Parade militer besar-besaran saat Victory Day ke-80 di Beijing, 3 September 2025, secara langsung membawa pesan bagi Amerika Serikat dan Barat, yakni kemampun Negeri Tirai Bambu di segmen senjata Anti-Ballistic Missile (ABM) dan senjata anti satelit – Anti-Satellite (ASAT) weapon, yang menyiratkan bahwa satelit mata-mata (spy satellite) dapat dieliminasi di luar angkasa bila mengganggu kepentingan Beijing. (more…)
Aksi satelit Starlink di atas langit Ukraina rupanya bukan hanya membuat gerah Rusia, Cina sejak dini juga telah mewaspadai konstelasi ribuan satelit komunikasi Starlink, khususnya dalam potensi untuk mengganggu kepentingan militer Sang Naga dalam ekspansinya. Setelah mengoperasikan radar anti satelit “Starlink” SLC-18P dan rencana pengiriman 13.000 satelit untuk menandingi dominasi Starlink, kini Cina tengah menguji sistem senjata anti satelit – Anti-Satellite Weapon (ASAT) terbaru. (more…)
Dari spesifikasinya, Starlink bukan satelit militer atau satelit mata-mata, namun bagi Rusia, Starlink yang dibuat dan diopersikan SpaceX, telah merugikan bagi eksistensi Rusia selama operasi militernya di Ukraina, pasalnya Starlink SpaceX milik Elon Musk adalah satu dari beberapa satelit yang ikut menunjang komunikasi internet di wilayah Ukraina, termasuk digunakan militer Ukraina, seperti mendukung konektivitas drone dan broadband.(more…)
Kehilangan dominasi di luar angkasa menjadi mimpi terburuk Washington, betapa tidak, hampir sebagian besar sistem pertahanan udara (hanud) Negeri Paman Sam bertumpu pada elemen yang ada di luar angkasa. Dan belum lama berselang, persisnya pada 15 Novemver 2021, sebuah satelit mata-mata tua era Soviet berhasil dihancurkan oleh Rusia saat masih berada di orbit rendah Bumi. (more…)
Lantaran punya peran strategis, keberadaan satelit menjadi sangat penting bagi suatu negara, hal ini berlaku bagi satelit yang dikelola oleh sipil dan militer. Terlebih bagi kepentingan militer, satelit dengan fungsi komunikasi dan intai (spy satellite) adalah aset mahal yang memerlukan perlindungan tersendiri. Berada nun jauh di luar angkasa, rupanya tak menjadikan posisi satelit aman dari ancaman. (more…)
Pejabat di Washington dibuat mencak-mencak atas uji coba rudal Rusia. Letnan Jenderal Nina Armagno, Chief of Space Operations US Space Force mengungkapkan, “Amerika Serikat harus mengambil langkah sesuatu atas uji coba rudal balistik Rusia baru-baru ini.” Rusia pada 15 Desember lalu telah melakukan uji coba rudal yang memberi ancaman langsung pada satelit yang ada di orbit rendah bumi. (more…)
Kedigdayaan Amerika Serikat dalam segmen rudal anti satelit memang belum bisa ditandingi oleh Rusia, terlebih AS berani mengklaim sebagai satu-satunya negara yang berhasil meluncurkan rudal anti satelit dan berhasil menghancurkannya saat berada di orbit luar angkasa. Meski begitu, Rusia saat masih berada dalam naungan Uni Soviet telah mempersiapkan sosok rudal anti satelit tandingan. (more…)
Saat membicarakan ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat, maka dari kubu militer Cina, sosok kapal perusak (destroyer) Type 055 Renhai Class cruiser tak bisa dikesampingkan, pasalnya inilah kapal kombatan terbesar yang dioperasikan AL Cina. Dengan bobot mati 13.000 ton, kapal perusak Type 055 digadang dapat mengimbangi kekuatan tempur AS di Pasifik. (more…)
Peristiwanya sudah berlangsung 35 tahun lalu, atau saat Perang Dingin masih bergelora, namun momen pada 13 September 1985, akan selalu dikenang dalam jagad dirgantara dan antariksa global, pasalnya untuk pertama kalinya dan boleh dibilang satu-satunya, sebuah satelit berhasil ditembak dan dihancurkan oleh rudal yang dilepaskan dari jet tempur. Sang algojo adalah F-15A Eagle dengan rudal anti satelit (anti satellite missile) ASM-135 ASAT (Anti-satellite weapons). (more…)