Semakin banyak kapal perang TNI AL yang dipasangi kanon Naval AD 20mm M71/08 buatan Yugoimport. Setelah sebelumnya kanon produksi Serbia ini dipasang pada Landing Platform Dock (LPD) KRI Semarang 594, korvet KRI Fatahillah 361 dan KCR stealth KRI Golok 688, maka sebuah postingan terbaru di akun Instagram PT PAL Indonesia, memperlihatkan proses instalasi dua unit secondary gun pada Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-6 KRI Panah 626. (more…)
Serbia memantapkan diri sebagai negara Eropa yang mengakuisisi alutsista produksi Cina. Setelah pada pertengahn 2020 lalu mendatangkan drone kombatan (UCAV) CH-92A produksi China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), yang notabene menjadi UCAV pertama produksi Cina yang beroperasi di langit Eropa, kini kabar terbaru menyebut bila Serbia telah mengakuisisi FK-3 Air Defence System. (more…)
Serbia rupanya cukup cerdik dalam mengawinkan alutsista berusia tua dengan sentuhan platform modern. Netizen tentu telah mengenal meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) Bofors 40 mm L/70, jenis meriam hanud buatan Swedia yang lumayan banyak dioperasikan di kapal perang TNI AL dan Arhanud TNI AD. (more…)
Berlokasi di Beograd, ibu kota Serbia, hari Selasa (12/10/2021), Yugoimport SDPR, perusahaan yang bergerak dalam bisnis ekspor dan impor persenjataan dari Serbia, meluncurkan ranpur (kendaraan tempur) roda ban IFV (Infantry Fighting Vehicle) berpenggerak 8×8 yang diberi nama Lazanski. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan ranpur amfibi BMP-3F yang selama ini menjadi andalan utama di Kavaleri Korps Marinir. Masuk sebagai elemen penyerang utama dalam babak operasi amfibi, BMP-3F tak pelak mengandalkan keberadaan meriam 2A70 kaliber 100 mm. Dan dari ajang Partner 2021, yaitu Pameran Industri Pertahanan di Beograd, Serbia, kontributor Indomiliter.com yang berada di lokasi mengirimkan beberapa foto munisi meriam 2A70. (more…)
Keberadaan senjata bantu infanteri yang satu ini sudah terdeteksi lama digunakan oleh TNI, dari postingan Indomiliter.com pada Maret 2018, disebut roket anti tank/anti perkubuan ini telah digunakan oleh Indonesia dan Singapura. Kabarnya, senjata berlabel M80 Zolja ini dipakai oleh TNI AD, meski begitu, belum pernah terdengar atau terlihat prajurit TNI berlatih menggunakan senjata buatan Serbia ini. Namun, belum lama ini ada informasi yang menguatkan penggunaan M80 Zolja. (more…)
Yang satu ini memang bukan drone berkualifikasi MALE (Mediun Altitude Long Endurance), namun CH-92A besutan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) adalah drone kombatan buatan Cina yang pertama kali digunakan oleh negara Eropa. Persisnya AD Serbia pada 4 Juli lalu telah memperlihatkan paket pengadaan CH-92A berikut senjatanya, yakni rudal udara ke permukaan FT-8C. Dengan adopsi CH-92A, maka Serbia menjadi negara ketiga belas di dunia yang mengoperasikan drone kombatan (UCAV) buatan Cina. (more…)
Selain terus mendapat perkuatan dengan armada kapal perang baru, TNI AL juga diketahui mendapatkan arsenal persenjataan kapal dengan kaliber sedang, khususnya di lini kanon kaliber 20 mm. Dalam sebuah postingan media sosial, sosok kanon yang diketahui dari tipe Naval AD 20mm M71/08 buatan Yugoimport telah terpasang di Landing Platform Dock (LPD) KRI Semarang 594. (more…)
Belum lama ini situs janes.com (2/7) mewartakan bahwa Yugoimport SDPR, manufaktur persenjataan asal Serbia kembali memproduksi howitzer tarik (towed howtizer) tipe M-56 105 mm dengan laras 33-calibre. Kembali diproduksinya M-56 lantaran adanya pesanan ekspor 36 pucuk M-56 untuk suatu negara yang dirahasiakan identitasnya. Yang menjadi menarik dari berita itu adalah adanya nama Indonesia yang juga disebut-sebut. (more…)