
Dengan tingkat kesulitan yang tinggi serta biaya yang besar, program upgrade armada kapal selam identik dengan waktu yang panjan karema memakan waktu beberapa tahun. Seperti pada kasus kapal selam diesel listrik Collins class milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN), yang mau tak mau harus di-upgrade agar nampu beroperasi optimal hingga tibanya kapal selam bertenaga nuklir, Virginia class dan AUKUS class. (more…)

Bagi armada kapal selam Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN), torpedo canggih MK48 bukan barang baru, lantaran senjata bawah laut ini telah mencapai kesiapan operasional pada tahun 2006. Masih diproyeksi sebagai senjata andalan pada kapal selam diesel listrik Collins class, Australia dikabarkan akan melakukan pesanan tambahan atas torpedo MK48. (more…)

Meski punya rencana besar untuk mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, namun kekuatan armada kapal selam Australia saat ini tidak jauh lebih baik dari tetangganya di utara. Bila pada berita bulan Mei lalu disebut setengah kapal selam Collins class tidak dapat berlayar pada tahun ini, maka ada kabar update yang lebih ekstrim lagi, ternyata saat ini hanya ada satu unit kapal selam Collins class yang mampu beroperasi penuh. (more…)

Tak puas dengan kemampuan meluncurkan rudal anti kapal UGM-84 Harpoon, Australia yang merasakan adanya ancaman besar dari utara berusaha melakukan upgrade pada ‘sisa masa pengabdian’ kapal selam diesel listrik Collins class. Lantaran menanti kapal selam nuklir Virginia class masih lama (tahun 2030) dan AUKUS class (tahun 2040), maka sejak tahun 2022 dicanangkan untuk menambahkan kemampuan serangan jarak jauh pada Collins class, bersaaan dengan jadwal upgrade pada keenam kapal selam tersebut. (more…)

Dengan anggaran pertahanan yang memadai, Australia sudah barang tentu sanggup untuk merawat alutsista modernya dengan baik. Namun, belum lama ini ada kabar yang mengejutkan, yakni armada kapal selam Collins class milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy) disebut telah mengalami korosi, bukan sembarang korosi, pasalnya akibat korosi menyebabkan setengah dari armada Collins class tidak dapat berlayar pada tahun ini. (more…)

Nama kapal selam Collins class terasa tak asing lagi di telinga, pasalnya Collins class adalah kapal selam diesel listrik milik Angkatan Laut Ausralia (Royal Australian Navy/RAN), yang notabene sering dibicarakan netizen di Indonesia. Dan salah satu Collins class, yakni HMAS Waller (SSG-75) saat ini sedang singgah di dermaga Madura Timur, Koarmada II, Surabaya (27/8/2023). (more…)

Setelah meraih sukses dalam tender Protected Mobile Fires (Program LAND 8116 Phase 3), dimana Hawnha Defence meraih kontrak US$1 Miliar untuk memasok 30 Unit AS9 Huntsman Self Tracked Propelled Howitzer (SPH) dan 15 Unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV), dan kini tenga berkompetisi dalam tender IFV (Infantry Fighting Vehicle) Redback beroda rantai. Ada kabar bahwa Korea Selatan saat ini tengah merayu Australia untuk membeli kapal selan konvensional, yakni sebagai pengisi gap (celah) saat kapal selam Collins Class pensiun. (more…)

Seiring pembentukan pakta pertahanan AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris, Australia telah memproklamirkan bakal mengakuisisi delapan unit kapal selam bertenaga nuklir. Meski begitu, bukan perkara mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut. Terlepas dari mana kapal selam nuklir itu akan dibangun nantinya, satu yang pasti kapal selam nuklir bila didatangkan dalam wujud baru, maka akan makan waktu panjang, dimana diproyeksikan baru dapat diterima Angkatan Laut Australia (RAN) pada tahun 2040. (more…)

Australia dengan dukungan pakta AUKUS telah menetapkan pilihanya untuk mengadopsi delapan kapal selam nuklir. Meski belum ketahuan platform apa yang akan jadi rujukan Australia untuk kapal selam nuklirnya, tapi dipastikan program pembangunan kapal selam nuklir tidak mudah dan bakal memakan waktu lama, terlebih bila nantinya konstruksi kapal selam nuklir akan dibangun di wilayah Australia. (more…)

Masih butuh 10 tahun lagi bagi AL Australia (RAN) untuk menerima unit perdana kapal selam negerasi terbarunya, Attack Class. Berdasarkan kontrak senilai Aus$50 miliar, AL Australia akan menerima unit perdana dari 12 unit kapal selam diesel listrik yang teknologinya dipasok oleh Naval Group. Mengingat masih sangat lama untuk menanti Attack Class, maka upaya peningkatan kemampuan pada armada kapal selam Collins Class tak bisa ditawar lagi. (more…)