
Setidaknya butuh waktu 20 tahun lagi sampai unit perdana jet tempur generasi keenam dalam proyek Future Combat Air System (FCAS) diterima oleh Jerman, Perancis dan Spanyol. Dalam periode ‘waktu tunggu’ yang lumayan panjang, segala kemungkinan dapat terjadi, eskalasi peperangan dapat meletus seketika dengan intensitas yang tak lazim. (more…)

Salah satu adegan utama dalam film Angel Has Fallen adalah saat perahu yang ditumpangi Presiden Allan Trumbull (Morgan Freeman) diserang sekawanan drone kamikaze. Ditambah kasus serangan drone secara masif pada kilang minyak Aramco di Arab Saudi, menyulut isu pengamanan obyek vital, baik bergerak dan statis menjadi yang sangat diperhatikan belakangan ini. (more…)

Bertembarnya perangkat anti drone, seperti jammer gun boleh jadi membuat tak nyaman para manufaktur drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dengan dalih mengamankan investasi bagi para penggunanya, Drone Evolution, pabrikan drone asal Tanah Britania Raya telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai SafeFlight. SafeFlight sendiri berwujud mini quad drone yang dilengkapi komponen anti jamming dan teknologi yang dapat menolak setiap upaya gangguan elektronika. (more…)

Bombardier Global 6000 sudah kondang sebagai pesawat jet eksekutif jarak jauh, namun di segmen militer, debut Global 6000 tak bisa dilepaskan dari GlobalEye, yaitu platform radar terbang AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang dirilis oleh Saab. Dimana GlobalEye mengadopsi Global 6000 sebagai wahananya. Dan terkait Global 6000, Turki diwartakan tengah mengembangkan Global 6000 sebagai stand-off jammer. (more…)

Anda masih ingat dengan salah satu adegan di film Hunter Killer, dimana kapal selam Amerika Serikat beberapa kali melepaskan torpedo decoy untuk menghalau terjangan torpedo dari kapal selam Rusia. Nah, belum lama ini ada kabar bahwa kapal selam Type 209 milik TNI AL juga akan dibekali apa yang disebut sebagai torpedo jammer dan decoy. Tentu ini berita yang menggembirakan, setelah akuisisi torpedo Black Shark dari Italia yang telah dilangsungkan. (more…)

Dua dari empat unit Sukhoi Su-27/Su-30 Skadron Udara 11 TNI AU yang selama ini sedang menjalani upgrade dan perawatan berat di Belarusia, telah tiba di homebase-nya, Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Kamis (3/8/2017) lalu. Diangkut pesawat angkut berat Antonov 124-100M-150, rasanya sudah jamak Sang Flanker wara wiri dibawa ke Rusia untuk misi perawatan berkala. Namun ada yang dinanti para pemerhati alutsista dari dua unit Sukhoi yang tiba 3 Agustus lalu. (more…)

Meski sudah punya enam unit Boeing E-7A Wedgetail, stasiun radar terbang yang punya kemampuan peperangan elektronik (electronic warfare) tingkat tinggi dengan jamming, faktanya AU Australia/Royal Australian Air Force (RAAF) masih belum puas untuk memperkuat elemen electronic warfare-nya. Guna mengantisipasi ancaman dari ‘utara’ yang sewaktu-waktu dapat timbul, AU Australia kini telah didapuk sebagai pemilik kekuatan udara nomer satu di belahan Asia Pasifik, terkhusus untuk meladeni pernika (perang elektronika). (more…)

TNI AU terlihat punya perlakuan khusus pada armada jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar. Setelah menjadi lini jet tempur yang pertama dibekali rudal udara ke udara dan udara ke permukaan jenis BVR (Beyond Visual Range). Sang Flanker dari Rusia ini juga bakal menjadi jet tempur pertama TNI AU yang dilengkapi perangkat ECM (Electronic Countermeasure) pod, dalam bahasa yang yang populer, ECM pod adalah perangkat jammer yang dipasang secara optional pada pesawat tempur. (more…)

IED (Improvised Explosive Device) kian menjadi momok menakutkan bagi laju pasukan infanteri dan kavaleri. Ambil contoh, ribuan pasukan AS dan koalisinya tewas di laga Irak dan Afghanistan dikarenakan tebaran IED, meski tak sedikit pula infanteri yang meregang nyawa akibat tembakan sniper. Popularitas IED kemudian mendorong hadirnya ranpur berkualifikasi Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP). Jenis ranpur yang juga tak asing digunakan Korps Baret Merah Kopassus TNI AD. (more…)

Baru-baru ini ada pemberitaan seputar pelatihan awak personel KRI dalam mengoperasikan GPS (Global Positioning System) jammer yang berlangsung di Lantamal Surabaya, 28 – 30 Oktober 2015. GPS jammer, meski kedengaran canggih, tapi sejatinya telah diadopsi di kapal perang TNI AL sejak tahun 2010. Dan hingga kini ada sekitar 10 kapal perang Satkor (Satuan Kapal Eskorta) yang dilengkapi GPS jammer.
(more…)