Solusi Pertahanan Udara Interim, Denmark Sewa Sistem Hanud NASAMS dari Norwegia

Konsep pengadaan alutsista untuk tujuan interim (sementara) sudah jamak kita dengar, sebut saja seperti rencana pengadaan kapal selam interim yang sempat diutarakan oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. Namun, ada yang berbeda dari Skandinavia, yakni pengadaan interim ditujukan untuk pengadaan sistem pertahanan udara (hanud) melalui jalur sewa (lease).
Baca juga: Lama Menanti Scorpene Evolved, KSAL Usulkan Pengadaan Kapal Selam ‘Interim’, Apakah itu?
Adalah Denmark yang berencana untuk menyewa sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) dari Norwegia. Dalam konteks kerja sama antara negara Skandinavia yang sama-sama tergabung dalam NATO, Denmark telah mencapai kesepakatan dengan Norwegia untuk menyewa NASAMS yang akan dikirim pada aknir tahun 2025.
Langkah pengadan sistem hanud sewa ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Denmark sementara sistem permanen sedang dibangun. Pengumuman ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Denmark, yang menyatakan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani antara Danish Defence Acquisition and Logistics Organization (DALO) dan mitranya dari Norwegia, Norwegian Defence Materiel Agency.
Saat ini, sistem hanud NASAM yang akan disewa oleh Denmark, sedang dipersiapkan di Pangkalan Udara Utama Ørland di Norwegia, di mana sistem ini akan menjalani serangkaian uji teknis dan prosedur pemeliharaan untuk memastikannya beroperasi penuh sebelum ditransfer. Sementara itu, personel artileri pertahanan udara Denmark akan menerima pelatihan khusus di Norwegia agar terbiasa mengoperasikan NASAMS.

Kolonel Jan Toft, head of Denmark’s Ground-Based Air Defense development program, menekankan kecepatan tercapainya kesepakatan tersebut, dan mengaitkannya dengan kerja sama Nordik yang kuat. Ia menyebutnya sebagai demonstrasi koordinasi regional dalam lingkungan keamanan yang terus berubah.
Pinjaman tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat pertahanan udara Denmark dengan cepat. Menanggapi persyaratan NATO dan ancaman yang terus berkembang, Kopenhagen meluncurkan program akuisisi yang dipercepat yang didanai melalui Accelerationsfonden, dengan anggaran yang melebihi $570 juta.
Koordinasi dengan Belanda, Belgia Akuisisi 10 Baterai Sistem Hanud NASAMS Senilai Hampir $3 Miliar
NASAMS di Denmark nantinya akan diintegrasikan ke dalam keseluruhan struktur pertahanan udara Denmark, dengan koordinasi bersama fregat rudal dan pesawat tempur. Sebagai bagian dari upaya modernisasi yang sama, Denmark juga telah menyetujui pembelian empat pesawat peringatan dini udara Saab GlobalEye dari Swedia. Platform ini dilengkapi dengan radar AESA Erieye, yang menawarkan jangkauan pengawasan udara hingga 650 km dan deteksi target darat hingga 425 km. Radar ini juga mampu mendeteksi drone pada jarak 100 hingga 600 km, sehingga meningkatkan kewaspadaan situasional multidomain Denmark.
Jumlah yang disewa Denmark adalah satu sistem NASAMS buatan Kongsberg Defence & Aerospace. Satu sistem (baterai) NASAMS terdiri dari beberapa komponen utama, dan jumlah peluncurnya bisa bervariasi tergantung konfigurasi dan kebutuhan pengguna. Namun, dalam konfigurasi standar NATO atau Norwegia, satu sistem (satu baterai NASAMS) umumnya mencakup 3–6 unit peluncur, 1 unit Fire Distribution Center (FDC), 1–3 unit radar AN/MPQ-64 Sentinel, 1 atau lebih (opsional) Electro-Optical Tracking Unit dan beberapa Radio & Data Communication Units.
Raytheon AN/MPQ-64 F1 Sentinel, Radar Intai Pada Sistem Hanud NASAMS
Setiap peluncur membawa 6 rudal siap tembak (biasanya AIM-120 AMRAAM). Jadi jika Denmark menyewa 1 baterai NASAMS dengan 4 peluncur, berarti total ada 24 rudal siap luncur.
Selain menyewa NASAMS, Denmark juga berencana membeli satu sistem IRIS-T dari Diehl Defence dan satu sistem Mica VL dari MBDA. Ketiga sistem ini akan berfungsi sebagai solusi jangka pendek hingga Denmark menentukan sistem pertahanan udara permanen yang akan digunakan.
Kongsberg Luncurkan Sistem Hanud NASAMS Self Propelled dengan Rudal IRIS-T Buatan Jerman
Saat ini, Denmark belum mengumumkan rencana untuk membeli NASAMS secara permanen. Penyewaan NASAMS dari Norwegia merupakan langkah sementara sambil menunggu keputusan akhir mengenai sistem pertahanan udara jangka panjang. Keputusan tersebut diharapkan akan diambil pada akhir tahun ini.
Sementara untuk solusi jangka panjang (pasca-2026), Denmark sedang mengevaluasi sistem pertahanan udara jarak menengah hingga jauh untuk solusi permanen. Kandidat utama yang dipertimbangkan termasuk SAMP/T NG (Prancis-Italia) dan Patriot (AS). (Gilang Perdana)


