Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Dari Platform Bombardier Global 6000, Turki Kembangkan Stand-off Jammer

Bombardier Global 6000 sudah kondang sebagai pesawat jet eksekutif jarak jauh, namun di segmen militer, debut Global 6000 tak bisa dilepaskan dari GlobalEye, yaitu platform radar terbang AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang dirilis oleh Saab. Dimana GlobalEye mengadopsi Global 6000 sebagai wahananya. Dan terkait Global 6000, Turki diwartakan tengah mengembangkan Global 6000 sebagai stand-off jammer.

Baca juga: Ketika GlobalEye Memonitor Ruang Udara Indonesia

Stand-off jammer mungkin masih terdengar asing, persisnya di International Defence Industry Fair (IDEF) 2019, Turkish Aerospace dan Aselsan punya program bersama yang disebut HAVA SOJ. Dalam program tersebut, Global 6000 akan dibenamkan beragam perangkat elektronik canggih, khususnya untuk fungsi ‘membutakan’ mata radar lawan.

Dikutip dari flightglobal.com (2/5/2019), HAVA SOJ di Global 6000 mencakup instalasi sistem pengacau sinyal radar dan electronic support measure (ESM). Nantinya kombinasi perangkat canggih ini mampu melakukan identifikasi pemancar musuh, termasuk radar ground control intercept, radar surveillance dan radar pengendali tembakan pada sista hanud.

Dua Bombardier Global 6000 yang akan dikonversi.

Berbicara di IDEF 2019, Ibrahim Kilinc, Senior Lead Engineer, Airborne Electronic Warfare Programmes Aselsan mengatakan, “program yang dikembangkan nantinya akan mematiskan jet tempur Turki untuk melaksanakan operasi di perbatasan, termasuk bila ‘diharuskan’ melintasi perbatasan negara lawan.” Dengan label stand-off jammer, HAVA SOJ dapat membutakan sistem radar lawan dari jauh, atau dapat dilakukan saat pesawat terbang di teritorial udara sendiri.

Dalam program ini Turkish Aerospace berperan sebagai penyedian fasilitas uji dan sertifikasi pada pesawat. Sementara Aselsan berperan sebagai pemasok dari sebagian besar komponen elektronik. Bombardier selaku manufaktur pesawat turut terlibat sebagai sub-kontraktor, dimana perusahaan asal Kanada ini akan memberikan arahan pada modifikasi eksternal, penataan interior, dan desain konsol bagi operator.

Dua unit Bombardier Global 6000 sudah diserahkan kepada pemerintah Turki pada Maret 2019, dan selanjutnya akan masuk tahap konversi ke stand-off jammer. HAVA SOJ memang membutuhkan serangkaian modifikasi pada Global 6000. Sebut saja tepat di bawah fuselage nantinya akan dipasang large canoe yang berisi perangkat antena pemancar untuk memacetkan kerja radar lawan. Kemudian di atas fuselage juga dipasang large dome yang berisikan seabreg peralatan komunikasi. Sedangkan ESM pod nantinya akan dipasang pada ujung kedua sayap (wingtip). Tidak hanya itu, pada bagian ekor pesawat juga tail boom yang berisi perangkat sensor tambahan.

Sudah barang tentu, detail perangkat yang akan dipasang berstatus rahasia. Ibrahim Kilinc menyebut program ini masih dalam tahap perencanaan, diharapkan akhir tahun ini desain akhir sudah dapat dituntaskan.

Karena kompleksitas dalam instalasi perangkat dan tahapan ketat untuk meraih sertifikasi, jadwal peluncuran HAVA SOJ masih cukup lama, Turkish Aerospace memperkirakan pengiriman pesawat perdana baru akan dilakukan pada tahun 2023, dan pesawat kedua pada tahun 2025. Sebagai catatan, Uni Emirat Arab yang telah memesan GlobalEye pada tahun 2015, baru pada tahun 2018 pesawat tersebut diluncurkan dan sukses terbang perdana di Swedia. Jika HAVA SOJ sukses, maka tidak menutup kemungkinan untuk peluang ekspor.

Baca juga: Saab Resmi Perlihatkan Pesawat AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab

Sekilas tentang Bombardier Global 6000, pesawat twin engine ini hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk transit time pengisian logistik dan bahan bakar. Pesawat ini sanggup mengudara selama lebih dari 11 jam non stop. Global 6000 juga sanggup lepas landas dan mendarat di bandara kecil, persisnya hanya dibutuhkan landas pacu kurang dari 2 kilometer. (Haryo Adjie)

3 Comments