Ukraina Ungkap Varian Baru Rudal Neptune, Punya Jangkauan Lebih Jauh dan Kemampuan Serang ke Daratan

Rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan dari pesisir atau rudal pertahanan pantai – coastal naval defence missile system RK-360MC Neptune, namanya seolah tenggelam, maklum negara pembuatnya, Ukraina tengah dilanda peperangan, menjadikan produksi rudal yang nyaris dibeli Indonesia ini meredup. Namun, belum lama ini Ukraina telah mengungkap varian baru Neptune.
Meski debutnya terjepit perang, namun rudal dengan jarak jangkau 280 kilometer ini pernah bersinar, yakni saat disebut sebagai algojo yang menenggelamkan kapal penjelajah rudal milik Rusia, RTS Moskva di Laut Hitam pada 13 April 2022.
Menurut informasi yang dipublikasikan oleh Defence24 pada 17 Agustus 2024, Ukraina telah mengungkap varian baru rudal jelajah R-360 Neptune. Versi baru rudal ini kabarnya diadaptasi untuk menyerang target darat dan memiliki jangkauan yang lebih jauh hingga 400 kilometer. Sosok varian baru Neptune ini dipamerkan dalam sebuah video yang dirilis oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Rudal Neptun yang disempurnakan itu kabarnya digunakan dalam serangan malam hari baru-baru ini pada 31 Juli terhadap lapangan udara militer Chalino di dekat Kursk, Rusia. Menurut sumber, rudal itu menargetkan dan menghancurkan depot amunisi di lapangan udara tersebut. Ini menandai salah satu contoh pertama yang dipublikasikan tentang penggunaan Neptune yang dimodifikasi dalam pertempuran, menyusul laporan September lalu tentang keberhasilan penyebarannya terhadap sistem pertahanan udara Rusia di Krimea.
Awalnya dikembangkan pada tahun 2018 oleh Biro Desain Luch yang berpusat di Kyiv, R-360 Neptune dirancang sebagai rudal antikapal dengan jangkauan 280-300 kilometer.

Namun, versi terbaru memperluas kemampuan ini untuk mencakup serangan pada target darat, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan Ukraina untuk melakukan serangan presisi jarak jauh.
Rudal Neptune melaju dengan kecepatan hingga 900 km per jam dan dapat terbang pada ketinggian mulai dari 10 hingga 300 meter, turun hingga hanya tiga meter selama pendekatan terakhirnya untuk menghindari pertahanan udara musuh.
Ukraina Upgrade Rudal Anti Kapal Neptune dengan Sistem Pelacak Thermal Image
Varian standar Neptune, punya bobot 870 kg, termasuk hulu ledak High Explosive Fragmentation (HE-FRAG) seberat 145 kg, Neptune dipercaya dapat mengkaramkan kapal perang dengan tonase 5.000 ton. Meski begitu kecepatan rudal ini masih dalam koridor subsonic, otomatis menjadi tantangan untuk menghadapi kanon reaksi cepat (Close In Weapon System/CIWS) di kapal perang lawan.
Sistem rudal Neptune yang diperbarui merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh Ukraina untuk mengembangkan kemampuan rudal canggih, dengan rencana masa depan yang dilaporkan bertujuan untuk memperluas jangkauan rudal jelajah Neptune hingga 1.000 kilometer. (Gilang Perdana)
Bukan Lagi Neptune, Indonesia ‘Lirik’ CM-302 (YJ-12E) Sebagai Rudal Anti Kapal Pesisir


