Identitas nama kapal perang digunakan lebih dari satu kali, rasanya sudah lumrah di beberapa negara. Di Indonesia misalnya, TNI AL sudah beberapa kali memberikan identitas penamaan kapal perang yang sama dari generasi yang berbeda, sebut saja KRI RE Martadinata dan KRI I Gusti Ngurah Rai. Meski nama yang sama digunakan lebih dari sekali, tapi dipastikan nomer lambung kapal yang disematkan berbeda. (more…)
Setelah mengalami musibah akibat menabrak bangkai kapal pada 13 Mei 2016, nasib korvet Parchim Class KRI Pati Unus 384 kian redup. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melakukan penyelamatan dan perbaikan, namun karena biaya untuk perbaikan kapal buatan Jerman Timur ini dianggap terlalu besar, sementara usia kapal juga telah menua, maka kabar terakhir menyebut TNI AL telah melepas KRI Pati Unus 384, alias decommissioned dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar. (more…)
Secara kodrat, korvet Parchim TNI AL punya kemampuan melaksanakan misi AKS (Anti Kapal Selam). Bila dijabarkan lebih detail, tugas korvet buatan Jerman Timur ini tak sekedar memburu, melainkan juga menghancurkan target bawah air. Maka tak heran korvet ini dibekali torpedo, bom laut (depth charge), roket anti kapal selam RBU-6000, dan tentunya perangkat sonar. Namun, musibah yang menimpa KRI Pati Unus 384 di Perairan Belawan sontak mengagetkan kita tentang sosok pemburu kapal selam era Perang Dingin ini.