Menjadi sarang dari jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 Flanker dan pesawat intai maritim Boeing 737-200 “Camar” Surveillance, sudah barang tentu Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar di Sulawesi Selatan masuk sebagai Lanud tipe A. Karena tergolong instalasi militer strategis, Lanud Hasanuddin mendapat perlindungan khusus dari Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 472 Korps Pasukan Khas TNI AU. Dan pada hari kamis lalu (13/7), Denhanud 472 melakukan uji coba penembakkan rudal hanud Chiron dan kanon CIWS (Close In Weapon System) Oerlikon Skyshield, di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. (more…)
Andai saja proyek KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class terus berjalan, mungkin imbas positifnya proyek USV (Unmanned Surface Vehicle) alias drone laut Bonefish akan terus dilanjutkan ke tahapan pembuatan prototipe. Di ajang Indo Defence 2014, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) telah memperkenalkan full mockup Bonefish, dan bila kesemuanya lancar, saat itu dijadwalkan prototipe Bonefish bakal mulai diuji coba pada tahun 2015. Meski dihadirkan PT Lundin Industry Invest, namun sokongan teknologi drone yang mampu melesat 40 knots ini dipasok oleh Saab dari Swedia. Karena mangkrak-nya proyek Klewang, dan lepasnya keterlibatan Saab dalam proyek KCR trimaran tersebut, maka mimpi Indonesia untuk menghadirkan prototipe Bonefish ikut sirna. (more…)
Sosoknya boleh dibilang kecil bahkan terlihat imut, harganya pun ditaksir hanya belasan juta, tapi siapa sangka sebuah drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) quadcopter mampu mengganggu aksi jet tempur Sukhoi Su-30MK2 TNI AU yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Ini bukan skenario dalam latihan, tapi benar-benar terjadi pada 27 April 2017 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (more…)
Karena kerap digunakan untuk misi pengintaian oleh lawan, maka drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) lebih berharga jika bisa ditangkap atau dialihkendali, sehingga drone dengan muatan sensor dan database berteknologi tinggi dapat dipelajari isinya. Metode untuk meng-capture drone ada beberapa cara, mulai dari jamming seperti yang berhasil dilakukan Iran pada drone RQ-170 Sentinel milik AS, dimana kendali drone dapat diakuisisi sampai didaratkan. Atau ada langkah jamming frekuensi untuk melumpuhkan drone guna dijatuhkan. (more…)
Di pameran dirgantara Aero India 2017 di kota Bangalore (14 – 18 Februari), Indomiliter.com menjadi salah satu media dari Indonesia yang pertama kali berkesempatan melihat langsung Saab Skeldar V-200, jenis drone helikopter VTOL (Vertical Take Off and Landing) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang dikabarkan dalam waktu dekat bakal dikirim ke Indonesia. Dibanding drone pada umumnya, Skeldar V-200 memang dirancang untuk tugas-tugas yang berkaitan pada intai maritim. (more…)
Setelah awal tahun lalu Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI memesan tiga unit drone helikopter Rajawali 350, kini drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) helikopter dengan kemampuan real time intai maritim dari tipe yang lebih canggih dikabarkan bakal segera hadir di Indonesia. Yang dimaksud drone VTOL (Vertical Take Off and Landing) Saab Skeldar V-200 yang telah merampungkan masa uji dan performa pada kuartal keempat tahun 2016. Dan kini Skeldar V-200 dalam status siap dikirmkan ke Indonesia. (more…)
Segala upaya dilakukan Pemerintah Cina untuk memperlihatkan superioritas militernya di kawasan sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Untuk peran surveillance, selain mengerahkan satelit mata-mata, Cina diketahui juga telah menerbangkan drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) andalannya untuk memindai setiap potensi ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul. Dan drone intai yang digunakan Cina di LCS adalah Harbin BZK-005, jenis drone yang masuk kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)
Setelah berhasil mengirimkan drone/UAV fixed wing (Unmanned Aerial Vehicle) Rajawali 330 ke TNI AD dan mendapat order drone helikopter Rajawali 350 untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, perusahaan swasta nasional PT Bhinneka Dwi Persada (BDP) di Indo Defence 2016 menampilkan sosok drone dengan sayap lebar, Rajawali 720. Bahkan bisa dibilang Rajawali 720 adalah drone dengan bentang sayap terlebar yang diproduksi di dalam negeri. (more…)
Jenis drone dengan kemampuan misi khusus kini bertambah lagi di Indonesia, setelah Badan SAR Nasional (BASARNAS) resmi mengoperasikan drone helicopter jenis SDO 50V2 buatan Swiss Drones Operating AG. Drone dengan dua rotor tegak dan tampil khas dengan balutan cat warna oranye ini menjadi salah satu ikon yang ditampilkan dalam pameran indoor di Indo Defence 2016 yang berlangsung 2 – 5 November 2016. (more…)
Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), lembaga dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia belakangan terus melakukan modernisasi pada armada kapal patrolinya. Bahkan untuk urusan radar di kapal patroli, KPLP kini mengikuti jejak TNI AL, yakni mengadopsi radar intai dan navigasi besutan Terma, manufakur sistem elektronik pertahanan dari Denmark. Sebelumnya Terma telah memasok sistem radar intai SCANTER 4100 untuk frigat KRI Fatahillah 361. (more…)