Meski dibangun dari kelas yang sama, namun pemberian label oleh operator bisa berlainan dalam segmen kapal perang. Seperti belum lama ini, AL Meksiko resmi menerima ARM Reformador 101 dari Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), galangan kapal kondang asal Belanda. Oleh AL Meksiko, ARM Reformador 101 disebut sebagai Long Range Ocean Patrol Vessels atau dalam bahasa Meksiko disebut POLA (Patrulla Oceánica de Largo Alcance) Class. (more…)
Meski punya aliansi pertahanan dengan Cina, dan banyak akusisi dan pengembangan produksi alutsistanya berasal dari Cina, namun bukan berarti program pengadaan alutsista Pakistan benar-benar berpaling dari Barat. Selain masih mempertahankan penggunaan jet tempur F-16, Pakistan nyatanya masih mengorder kapal perang dari perusahaan asal Belanda. (more…)
Setelah Inggris mengumandangkan program Arrowhead 140 – yang akhirnya memutuskan desain Type 31 untuk frigat masa depan, maka Jerman pun tak mau ketinggalan dalam program pembangunan frigat baru. Di luar kebiasaan, Pemerintah Jerman telah memutuskan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dari Belanda sebagai kontraktor utama proyek frigat MKS 180 multirole combat ships untuk AL Jerman. (more…)
Dalam sebuah upacara kecil di PT PAL Surabaya, pada 4 Desember 2019 telah berlangsung re-delivery frigat KRI RE Martadinata 331 yang dilakukan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL kepada TNI AL, re-delivery ini merupakan tanda bahwa proses integrasi sebagian besar sistem senjata dan Combat Management System (CMS) Tacticos di kapal perang tercanggih di TNI AL telah tuntas dilakukan. Seperti diketahui, KRI RE Martadinata 331 resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL pada 7 April 2017. (more…)
Sebelum dua frigat – Perusak Kawal Rudal (PKR) RE Martadinata Class tuntas dalam proses dipersenjatai, maka predikat kapal perang dengan kemampuan sensor dan persenjataan tercanggih di Satuan Kapal Eskorta TNI AL masih disandang korvet Diponegoro Class (Sigma 9113) buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Dan diantara persenjataan yang ada di korvet tersebut, keberadaan peluncur rudal Mistral Tetral adalah yang menjadi ciri khas tersendiri. (more…)
Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)
Setelah Singapura, Indonesia dan Filipina, kini Malaysia juga menginginkan angkatan lautnya diperkuat dengan kehadiran kapal jenis Landing Platform Dock (LPD). Setidaknya tiga negara tengah dipertimbangkan dalam tender sebagai pemasok, yakni Indonesia, Belanda, dan Cina. Dari Indonesia ada Makassar Class produksi PT PAL, sementara dari Cina ada Type 071, dan dari Belanda ditawarkan Enforcer 10000. Dari ketiga jenis LPD yang disebut, Enforcer 10000 terbilang asing di telinga, meski galangan pengusungnya lekat di Indonesia, yaitu Damen Schelde, nama besar dibalik PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. (more…)
Setelah diluncurkan tahun lalu dan melewati serangkaian uji coba (sea trial), Perusak Kawal Rudal (PKR) Martadinata Class kedua, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai 332, Rabu (10/1/2018) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL. Seolah ingin menyelaraskan asal daerah pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, maka kapal perang yang punya kode GNR ini diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Dermaga 2 Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali. (more…)
Meski belum semua senjatanya terpasang, bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara (7/4/2017), flagship kapal kombatan TNI AL, KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331 akhirnya resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL. Upacara pengukuhan dilakukan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Dari tampilan yang diperlihatkan di beberapa foto media nasional, slot untuk kanon CIWS (Close In Weapon System) di depan anjungan nampak masih kosong.
Menjelang momen serah terima PKR (Perusak Kawal Rudal) KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331, yang dijadwalkan akan diserahterimakan ke TNI AL pada akhir Januari 2017, segala persiapan terus dikejar untuk penampilan flagship kapal perang Indonesia ini. Selain pengadaan sistem persenjataan yang tengah berjalan, belum lama ini Thales Nederland selaku pemasok mission suite untuk dua PKR (termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai 332) telah merampungkan tahap implementasi dan uji coba Combat Management System (CMS) Tacticos di KRI RE Martadinata 331. (more…)