Belum lama ini viral tentang kendaraan taktis (rantis) lapis baja milik Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI yang tengah berpatroli dan bahkan sempat berhenti sejenak di depan markas Front Pembela Islam (FPI) di Jl. KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Lepas dari kontroversi yang mengemuka, namun yang yang menjadi pertanyaan netizen, jenis rantis apakah yang sempat bikin geger tersebut? (more…)
Bila Indonesia punya Maung dan Komodo, maka militer Rusia punya rantis sejenis yang disebut Tigr (aka Tiger) 4×4. Sebagai rantis lapis baja multiguna dengan mobilitas tinggi, kendaraan besutan Military Industrial Company, yang juga dikenal sebagai “Russian Humvee” ini telah diluncurkan dalam berbagai varian. Salah satu varian baru Tiger adalah Tiger Command and Control (C2). (more…)
Bulan Oktober yang bertepatan dengan hari besar bagi TNI, kerap membuat kejutan dalam dunia alutsista. Seandainya tak ada pandemi Covid-19, mungkin kita bakal melihat sosok rantis baru dalam parade militer 5 Oktober. Yang dimaksud rantis baru adalah Kozak 2M 4×4. Kabar akuisisi rantis lapis baja besutan Ukraina ini sontak membuat kejutan bagi netizen di Tanah Air. (more…)
Meski Marinir Rusia punya beragam alutsista amfibi yang terbaik di kelasnya, sebut saja seperti ranpur BTR-80/90 dan BMP-3, namun darri aspek kecepatan, sebagai ranpur lapis baja, kemampuan lesatnya di air tentu tak bisa terlampau diharapkan. Sementara ada kebutuhan hadirnya wahana amfibi yang mampu melesat cepat baik di air dan di darat. Berangkat dari hal tersebut, Baltic Machine-Building Company (BMK), perusahaan yang berbasis St Petersburg, memperkenalkan wahana amfibi yang terbilang unik. (more…)
Untuk kesekian kali, label Toyota Hilux ikut berkibar dalam jagad rantis (kendaraan taktis) produksi dalam negeri, persisnya beberapa hari lalu saat Menteri Pertahanan RI Prabowo mencoba rantis baru produksi PT Pindad, Maung 4×4, yang disebut menggunakan mesin dari Toyota Hilux. Berbeda dengan rantis berpenggerak 4×4 produksi PT Pindad sebelumnya, seperti Komodo, Maung 4×4 nantinya selain disasar untuk kebutuhan militer, juga akan dipasarkan dalamm varian sipil, yang artinya dapat dibeli masyarakat umum. (more…)
Rantis (kendaraan taktis) buggy dengan desain tubular punya tempat tersendiri dalam gelar operasi militer, pun dengan ketiga matra TNI rasanya tak asing dalam penggunaan jenis rantis ini, dimana umumnya rantis dengan rangka tubular digunakan dalam mendukung pergerakan pasukan khusus. Dan kabar baru datang dari Negeri Kiwi, dimana AD Selandia Baru telah menerima rantis tubular ringan MRZR D4 dari Polaris Government and Defense, perancang dan produsen rantis segala medan asal Amerika Serikat. (more…)
Yang satu ini bukan alutsista dengan efek deterens, namun yang satu ini adalah rantis lapis baja 4×4 yang notabene profilnya tak jauh beda dengan rantis-rantis lapis baja milik TNI pada umumnya. Tapi yang menarik, media Cina menyebut rantis di capture adalah batch pertama dari rantis lapis baja amfibi pesanan pasukan lintas udara (airborne troops) AU Cina. Disebutkan pula, rantis ini punya kemampuan untuk diterjunkan dari udara (air droppable). (more…)
Bila pada defile HUT TNI ke-72, 5 Oktober 2017, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD memperlihatkan rantis baru jenis P6-ATAV dan Jankel Al-Thalab LRPV (Long Range Patrol Vehicle) 4×4, maka pada HUT TNI ke-74, 5 Oktober 2019, Kopassus kembali akan memperlihatkan rantis terbarunya dari jenis lapis baja dengan kualifikasi MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) 4×4. (more…)
Ajang Defence and Security Equipment International (DSEI 2019) kembali diramaikan dengan rintisan baru dari perusahaan modifikator kendaraan taktis (rantis) asal Inggris, Jankel Armouring Limited. Meski namanya masih kurang terdengar, namun Jankel telah memasok rantis Al-Thalab LRPV (Long Range Patrol Vehicle) 4×4 untuk Kopassus TNI AD, Al-Thalab sendiri mengambil sasis Toyota Land Cruiser dan mesin dari Toyota Hilux. Dan di DSEI 2019 yang dihelat di London pada 10 – 13 September lalu, Jankel meluncurkan rantis hasil modifikasi dari sasis truk Mercedes Unimog 4×4. (more…)
Tampangnya memang tidak segahar rantis lapis baja Bushmaster yang digunakan Kopassus, namun desainnya terasa lebih realistis ketimbang prototipe rantis MRAP lansiran Delima Jaya. Inilah Ara alias Thunder yang beberapa waktu ini marak diperbincangkan netizen karena punya desain yang sedikit tak lazim, dan tentunya menarik karena rantis dengan kualifikasi Mine Resistant Ambush Protected (MRAP) ini adalah buatan Proforce Defence Limited, manufaktur kendaraan (karoseri) asal Nigeria. (more…)