Di Ambang Perang, Iran Tampilkan Rudal Anti Tank “Shafaq” dari Helikopter Serang AH-1J Cobra

Meski tengah di ambang perang dengan Amerika Serikat, namun Iran tak pernah sepi dari kejutan. Setelah pada bulan November 2021 memperkenalkan rudal anti tank Almaz sebagai senjata di helikopter serang AH-1J Cobra, maka ada kabar terbaru bahwa AH-1J Cobra Angkatan Darat Iran kini diperkuat jenis rudal anti tank baru, yakni Shafaq.

Baca juga: AH-1 Cobra Iran Punya Rudal Anti Tank Baru, Almaz (Varian Ilegal dari Rudal Spike)

Dalam video yang diposting akun X (d/h Twitter) @IranDefense, diperlihatkan AH-1J Iran yang terbang dengan dua pylon (stub wing), yang masing-masing stub wing dipasangi tiga rudal Shafaq. Kantor Berita Fars menyebut, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Iran pada hari Sabtu kemarin meluncurkan versi upgrade dari rudal anti tank/ rudal udara ke permukaan yang dikembangkan di dalam negeri.

Diberi labal Shafaq (Fajar), sistem rudal pintar berpemandu presisi ini diluncurkan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Panglima Angkatan Darat Iran Abdolrahim Mousavi, Panglima Angkatan Darat Angkatan Darat Iran Kioumars Heydari dan sejumlah pejabat tinggi militer lainnya dalam sebuah pertemuan.

Dirancang dan dikembangkan oleh para ahli Iran, sistem rudal Shafaq mampu mencapai sasaran dengan akurasi tepat dalam jarak 20 kilometer, dan dapat digunakan untuk berbagai strategi taktis dan operasional.

Sistem rudal Shafaq dapat dipasang pada berbagai helikopter Penerbangan Angkatan Darat Iran, dilengkapi dengan teknologi panduan fire-and-forget, hulu ledak yang ditingkatkan dan sistem pencarian dan pelacakan berbasis inframerah, yang memungkinkannya mencapai target dalam kondisi iklim yang berbeda dan pada malam hari.

AH-1J adalah varian dari helikopter serang Cobra yang ditingkatkan dan dikembangkan oleh Bell Helicopter untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Helikopter ini memiliki sejumlah perubahan desain dan peningkatan kinerja dibandingkan dengan model-model sebelumnya.

AH-1J dilengkapi dengan berbagai senjata, termasuk meriam otomatis M197 20mm, roket unguided, dan rudal anti-tank TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided).

Iran mendapatkan beberapa unit AH-1J dari Amerika Serikat sebelum Revolusi Islam pada tahun 1979. Setelah Revolusi, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memburuk, dan Iran kemudian mengembangkan kapabilitas produksi lokal dan pemeliharaan untuk AH-1J tersebut.

Oleh Iranian Aircraft Manufacturing Industries (IAMI), Iran dilaporkan melakukan modifikasi dan peningkatan pada helikopter AH-1J, termasuk integrasi sistem persenjataan tambahan dan peningkatan avionik. Sejauh ini, ada sekitar 80 unit AH-1J Cobra yang dioperasikan Angkatan Darat Iran. (Gilang Perdana)

Dari Helikopter Bell 214, Iran Sukses Luncurkan Rudal Udara ke Darat “Haydar”

One Comment