Hujan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan Barat kepada industri Rusia, salah satunya dimaksudkan untuk menjegal produksi persenjataan dari Negeri Beruang Merah, pasalnya AS mengklaim sejumlah komponen berteknologi tinggi, seperti perangkat mini prosesor masih didatangkan dari luar Rusia. (more…)
Semestinya pengembangan drone copter bersenjata di Indonesia dapat bercermin dari apa yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina dalam konflinya yang masih berkobar. Dari kubu Rusia, drone quadcopter FPV (First Person View) yang dipersenjatai dengan roket anti tank RPG-26 Aglen nampak dominan digunakan, pasalnya senjata anti tank disposable ini punya bobot relatif ringan dan tersedia dalam jumlah besar. (more…)
Dengan ukuran yang relatif kecil, bukan perkara mudah untuk mempersenjatai drone quadcopter, apalagi ada harapan untuk menempatkan senjata berpresisi tinggi. Namun, Roketsan, manufaktur pertahanan terkemuka dari Turki berhasil meluncurkan rudal berpemandu laser yang disebut terkecil di dunia. Rudal yang dimaksud adalah “Mete” dan telah sukses diuji coba pada drone Gokalp produksi Pavo Group. (more…)
Amerika Serikat telah mensahkan paket kucuran dana tambahan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina. Lantaran ada anggaran segar yang akan dikucurkan ke industri pertahanan, maka ada peluang bisnis di dalamnya. Sebut saja Feloni Aero, manufaktur drone yang berkantor di Washington DC, telah memperkenalkan dua jenis drone copter bersenjata yang disasar untuk penggunaan di Ukraina. (more…)
Meski pemerintah Cina secara tidak langsung ‘mendukung’ Rusia dalam operasi militer di Ukraina, namun ada anomali dari sisi bisnis, pasalnya perusahaan swasta asal Cina, DJI Technology Inc, tetap menjadi pemasok utama untuk drone untuk Ukraina. Lantaran DJI Technology menjadi produsen drone copter FPV (First Person View) terbesar di dunia, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal pernah menyebut bahwa negaranya sangat bergantung pada drone DJI Mavic buatan Cina. (more…)
Pergerakan prajurit marinir di wilayah Papua akan mendapat kemudahan dengan kehadiran drone copter untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional. Seperti pada Selasa, 16 April 2024, Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar uji coba dua unit sistem drone copter yang nantinya digunakan untuk tugas operasi Korps Marinir sebagai bagian dari Satgas Pengamanan dan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024. (more…)
TNI AD, khususnya satuan Artileri Medan (Armed) mendapat tambahan alutsista baru, yaitu berupa drone copter untuk menunjang misi Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR). Drone copter berukuran mini tersebut adalah Alpha A900 buatan perusahaan asal Spanyol, Alpha Unmanned Systems SL. (more…)
Ukraina secara terang-terangan menyatakan ‘bergantung’ pada pasokan drone dari DJI Technology. Di tangan para kreator, drone quadcopter sejenis DJI Mavic series telah terbukti berguna di medan peperangan berkat kemampuan FPV (First Person View). Bukan hanya oleh Ukraina, militer Rusia juga sedari awal memanfaatkan drone besutan manufaktur Cina ini untuk misi intai dan kamikaze. Namun belum lama ini terekam dalam postingan penggunaan drone yang lebih besar, yakni DJI Agras T30. (more…)
Tak ada yang menyangkal keampuhan drone copter FPV (First Person View) dalam perang di Ukraina. Dengan FPV maka drone dapat dinavigasi secara jelas dari ‘kacamata’ pilotnya. Bahkan untuk keperluan dokumentasi plus propaganda, visual yang dihasilkan drone FPV saat mengenai sasaran mampu menciptakan impresi. Namun, tantangan dari drone quadcopter FPV terbentur pada jangkauannya yang terbatas. (more…)
Lewat email yang diterima redaksi Indomiliter.com, pihak Schiebel Elektronische Geraete GmbH selaku manufaktur drone copter Schiebel Camcopter S-100, memberikan klarifikasi atas artikel di Indomiliter.com yang menyebut drone asal Austria ini dapat dipersenjatai. Pihak Schiebel mengatakan bahwa S-100 tidak pernah menjadi drone tempur, meski diakui bahwa pada tahun 2008, salah satu mitra Schiebel pernah menampilkan konsep S-100 yang dipersenjatai rudal LMM (Lightweight Multirole Missile) produksi Thales Air Defence. (more…)