Selain menyisakan kesedihan mendalam bagi Bangsa Indonesia, musibah yang menimpa awak kapal selam KRI Nanggala 402 juga turut mengundang pertanyaan dari warganet. Selain pertanyaan tentang bagaimana musibah itu bisa terjadi, pertanyaan menarik lainnya adalah, apa yang mendasari Indonesia mengakuisisi kapal selam Type 209/1300 pada dekade 70-an. (more…)
Dengan telah ditemukannya badan kapal selam KRI Nanggala 402 yang berada di kedalaman 838 meter, Pemerintah Indonesia kini tengah berusaha untuk dapat mengangkat bagian kapal selam KRI Nanggala dari dasar laut. Jelas bukan perkara mudah, pasalnya posisi keberadaan kapal selam ada di kedalaman yang ekstrem. (more…)
Sesuai dengan komitmen Pemerintah Australia untuk membantu proses SAR kapal selam KRI Nanggala 402, maka dua kapal perang milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy) telah diperintahkan untuk merapat ke Perairan Bali. Dua kapal perang itu, yakni HMAS Ballarat dan HMAS Sirius, dilaporkan berlayar dengan kecepatan penuh menuju lokasi. (more…)
Ada rasa optimisme tersendiri saat India menawarkan bantuan untuk operasi SAR dan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402, selain Angkatan Laut India memang mempunyai peralatan yang menunjang untuk misi penyelamatan bawah air, rupanya ada kesamaan antara India dan Indonesia, dimana kedua negara sama-sama operator kapal selam Type 209 buatan Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), Jerman. (more…)
Dalam misi SAR terhadap hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Amerika Serikat diwartakan akan memberikan bantuan, yaitu dengan mengirimkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia, Boeing P-8A Poseidon. Punya kemampuan menjalankan misi anti kapal selam (AKS), kali ini dalam misi SAR, kemapuan AKS Poseidon akan dimanfaatkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402. (more…)
Selain Singapura dan Australia, Malaysia juga telah mengerahkan kapal penyelamat kapal selamnya untuk misi SAR dan evakuasi KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali. Kapal penyelamat dengan nama MV Mega Bakti milik Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dilaporkan telah bertolak hari Rabu (21/4/2021) dari Kota Kinabalu, Sabah, dan akan tiba di lokasi pada 25 April 2021. Sebagai negara yang mengoperasikan dua unit kapal selam Scorpene Class, tentu menarik untuk mengintip serba-serbi dari MV Mega Bakti. (more…)
TNI AL menyatakan berdasarkan hasil analisa sementara, kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak mengalami ‘black out’ atau mati listrik saat menyelam. Dikutip dari aa.com.tr, melalui keterangan resmi, TNI AL mengatakan ‘black out’ menyebabkan kapal tidak terkendali dan tidak dapat melaksanakan prosedur kedaruratan untuk muncul ke permukaan air sehingga jatuh pada kedalaman 600-700 meter. (more…)
Merespon kabar hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Pemerintah Indonesia telah mengirim distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Leaison Office) dan sudah ditanggapi oleh Singapura dan Australia yang selama ini mempunyai kapal penyelamat kapal selam. Dari sumber yang beredar, disebutkan kapal selam produksi Jerman itu berada di kedalaman 600-700 meter, sehingga diperlukan perangkat atau wahana khusus untuk misi evakuasi dan SAR. (more…)
Meski masih menunggu kabar resmi dari pihak TNI AL, hari ini (21/4/2021) ada kabar yang tidak menyenangkan dari dunia alutsista di Tanah Air. Dilansir dari Kompas.id, dikabarkan Satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia, KRI Nanggala 402 hilang. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 tersebut, dikhawatirkan, tenggelam. (more…)
Kapal Selam KRI Nanggala 402 saat melaksanakan operasi di utara Pulau Sapudi mengalami kerusakan pada sistem Udara Tekanan Tinggi (UTT), sehingga kapal selam tidak dapat timbul ke permukaan. Sebagai upaya terakhir kapal selam melaksanakan peran peninggalan. Dengan kondisi ini, seluruh awak kapal selam melaksanakan free escape ke permukaan dengan menggunakan MK-10 melalui conning tower. (more…)