Melengkapi kehadiran satelit, drone dengan kemampuan intai taktis amat dibutuhkan oleh Amerika Serikat guna meronda kawasan di Timur Tengah. Lantaran penuh gejolak akan konflik, tak sedikt AS kehilangan drone intai yang punya kemampuan terbang lama dengan harga mahal. Berangkat dari kondisi itu, kehadiran drone intai yang mampu terbang lama (long endurance) dengan harga relatif murah menjadi kebutuhan bagi US Central Command. (more…)
Krisis di Laut Merah rupanya mendorong Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) untuk mendongkrak kemampuan serangan jarak jauh ke daratan (permukaan). Hal ini dipicu oleh aksi milisi Houthi di Yaman yang melakukan serangan dengan rudal balistik dan drone kamikaze ke kapal tanker/kargo sipil yang berlayar di koridor Laut Merah/Bal-el-Mandeb/Teluk Aden dengan tujuan Israel. (more…)
Kilas balik ke tanggal 9 Januari 2020, saat itu Iran melancarkan serangan rudal balistik (Fateh-313 dan Qiam-1) ke pangkalan militer Ain al-Asad dan pangkalan militer Arbil di Irak. Kedua pangkalan militer merupakan basis dari pasukan Amerika Serikat. Serangan Iran dilakukan sebagai pembalasan atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani oleh rudal Hellfire R9X Ninja “Flying Ginsu” yang dilepaskan drone tempur MQ-9 Reaper di Bandara Baghdad. (more…)
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu rupanya tak ingin negerinya diintervensi oleh negara mana pun, setelah usaha dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat untuk membujuk Israel agar tak menyerang balik Iran, maka pada dini hari 19 April 2024, Israel telah nekad membuka serangan balasan langsung, bukan hanya ke Iran, Israel juga menyerang secara bersamaan ke wilayah Suriah dan Irak, di mana terdapat basis proxy Iran disana. (more…)
Untuk urusan keselamatan prajurit, apa yang dilakukan Amerika Serikat jelas menjadi panutan. Terkhususnya bagi unit militer yang ditempatkan di Timur Tengah, ada kabar bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) telah memesan perangkat anti drone – Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS) dengan teknologi EAGLS (Electrically Aided Gunnery Laser System) dari MSI Defense Solutions dengan nilai US$24 juta. (more…)
Seantero dunia kini sedang menantikan momen besar yang sangat menentukan, yakni kapan Iran bakal melancarkan serangan langsung ke Israel. Meski intelijen AS dan Barat telah memprediksi akan adanya serangan dalam waktu sangat dekat. Namun, Iran juga harus berhitung, pasalnya bila serangan yang mengandalkan kombinasi rudal balistik/jelajah dan drone kamikaze dapat ditangkis, maka bukan tak mungkin justru Iran yang akan menjadi bulan-bulanan serangan balasan Israel. (more…)
Untuk pertama kalinya kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx beraksi dalam krisis yang sedang membara di Laut Merah. Persisnya kapal perusak berpeluru kendali USS Gravely (DDG 107) – Arleigh Burke Class dilaporkan pada hari Selasa (30/1/2024), telah menembak jatuh rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan Houthi. (more…)
Sejak pecah perang antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, pemerintah Israel mengklaim selalu memberi peringatan kepada Rusia, khususnya terkait rencana serangan udara yang akan dilakukan ke wilayah Suriah, hal itu dilakukan lantaran ada banyak warga dan pasukan Rusia di Suriah, bahkan Rusia telah membangun pangkalan militer permanen di Suriah. (more…)
Buntut dari perang yang membara di Gaza, maka dikhawatirkan bakal menyulut konflik lanjutan, bukan hanya antara Israel dengan Iran, melainkan juga antara Iran dan Amerika Serikat, yang notabene hadir di Timur Tengah untuk mem-backup penuh Negeri Zionis. Lantaran ada konflik klasik yang terjadi di Teluk Persia, maka AS kini mengantisipasi bila eskalasi merembet sampai di Teluk Persia, khususnya pada Selat Hormuz yang dimonitor ketat oleh militer Iran. (more…)
Setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberi lampu hijau bagi militer Israel untuk menggelar serangan darat ke Gaza guna menghancurkan Hamas, maka eskalasi di Timur Tengah diprediksi bakal kian membara, terlebih Israel telah melayangkan ancaman akan melakukan serangan ke Iran bila Hizbullah ikut bergabung dalam perang darat. (more…)