Shuiqiao Class, Tongkang Pendarat Raksasa yang Kerap Dikaitkan dengan Potensi Invasi Cina ke Taiwan

Dalam skenario invasi, setelah operasi amfibi berhasil dilakukan dengan dukungan kekuatan laut dan udara, maka tahap lanjutan adalah pengiriman bekal logistik. Meski tidak ada yang tahu kapan persisnya Cina akan melancarkan invasi ke Taiwan, namun skenario penyediaan dan pengiriman logistik dalam jumlah besar dari laut telah ‘terbaca’ lewat keberadaan tongkang pendarat raksasa.
Baca juga: Tertangkap Basah! Tongkang Cina ‘Jembatani’ Ranpur, Bukti Kesiapan Cina Invasi Taiwan?
Tongkang-tongkang ini dirancang untuk berfungsi sebagai dermaga terapung, yang memungkinkan kendaraan militer, tanker bahan bakar, dan dukungan logistik untuk bergerak dari kapal pengangkut ke pantai tanpa perlu pelabuhan yang mapan. Kemampuan ini akan sangat penting dalam operasi amfibi skala besar di mana Cina berupaya membangun pijakan di garis pantai musuh.
Konsep di balik tongkang-tongkang ini mirip dengan “Mulberry harbors” yang digunakan oleh pasukan sekutu selama invasi Normandia tahun 1944 saat Perang Dunia II.
Mirip dengan dermaga apung tersebut, tongkang-tongkang ini tampaknya telah dikembangkan dengan cepat dan dengan tujuan operasional yang jelas. Sementara prototipe yang lebih kecil telah diamati sejak awal tahun 2022, pembangunan beberapa unit baru-baru ini menunjukkan percepatan proyek.
China’s Navy has unveiled the Shuiqiao-class (Water Bridge) — a new type of self-propelled amphibious barge designed to serve as a modular floating pier, enabling the direct offloading of tanks, vehicles, and supplies onto beaches without the need for established port… pic.twitter.com/74Y2xNNgvv
— Umair Aslam (@Defense785) October 14, 2025
Dari kabar yang beredar di media sosial, Angkatan Laut Cina telah meluncurkan Shuiqiao class (Jembatan Air) – bukan nama resmi, yang merupakan jenis baru tongkang berpenggerak sendiri (self propelled) yang dirancang sebagai dermaga apung modular, yang memungkinkan pembongkaran langsung tank, kendaraan, dan pasokan ke pantai tanpa memerlukan infrastruktur pelabuhan yang mapan.
Tongkang serbu Shuiqiao class dibangun oleh CSSC Offshore & Marine Engineering (Group) Company Limited (COMEC),. Tiga set tongkang digunakan untuk membentuk jalan lintas dan dermaga yang diperpanjang dari perairan dalam ke daratan. Dua set telah diamati dan set pertama diamati menjalani uji coba laut pada Maret 2025.
1/x New lengthy & detailed footage (2nd & 3rd videos) of the 🇨🇳Chinese Shuiqiao-type landing barges (self-propelled amphibious landing platform utility vessels) during some trials with civilian cars
(via wb/齐天的孙猴子) pic.twitter.com/ajphn4m0mu— Jesus Roman (@jesusfroman) June 15, 2025
Desain tongkang ini menggabungkan jembatan Bailey. Tiga tongkang diamati dan pertama kali diungkap secara publik di Galangan Kapal Guangzhou pada Januari 2025. Citra satelit menunjukkan tongkang-tongkang tersebut sedang diuji coba di lepas pantai selatan Cina pada Maret 2025.
Tongkang-tongkang tersebut meletakkan ‘kaki’ di dasar laut untuk membentuk platform yang stabil dan kemudian memperpanjang jembatan untuk membentuk dermaga dan jalan lintas. Masing-masing tongkang memiliki jalur landai yang sangat panjang, membentang lebih dari 120 meter, yang memungkinkan kendaraan untuk beralih langsung dari kapal pengangkut di pesisir ke darat.
Foto Satelit: AL Cina Gelar Latihan Pendaratan Amfibi Berskala Besar dengan Kapal Ferry Sipil
Bagian belakang mencakup platform terbuka yang memfasilitasi operasi dok dan bongkar muat. Beberapa tongkang juga memiliki kaki penstabil yang dapat diturunkan ke dasar laut, memastikan stabilitas platform bahkan dalam kondisi cuaca buruk.
Keberadaan tongkang-tongkang pendarat ini secara spekulatif dikaitkan dengan potensi invasi Taiwan di masa mendatang. (Gilang Perdana)
Cina Uji Coba Tongkang Pendarat Raksasa, Tanda Waktu Invasi ke Taiwan Kian Dekat?



dibaca lagi artikelnya baik baik,penggelaran kapal jembatan ini baru akan dilakukan setelah operasi pendaratan amfibi sukses dilakukan,dan pastinya sebelum dilakukan operasi amfibi,aset udara termasuk sistem rudal dan laut cina akan bergerak lebih dulu untuk membuka jalur dengan menghancurkan pertahanan taiwan
diserang aja dgn rudal jelajah, keberadaan formasi kapal perang bersama tongkang seharusnya sudah terdeteksi oleh radar, kemudian dikirim pesawat mata mata pengintai dari ketinggian/satelit.
@Widya Satria Budhi sudah pasti dikawal ketat oleh PLAN sampai ke pantai Taiwan, karena aset sebesar itu sangat vital bagi operasi pendaratan, mereka juga gak sebodoh itu kann ya? 🤔 Masa sih gak dikawal hehe 😅😌
Tongkang model begini bagus bener dikembangkan Indonesia buat operasi militer selain perang, semisal pemulihan pasca bencana dll
Dalam pergelarannya apakah 3 set kapal tongkang tersebut berjalan sendiri atau tetap di kawal oleh gugus tugas operasi PLAN? Karena obyek sebesar itu akan menjadi target utama yang harus dihancurkan duluan sebelum sampai bibir pantai yang menjadi titik pendaratan amfibinya? 🤔
secara teoritis, kemampuan militer tiongkok sudah mampu “menyapu bersih” taiwan dalam waktu yang relatif singkat, tapi ya kemungkinan akan berpola mirip suatu perang yang saat ini masih terjadi karena situasi yang bisa dikatakan “mirip”