Supacat dan MOOG Tampilkan Sistem Hanud Modular Bersenjata ‘Hybrid’ di Rantis HMT 600 6×6

Perusahaan pertahanan asal Inggris Supacat dan MOOG dari Amerika Serikat, merilis sistem pertahanan udara (hanud) bergerak yang didasarkan pada platform kendaraan taktis (rantis) HMT (High Mobility Transporter) 600 (Coyote) 6×6, yang mengintegrasikan turret modular RIwP (Remote Independent Weapon Platform) yang memadukan rudal hanud Starstreak, Brimstone, kanon Bushmaster 30mm, dan advanced sighting systems.
Baca juga: Drone Kamikaze Lancet Rusia Hancurkan Ransus Supacat 6×6 yang Berisi Rudal ASRAAM
Inovasi dari Supacat dan MOOG dirancang memenuhi kebutuhan Ground Based Air Defence (GBAD) Angkatan Darat Inggris (Royal Army). Sistem ini secara khusus dirancang untuk mengatasi tantangan yang semakin meningkat yang ditimbulkan oleh ancaman udara tradisional dan teknologi yang sedang berkembang, seperti ancaman drone, menjadikan kendaraan ini sebagai aset penting untuk operasi pertahanan udara saat ini dan masa depan.
Inti dari HMT 600 ini adalah turret RIwP, yakni sistem modular yang dikembangkan oleh MOOG. Desain turret memungkinkan integrasi dengan berbagai sistem persenjataan, memastikan bahwa turret dapat disesuaikan untuk memenuhi tuntutan pertempuran modern yang terus berubah.
Untuk aplikasi khusus ini, turret RIwP dipersenjatai dengan kombinasi persenjataan yang canggih di kelasnya, termasuk rudal hanud VSHORAD Starstreak dan Brimstone, serta kanon 30mm M230 LF Bushmaster dari Northrop Grumman, yang menyediakan kemampuan pertahanan jarak dekat.

Selain itu, kendaraan ini dilengkapi senapan mesin koaksial 7,62mm, yang meningkatkan keserbagunaannya dalam menghadapi ancaman yang lebih ringan dan menawarkan daya tembak tambahan untuk operasi darat.
Rudal Starstreak adalah sistem MANPADS tercepat di dunia (Mach 4) yang unggul dalam menargetkan pesawat yang terbang rendah, terutama helikopter dan jet yang bergerak cepat. Dikenal karena kecepatan dan presisinya, Starstreak menawarkan kemampuan penyebaran dan penguncian yang cepat pada jarak yang sangat pendek.
A particularly tasty RiWP turret on a @SupacatLtd HMT, a pair of fantastic systems being discussed at the @supacat capability day in Aldershot today pic.twitter.com/4Cl2GvUwz9
— Jon Hawkes (@JonHawkes275) February 27, 2025
Sistem Starstreak yang dipandu laser memberikan presisi yang optimal, memungkinkan operator untuk menyerang target yang bergerak cepat dengan tingkat penghancuran tinggi. Jangkauan tembak rudal ini biasanya sekitar 6 hingga 7 kilometer, yang memungkinkannya menetralkan pesawat yang terbang rendah dan ancaman udara lainnya dengan cepat dan efektif.
Sementara adanya rudal Brimstone di menara RIwP secara signifikan meningkatkan daya mematikan kendaraan tersebut. Rudal ini mampu menyerang target tetap dan bergerak pada jarak yang jauh, Brimstone menawarkan tingkat akurasi dan fleksibilitas yang luar biasa.

Jangkauan tembak rudal ini sekitar 20 kilometer untuk aplikasi udara-ke-permukaan, dan dapat secara efektif menyerang target udara dan darat—seperti kendaraan lapis baja dan infrastruktur—menjadikannya alat yang sangat efektif untuk pertahanan udara terpadu dan operasi dukungan udara jarak dekat.
Untuk kanon, turret RIwP dibekali kanon Bushmaster 30mm M230 LF, yang menyediakan solusi pertahanan jarak dekat yang kuat. Senjata ini sangat efektif dalam melawan kawanan pesawat nirawak, tantangan yang terus berkembang dalam peperangan modern, karena kemampuannya untuk menyerang banyak target dengan cepat dan efisien.
WESCAM MX-20HD: Dongkrak Kemampuan Boeing 737 Patmar TNI AU ‘Setara’ Poseidon
Integrasi sistem penglihatan canggih semakin meningkatkan kemampuan turret RIwP, yakni dengan adopsi dengan WESCAM MX-GCS EO/IR Independent Stabilized Sighting System, yang mana awak kendaraan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kesadaran situasional dan ketepatan penargetan.
Sistem ini menggunakan sensor elektro-optik (EO) dan inframerah (IR) untuk menawarkan pelacakan target yang sangat akurat baik dalam kondisi siang maupun malam. Stabilisasi independen sistem ini memastikan bahwa target dapat dibidik bahkan dalam kondisi operasional yang dinamis, seperti saat kendaraan bergerak dengan kecepatan tinggi atau beroperasi di medan yang terjal.
Sistem penglihatan ini memainkan peran penting dalam memastikan bahwa kru dapat mempertahankan kemampuan penargetan yang optimal saat menghadapi ancaman udara yang bergerak cepat atau sulit dideteksi.
Sistem hanud bergerak ini mempercayakan ranpur HMT 600 6×6 produksi Supacat. Konfigurasi 6×6 platform HMT menawarkan stabilitas dan mobilitas yang ditingkatkan, yang memungkinkan kendaraan untuk dengan cepat melintasi medan yang kasar dan mengimbangi operasi darat yang bergerak cepat.
Kemampuan ini menjadikan kendaraan pertahanan udara ini sangat cocok untuk zona konflik perkotaan dan medan perang terbuka, di mana pergerakan cepat dan kemampuan beradaptasi menjadi hal yang terpenting. Selain itu, sifat modular dari turret RIwP memastikan bahwa kendaraan ini dapat dengan mudah dikonfigurasi ulang untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional. (Gilang Perdana)
Gaya Supacat Jackal dengan Radar Giraffe 1x, Ideal Diadopsi dalam Laga Perang di Ukraina



Widya,
Belum jelas yang usd 15,1 miliar aka hampir 250 triliun rupiah (dibagi 5 tahun, jadi per tahun sekitar 49-50 triliun rupiah) apakah terdiri dari rupiah murni atau dari pinjaman luar negeri. Jika usd 15,1 miliar ini adalah dari pinjaman luar negeri maka ini adalah bagian dari sisa pagu usd 55 miliar tersebut. Untuk sementara anggaplah usd 15,1 miliar ini adalah bagian dari pagu pinjaman luar negeri usd 55 miliar.
@Tukang Ngitung: “Dari antara angka tersebut, hari ini muncul lagi angka untuk AD untuk 2025 – 2029 sebesar 31,7 triliun rupiah atau usd 1939 juta (kurs 16,35 ribu per 1 usd).” jika 15,1 miliar dolar – 1939 juta dolar = 13161 juta dolar dan apabila dibagi 2 matra (laut dan udara) maka dapatnya masing-masing 6580 juta dolar apabila dibagi dalam tempo 5 tahun pun dapatnya cukup besar, jauh lebih besar dari matra darat yang hanya kebagian “kue” sebesar 1939 juta dolar saja, melihat angka tersebut apakah selama 5 tahun kedepan proyeksi pembangunan pertahanan RI fokus pada matra laut dan udara sementara sisa PLN dari pagu 55 miliar dolar tetap akan digunakan? Mohon pencerahannya
Ini adalah Pantsir versi Inggris. Daripada yang begini saya lebih suka rudal shorad yang bisa digotong perorangan (MANPADS). Orangnya sembunyi trus tahu-tahu rudal meluncur ke arah pesawat musuh. Habis meluncurkan rudal trus lari sembunyi lagi.
Kemarin ada muncul indikasi anggaran pengadaan alutsista 2025 – 2029 sebesar lebih dari 240 triliun rupiah atau kalo dikurskan usd 15,1 miliar (kurs 16,35 ribu rupiah per 1 usd).
Dari antara angka tersebut, hari ini muncul lagi angka untuk AD untuk 2025 – 2029 sebesar 31,7 triliun rupiah atau usd 1939 juta (kurs 16,35 ribu per 1 usd).
Dari usd 1939 juta tersebut bisa dibelikan :
18 medium tank harimau
72 panser anoa
36 panser pandur
36 meriam 155 mm
60 komodo pindad
270 manpads setara stinger
288 atgm setara javelin
18 s70 blackhawk
12 bayraktar
Tetapi angka 31,7 triliun tersebut kalo dibagi 5 tahun jadi 6 triliun rupiah lebih per tahun. Harapan saya 6 triliun rupiah per tahun ini adalah rupiah murni sehingga kalo 31,7 triliun alias 1939 juta usd jadi uang muka 15% dari pinjaman luar negeri bisa jadi usd 12,9 miliar.
Kalo benar usd 12,9 miliar pasti hasilnya sekitar 6 kali lipat dari list alutsista di atas. Tapi untuk sementara pegang dulu lah usd 1939 juta ini supaya tidak terlalu kecewa.
Hihihihi