..Kalo lawan itu saja menang gak kondang tapi kalo sampek kalah malu2in.
belum lagi masalah embargo, gara2 warganya di eksekusi Presiden Prancis sudah ngancam2 kita. Rusia saja yg sebesar itu bisa di batalkan sepihak dalam pengadaan LHD Mistral apalagi cuma kita yg daya tawar lebih rendah.
@janoko
Rafale sdh battle proven di Libya & Syria. Harap diingart pembuka serangan ke Libya & Syria adalah Rafale dan kedua negara tersebut punya perisai udara yang sangat rapat kombinasi Igla, Osa, Buk & ZSU ttp mampu ditembus Rafale dgn gampangnya. Amriki sendiri emoh pembuka serangan dilakukan dgn pespur & ituumumnya jd jatah Tomahawk. Rafale punya teknologi Thales Pegasus yg mampu membutakan radar lawan dn membuar Rafale bsk pesawat stealth yg tdk terlacak radar musuh
Mengenai batalnya LHD Mistral ke Rusia wajar saja krn nyatanya Prancis jg ikut menandatangani & pelopor adanya embargo ke Rusia. Membiarkan Mistral terkirim ke Rusia sama saja sprt menelan liur sendiri
Adanya embargo krm Rusia memang salah
Nyatanya Ukraina adalah negara berdaulat yg menetukan arah politiknya sendiri. Ukraina ketika dipimpin rezim lama yg pro Rusia adalah spi perah Rusia. Segala kontrak bisnis Ujraina dgn negara lain baik bidang sipil & militer harus diketahui Rusia dan Rusa wajib mendpat jatah. Industri strategis warisan Soviet macam semikonduktor, energi, metalurgi, militer, perkapalan sgt banyak di Ukraina tp ironisnya dikontrol oleh Rusia. Byangkan contoh sektor mineral Ukraina harus memasok gas & minyak mentah ke Rusia tp hasil akhirnya diekspor Rusia ke Ukraina. Rusia sdh terlau banyak mengeruk uang dari Ukraina dan diperparah dgn rezim lama yg sangat korup.
Wajar rakyat Ukraina marah dan mereka sdh menganggap Rusia sbg preman ato mafia. Rakyat Ukraina berharap Uraina bisa seperti Georgia, Latvia, Lithuania yg maju pesat setelah berganti pemrintan ke yg pro barat.
Mucullah revolusi Ukraina. Tp masalahnya Rusia tdk mau khilangan sumber uang berharga makanya melakukan invasi disis lain rakyat Ukraina mana mau jd sapi perahan Rusia kecuali etnis Rusia yg di kwawasan Donetsk krn sdh merasa makmur.
Tindakan Rusia menginvasi Ukraina jelas melanggar kedaulatan Ukraina & Rusia pantas diembargo krn tindakannya tersebut.
Byangkan Indonesia punya kondisi seperti Ukraina dan coba berpikir dgn akal sehat yg salah tetaplah Rusia!!
Ancaman Prancis tentang embargo ke Indonesia cuma siasat politik demi kemenangan pemilu. Ancaman presiden Prancis nyatanya malah dijadikan guyonan di Prancis sendiri dgn popular tag #save anggun
Prancis pernah mengembargo Mesir & Israel tp nyatanya dlm masa embargo Prancis tetap mengirimkan suku cadang & mesian Mirage 3 (pespur Tanguy & laverde) ke dua negara tesebut
Sekarang ane bertanya kepada @janoko jk kau memang fanboy Rusia sejati saya bertanya apa pespur Rusia pertama dgn TVC, kapan & dimana kemunculannya yg spektkuler & sebutkan 3 manuver spektakuler selain Cobra Pugachev
Jika kau tdk bisa menjawab artinya kau cuma famboy Rusaia kemarin sore nan belagu
tidak ada salahnya rusia seperti itu, sphere of influence russia diganggu kok oleh nato, coba buat revolusi komunis di meksiko, amerika juga pasti ketar ketir seperti revolusi kuba, dan itu kurang lebih menjelaskan kejadian di ukraina dan ke munafikan dari kekuatan2 dunia. masalah mistral sendiri itu prancis yang salah,bukan rusia, karena prancis sudah teken kontrak sama rusia sebelum ada masalah ukraina. kenapa masalah embargo dari rusia kecil? rusia tidak ada kepentingan disini dan indonesia bukan kepentingan rusia, tapi lihat daerah sekitar kita semuanya ada dibawah influence dari amerika, bukannya anti amerika, tetapi mereka sebagai superpower ya kepentingannya diseluruh dunia, dibandingkan rusia yang regional power kepentingannya daerah situ saja.
josss manteb…….
apa jadinya kalo cuma beli Rafale & typhoon selagi negara pembuatnya sepertinya enggan mau pake produk mereka sendiri….
Rusia juga pakai Su-35, kenapa kita tidak ?hehehehe
@ ojo mekso & mcd bagong
posisi su-35 sbg pengganti f-5 sprtnx memang tdk dpt diganggu gugat tp harapan banyak fanboy rusia ataupun masyarakat awam yg menginginkan tni au memiliki su-35 2-4 mustahil terwujud.
clue2 ttg rencana modernisasi dgn segala realita & masalahnx jg dikeluarkan bbrp kontributor yg dekat dgn tni & sdh muncul di berbagai forum
intinya akan ada pengadaan 6-7 skuadron lagi diluar pengganti f-5 tp akan menjadi kompetisi ketat pespur barat krn menyediakan paket komplit sprt maunya tni au & kohamudnas.
paket rusia sendiri sdh ditolak. su-35 terlalu boros sbg workhorse, mig-35 tdk disukai tni au, paket mobile radar & communication system pengganti aew&c ala rusia hitungannya butuh biaya akuisisi lbh ge
kita tak menafikan kecanggihan pespur spt tipoon, rapael atau gripen, akan tetapi user maunya su-35 dan byk masyarakat mendukung utk gunakan su-35. soal minusnya yg dikatakan sbg ATM terbang sy kira dah dipertimbangkan sbg resiko kemauan.
Yang penting pengganti F5 adalah SU35 (user & menhan sudah sepakat).
Proyek lain silahkan pada berebut, paling MEF 3 (2020) baru deal.
( si mizone keburu ubanan
)
Woow… Bungkus 1 Skuadron ea !
Ane saja yg bekerja di salah satu rekanan banyak instansi pemerintah termasuk TNI saja yakin bhw kue untuk Rusia dlm modernisasi TNI AU bakalan jauh kecil dibandingkan barat. Teman ane yg jadi sales di ajang IDAM sj melihat kepala sendiri booth yg paling pertama dikunjungi oleh Pak Jokowi, Pak Moel, Pak RR adalah Lockheed Martin, kemudian Pindad, EADS, Saab dbaru Rosoboronexport. Jujur pengganti F-5 menrut orang dalam TNI AU yg sempat bicara sama teman ane memang sdh jatahnya Su-35 tp yg harap diingat pespur barat mengincar kue yg lebih gede yaitu 3 skuadron TNI AU & 3 skuadron Kohanudnas. Paket Sukhoi milik Rusia tdk masuk dlm hitungan. Kenapa?
Paket pespur barat menawarkan super duper lebih dibandingkan Rusia. Datalink, source code, ToT yg lebih konkret dan pastinys plus paket pesawat AEW&C. Viper dgn kombinasi Wwdgetall & Poseidon, Typhonn dgn C295 AEW&C, Gripen dgn Erieye, Rafale dgn Dassault + Thales AEW&C system. Rusia tdk punya paket selengkap itu makanya tdk masuk dlm hitungan.
Bagi ane yg penting ujung2nx paket mereka pasti terintegrasi dgn KFX/IFX
Makanya ane tdk yakin atuh Pantsyr ato Buk bakal mengisi arsenal SAM TNI. Tampaknya BAMSE & KM-SAM pilihan yg paling realistis
Wah, apa benar itu bung ayam jago? US menawarkan Viper bersama Wedgetail dan Poseidon?
Soal Poseidon, apakah bukan Orion yang ditawarkan karena mereka sedang beralih ke Poseidon?
Kohanudnas hanya 3 skadron? Bukan kah mereka punya 4 Sektor Kohanudnas yang dipimpin Bintang 1?
@drop zone
Ane flashback dulu
medio 2000an rencana pengadaan Sukhoi sbg pengganti A4 Skyhawk ada 2 skuadron. yang sdh realisasi baru 1 skuadron di Makassar. Yg belum adlh skuadron 14 lanud Iswahyudi (CMIW). Tp dinamika berubah cepat setelah tawaran 24 Falcon gurun & Su30 MK2 tdk diproduksi lagi. Justru Falcon hibah dpt skuadron baru dn skuadron 14 masih belum ada pespur realisasi. Rencana utk skuadron 14 berganti dgn disamakan dgn rencanaya pesawat pemenang tender pengganti F-5 yg tampaknya Su-35 tdk dpt diganggu gugat. Rencana awal Su-35 bakal 2 skuadron sedangkan 3 skuadron baru untuk kawasan Indonesia Timur rencananya tambahan Falcon hibah (itu rencana dlm pemerintahan SBY)
Tp pergantian pimpinan berganti jg kebijakan. Skuadron 14 yg awalnya untuk pespur rumornya berganti jd pesawat angkut strategis. 3 skuadron baru Indonesia Timur yg rencananya Falcon hibah gugur berganti jd pesawat baru.
Rencana 3-4 skuadron Kohanudnas yg sempat tenggelam kini mulai muncul kembali. Tp rumornya yg saya dengar untuk Kohanudnas ada 3 skuadron.
Rencana Kohanudnas & TNI AU untuk 6-7 skuadron adalah pespur gen 4,5 dgn biaya operasi rendah (krn sbg workhorse) dan harus terintegrasi dgn sistem radar Kohanudnas. Tapi Kohanudnas jg meminta paket pespur tersebut disertakan peswat AEW&C dimana setidaknya 1 pesawat AEW&C memegang komando 1-2 skuadron artinya kebutuhan pesawt AEW7C setidaknya 3-6 pesawat
Kalo tawaran Amerika rinciannya 48-50 Viper, 2-3 Wedgetall bonus 1 Poseidon plus paket offset 25% tiap pesawat, ToT source code datalink Link 16, ToT JDAM untuk pindad dgn laser seeker bikinan Honeywell Bintan. Bonus Poseidon tdk gratis tp didiskon 50% + offset 25%
Jelas disini berita buruk buat fanboy Rusia dimana rencana pespur Sukhoi justru berkurang separuh tp porsi pespur barat naik 2 kali lpat. Mungkin fanboy Rusia bertanya apa memang tdk ada tawaran dari Rusia?! Ada tp sdh salah dari awal. Rusia sendiri ketika IDAM 2012 menawarkan Mig-35 ditambah mobile aerial communicaton & navigation system NKVS-27 plus mobile integrated radar system NSV-5 tp ditolak oleh TNI AU & Kohanudnas dgn 3 alasan
1. TNI AU tdk pernah tertarik dgn Mig-35
2. System ala Rusia tdk cocok utk arean Indonesia yg mayoritas laut bkn daratan seperti Rusia
3. Biaya akuisisi yg pasti lebih gede
@ayam jago
thx bro
jd teringat berita lama medio ato akhir 2000an mbah pur pernah bicara sukhoi mau digenapin jd 2 skuadron. ternyata jurus falcon hibah merusak rencana awal
lobi obama memang yahuudd!!!
@distanata
tdk semua lobi alutsista hibah ala Obama berhasil. Sang bintang gagal adalah Orion. 2 kali lobi Obama ke 2 presiden yaitu SBY & JKW gagal dimana RI lebih mengutamakan makhluk kesayangan CN235 tp entah rencana 6 buah ASW version blm ada realisasinya sampai kini.
Klah masalah pengalaman ironisnya PT. DI malah pernah mengerjakan 2 buah CN235 ASW ver pesanan Korea Selatan. Pemasangan teknologinya sendiri PT. DI bekerjasama dgn Thales-Samsung & Honeywell
Wah betul juga ya pilihan pemerintah.
Daripada beli P-3C Orion (sepertinya ini second ya?) Lebih baik mengembangkan PTDI dengan CN-235 ASW.
Pihak TNI-AL sendiri, sebenarnya waktu itu lebih condong ke mana? P-3C atau CN-235 untuk ASW?
Untuk SAM saya cadangan kan IRIS-T SLM dari Bamse.
Belum ada kejelasan ToT dr pihak Sukhoi sendiri
Kayaknya produk lain yg nawarin udh ada ToT. Mending Gripen sih menurut saya ketimbang Su-35. Gripen biaya operasional rendah, dipasangi AEW-C, dan ToT dr SAAB pula.
Mau alesan apapun tetep pilotnye gak demen, maunya SU35
kan dia yang nerbangin & bertempur.
GIMANE DOONG…!
Sudah ditanya itu semua pilot skadron udara tempur di TNI-AU?
Apa benar mereka semua 100% maunya Su-35?
Dulu, penggantian F-27 Troopship, TNI-AU bilang bahwa C-27J Spartan itu lebih baik/bagus dibandingkan C-295, tapi akhirnya Pemerintah membeli C-295 dengan salah satu faktornya adalah keterkaitan dengan PTDI dan dukungan serta pengembangan ke depan.
Su-35 tanpa ToT? Wah, melanggar UU tuh.
Masih ngotot / cuek nabrak UU? Ini mau bela produsen apa bela RI ya?
“Sementara TNI AU sebagai user, juga menyiratkan keinginannya untuk bisa mendapatkan pesawat tempur ini”
SI MIZONE baca dulu tulisan admin, baru komentar..!
Sapa tuh MIZONE? 🙂
Komentar ke sini koq :
Kalau saya secara peribadi pilih pesawat rafale banding su35. Knpa?? Hehe. Kerana teknologi dan perangkat lunak nya itu selalu up to date. Berbanding russia. su35 itu x kan hebat klu bukan ada teknologi yg di ambil russia dari perancis dan israel. Dari mana mereka dpt kan itu. Dari su30mki india. dan india tau itu kenapa mereka lebih memilih rafale.
Nih tambahan buat fanboy Rusia ttg pepur kebanggaan kalian.
Adanya campur tangan Israel membuat Su-35 & Mig 35 maupun alutsista lain macam rudal Igla, Osa, Yakhnot dll menjadikannya Link !6 & Link 11 capable.
Alutsista2 Rusia tersebut sdh mengadopsi interface NATO macam Milbus STD 1553, USB, IEEE 1394. Disisi lain Rusia sdh mengadopsi modul elektronik independen yg jd standar alutsista Barat .
Artinya integrasi Su-35 ke pespur & alutsista barat tdk akan sesulit Su-30 ataupun Su-27. Contoh termutakhir adalah bagaimana rudal Yakhnot yg suskses ditembakkan oleh KRI OWA
Ttp tdk semua alutsista Rusia mendapatkan hal tersebut sprt SAM kelas berat macam S400, S300, Buk ato rudal balistik sprt Iskander dan pastinya mayoritas alutsista matra laut terutama kapal selam
Tp tetap saja bagi saya menggandeng Israel adalah langkah terbaik utk integrasi alutsista Rusia & alutsista NATO
Teknologi su35 itu di ambil dari perancis dan israel. Dari projek nya india pada su30mki. Pod damocles yg di guna oleh russia itu juga dari perancis termasuk HUD.. Banyak lagi. Su30sm russia juga sama teknologi yg russia dpt dari israel dan perancis. Lepas itu baru mereka kembangan.
Bung admin, dengan adanya UU yang bersyarat bahwa harus ada transfer teknologi, apa yang Sukhoi tawarkan?
Jika dianggap tidak memenuhi syarat di UU tsb, apa yang akan terjadi?
Detailnya belum ada yang ditawarkan, baru Eurofighter yang bisa bicara lebih konkrit, tapi itu semua berpulang ke nilai kontrak pembelian, ujung2nya kembali ke prinsip ekonomi.
Tulisan bung admin sudah mewakili suara hatinya, saya & fans SU35
WELCOME FIGHTER DEWA !!
SU 35 tetap pilihan utama, untuk fungsi patroli sebaiknya memilih pesawat yang biaya operasionalnya murah seperti JAS Gripen
Sukhoi su35 1 sk suplemennya gripen 3 sk. Jadi yg patroli, nangkep penyusup dll sehari2 gripen.kalo genting ma negara lain baru sukhoi yg dikeluarin.
Ane sependapat ma ente bung, tapi masalahnya harus nunggu krang lbih 8 taun lg klo mu beli gripen bung,,
ane cuma nungguin fansboy Rusky beraksi ah ahahahaha~!!!!!!!!!
Apapun pilihannya bagus bagus kok. Yang penting jangan f-16 lagi. Indonesia ga bakal punya rudal Terbaik nya padahal kini rudal lah penentu jalannya pertempuran
Pada paket Falcon buluk bakalan mendapatka 80 buah AIM120 C5 AMRAAM & 60 buah AIM9X Sidewinder
Kalo mau PT. DI bisa lobi Airbus utk ToT AAM yg jauh lebih canggih sprt ASRAAM & Meteor utk dipasang pd F-16 & IFX tp masalahnya satu yaitu duitnya ada tidak
min tanya sukhoi ada yang punya weapon bay gak?
Sukhoi Su-27/30 dan Su-35 tidak dibekali weapon bay.
MAYORITAS PENGAMAT & PEMIRSA RUBRIK2 MILITER MENGINGINKAN Su-35 INI SBG PENJAGA LANGIT NUSANTARA & MENJADIKAN INDONESIA SUPERIOR DI KAWASAN SPT SAAT DI BAWAH PRESIDEN SOEKARNO
SU35 memang oke sebagai daya gempur deterent dengan teknologi yang diusungnya. Kalau dilihat dan dibandingkan dgn Ravale saya lebih suka ravale, krna dri teknologi ravale tdk jauh amat dgn SU35 karna tiap pespur itu psti ada perbandingan dri kelbihan dan kekurangannya. Dan kalau dilihat ravale lebih padat kontur fisiknya lebih garang ibarat binatang singa dri fisiknya aja mengerikan klau melihat singa dgn bulunya yang mengembang apalagi kalau mengaum. Kalau SU35 ibarat binatang beruang madu kelihatan lucu, imut tpi jangan diganggu bisa mengamuk…hehehehe. tpi dgn ada kejadian mistral rusia yang tdk dikirim francis menandakan embargo itu jelas terlihat dikemudian hari bahkan bsa jadi dgn masalah sedikitpun pasti datang secepatnya, tpi kalau rusia setidaknya masih jauh dalam embargo walau stiap negara pasti ada hukuman kalau melibatkan senjata yang dibuat dipergunakan secara tdk pantas tpi rusia masih banyak pengkajian ketimbang yang lainnya. Dgn ini Semoga aja SU35 yang dibeli, bukan yang lainnya yang rawan embargo.
Salah Rusia sendiri menyerang Ukraina.
Wajar Ukraina memisahkan diri dari ketergantungannya dgn Rusia wong rezim lama yg pro Rusia terkenal korup.
Ukraina berusaha mencontoh Georgia yang justru perekonomiannya membaik setelah pemerintahan berganti ke yg pro barat setelah sebalumnya pemerintahan yg lama super duper korup. Georgia terkenal dgn industri minuman kerasnya sprt Rum, Vodka & Wine kini bisa memasok langsung ke negara barat dgn harga yg jauh lebih tinggi bandingkan dgn cara lama yg harus lewat perantatara yaitu Rusia
katanya komunikasi sukhoi dengan barat / nato susah ya..?
Bisa tp mau tdk mau kita arus mengikuti langkah negara lain sprt Spanyol, Yunani, Turki, Brasil , India & jgn lupa Malaysia yaitu mau tdk mau harus menggandeng ISRAEL
Setidaknya fanboy Rusia harus tahu bau bhw 80% semikonduktor military grade yg mrpk komponen penting utk avionik, sensor, seeker, radar, instrumen kokpit, perangkat komunikasi, navigasi dll pd alutsista Rusia dipasok oleh Israel
Flahback
Zaman Soviet pasokan terbesar utk semikonduktor alutisista Pakta Warsawa dipegang oleh jerman Timur, Polandia< Lithuania & Ukraina. Soviet bubar kemudian Jerman bersatu disusul Polandia & Lituania masuk NATO sehingga menyisakan Ukraina mau tdk membuat Rusia mencari pasokan semikondutor yg lain yaitu Israel. Sejak krisis Ukraina porsi Israel tambah gede.
Harap & harus diketahui oleh fanboy Rusia yg mayoritas Israel hater bahwa persentasi komponen Israel pd pespur maupun alutsista Rusia terutama matra udara & rudal sejatinya jauh lebih banyak drpd pespur barat
Admin suka main2 di forum defence pakistan nih. Info ttg ketergantungan Rusia terhadap Israel jg saya dpt dari forumer Rusia yg aktif di forum tersebut
semoga yg di tunggu3 segra jadi knyataan . kmungkinan yg mngtakan biyaya oprasionalny pling tinggi paling dri kompetitor yg tidak mnginginkan su35 laris.. kaya gitu kli min
daripada: typhoon,gripen,dan rafael msh pilih SU35 BM. walaupun SU35 BM msh di bawah F22 raptor
Dan dalam latihan red flag, F-22 sudah dikalahkan oleh Rafale dan Eurofighter Typhoon hahahahahaha
Katanya kalo dibeli Indonesia bakalan di downgrade ya min?, apanya yg dibeda’in sama punya rusia?
Kalau soal di downgrade belum tentu juga, tapi biasanya baik Rusia dan AS memberlakukan spesifikasi yang berbeda antara versi ekspor dan varian yang digunakan utk internal mereka.
Spek sama saja tdk ada penurunan spesifikasi.
Kalo pespur amrik biasanya pd dikurangi pada paket persenjataan umumnya tanpa BVRAAM AMRAAM. tp utk kita berita baiknya pd PEMBELIAN Falcon buluk jg disertakam 80 AIM 120 C7 AMRAAM & 60 AIM9X sIDEWINDER
Kl pespur Rusia lain lagi condongnya datalink TSK-02 & Combat Management System RZO-09 di downgrade ke versi yg lebih rendah. Contoh pd pespur Sukhoi TNI AU yg tdk bisa melakukan salvo 8 rudal R73 ato 4 rudal R77. Begitu jg Sukhoi kita tdk dpt dipasangkan tool macam targeting pd, jamming pod dll. Disisi lain Sukhoi kita tdk bisa bertempur di malam hari. Justru Falcon hibah adalah pespur TNI AU yg paling advance utk operasi ngeronda
Kalo mau ugrade bisa tp tipikal Rusia harganya mahal amir. Sprt Vietnam yang menghabiskan biaya USD 35-45 juta perpesawat utk upgrade Su-30 MK2 jadi Su-30 MKV yg setara Su30 M2 AU Rusia
jujur saya tdk mau bicara banyak tentang biaya upgrade sukhoi mereka tp komitmen angkatan udara vietnam yg patut diapresiasi. dgn anggaran yg lbh kecil dn jlh pesawat sukhoi yg jauh lbh banyak masih sempat utk meningkatkan kualitas pespur sukhoi mereka. berlawanan dgn tni au yg merasa puas dgn kondisi sukhoi yg ada saat ini
disitu kadang saya merasa sedih
bung admin mau tanya dong..apa yg membedakan su35 sama su34? Mhn pencerahannya bung admin ..
Dari bentuknya udah beda, Su-34 dual seat dengan peran utama sebagai fighter bomber.
Sepertinya agak bernafsu untuk beli Su-35, melihat baru dipake Rusia, dan juga belum battle proven. Ditambah biaya operasionalnya selangit, sepertinya ga cocok Su-35 buat Indonesia.
Ayo tunggu apa lagi pak, masyarakat Indonesia Sudah menunggu kehadiran su-35
Assalamualaikum wr.wb.
ini su 35 ada tambahan sensor di ekornya.
membuat lebih mudah bertahan dan menyerang saat melakukan manuver cobra paguchev, jika lawan f-22 salah satu caranya ya su 35 nya harus dikejar f 22 untuk mendeteksi panas yang dihasilkan oleh gesekan sayap f 22.
sehingga sensor itu mempermudah menarget f 22, yang kemudian melakukan manuver cobra, namun yang menjadi kendala adalah rudal yang diluncurkan oleh f 22 sendiri, biasanya rudal jarak pendek sehingga gaya dorong/kecepatan rudalnya lebih cepat dari rudal jarak menengah atau jarak jauh.
Mudah mudahan secepatnya TNI AU mengakuisisi SU 35 ..dan kepercayaan diri pilotnya akan tinggi jika berhadapan dgn pesawat tetangga.