Update Krisis IranKlik di Atas

Siap Ladeni Invasi Darat AS! Iran Operasikan Drone Kamikaze Taktis Rezvan GLMD-24W4.5-R2

Keunggulan Iran dalam kancah drone kamikaze global kini memasuki fase yang lebih taktis. Di tengah bayang-bayang potensi operasi darat besar-besaran oleh Amerika Serikat, Teheran melalui HESA (Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company) memperkenalkan Rezvan (atau Rezwan), yang mengusung kode teknis GLMD-24W4.5-R2.

Baca juga: Di Ambang Perang, Iran Tampilkan Rudal Anti Tank “Shafaq” dari Helikopter Serang AH-1J Cobra

Drone kamikaze ini dirancang bukan untuk serangan jarak jauh, melainkan sebagai “pagar berduri” di garis depan. Dengan desain sayap lipat cruciform yang sepintas identik dengan seri Hero Israel, Rezvan membawa misi tunggal: menghancurkan elemen manuver dan rantai logistik lawan dalam radius 20 kilometer.

Berbeda dengan drone besar yang membutuhkan koordinasi komando pusat, Rezvan GLMD-24W4.5-R2 adalah senjata organik bagi pasukan infanteri dan unit reaksi cepat IRGC. Sistem tube-launched yang portabel memungkinkannya dibawa oleh tim kecil dalam ransel, menjadikan setiap unit gerilya mampu melakukan serangan presisi secara mandiri.

Keunggulan utamanya terletak pada integrasi fungsi ISR (pengintaian) dan strike (serangan) dalam satu platform. Hal ini memangkas siklus sensor-to-shooter menjadi hitungan menit. Pasukan di lapangan kini bisa mendeteksi, melacak, dan menghantam target tanpa harus bergantung pada dukungan udara atau ISR dari wahana yang lebih tinggi.

Rezvan punya radius tempur 20 Km, drone ini menawarkan kemampuan serangan presisi jarak dekat yang menjadi ancaman serius bagi setiap pergerakan unit ekspedisi. Target prioritas Rezvan adalah kendaraan tempur lapis baja, sistem radar mobile, pos komando, hingga pangkalan depan (expeditionary bases).

Rezvan dilengkapi dengan kamera pada bagian hidung yang memungkinkan operator untuk melakukan pengintaian real-time sebelum memutuskan untuk menghantam target. Rezvan dapat dioperasikan secara manual (man-in-the-loop) atau terbang secara otonom menuju koordinat yang telah ditentukan. Meski berukuran kecil, hulu ledak fragmentasi atau high-explosive miliknya cukup mematikan untuk menghancurkan target titik dengan akurasi tinggi.

Dengan mekanisme Top-Attack, drone ini mampu menukik dari sudut tinggi, mengincar bagian paling tipis dari zirah tank M1 Abrams atau kendaraan tempur Bradley. Kemampuannya untuk “berkeliaran” di area operasi memaksa pasukan lawan beroperasi di bawah asumsi bahwa mereka selalu diawasi, yang secara signifikan menurunkan efisiensi dan tempo serangan.

Kehadiran Rezvan menjadi instrumen vital dalam doktrin pertahanan berlapis Iran. Dalam skenario invasi darat AS, Rezvan menjalankan peran sebagai instrumen A2/AD (Anti-Access/Area Denial) darat. Setiap konvoi suplai yang memasuki radius 20 km akan menjadi sasaran empuk, memaksa penyerang untuk memecah unit dan mengalokasikan lebih banyak sumber daya hanya untuk proteksi.

Perkuat Pasukan Infanteri, Korps Marinir AS Gandeng Anduril untuk Pengadaan Drone Kamikaze Bolt-M

Karena ukurannya yang ringkas dan beratnya yang relatif ringan, satu unit sistem Rezvan (termasuk tabung peluncur dan unit kendali) dapat dibawa oleh tim kecil infanteri yang terdiri dari 2 orang dalam tas ransel khusus. Pasukan infanteri tidak perlu lagi meminta bantuan udara (close air support) dari pangkalan jauh. Mereka bisa meluncurkan Rezvan langsung dari parit, balik gedung, atau kendaraan taktis ringan untuk menghancurkan target titik (point target) yang bersembunyi.

Bagi infanteri, Rezvan berfungsi sebagai “mata di langit” sekaligus “peluru kendali”. Ini memberikan kemampuan bagi unit terkecil sekalipun untuk menghancurkan kendaraan lapis baja atau bunker musuh tanpa harus mendekat ke zona bahaya. (Gilang Perdana)

Drone Kamikaze ‘Damocles’ Textron Resmi Terpilih untuk Infanteri Angkatan Darat AS

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *