Citra Satelit Planet Labs ‘Tangkap’ Objek Misterius di Landasan Udara Terpencil, Diduga Saingan NASA X-37B

Citra satelit dari Planet Labs kembali menyedot perhatian, apalagi jika bukan terkait dengan urusan intip mengintip ‘pekarangan’ negara lain. Yang tebaru adalah terkuaknya suatu objek misterius yang terlihat di ujung landasan udara terpencil yang terhubung dengan program luar angkasa Cina.
Seperti dikutip Daily Mail, citra satelit dari Planet Labs menunjukkan objek putih panjang bersama beberapa objek yang lebih kecil, yang menurut para analis militer dapat berupa kendaraan atau peralatan pendukung yang terkait dengan kendaraan luar angkasa.
Citra alias foto satelit tersebut diambil pada 29 November 2024 oleh Planet Labs yang menunjukkan deretan kendaraan di dekat fasilitas utama, yang telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan hanggar baru yang besar.

Landasan pacu, yang terletak di dekat lokasi nuklir Lop Nur, membentang lebih dari tiga mil, menjadikannya salah satu yang terpanjang di dunia. Meskipun tidak jelas apa objek tersebut, ada spekulasi bahwa itu bisa jadi sebuah pesawat terbang, perkembangan yang mengkhawatirkan AS dan Barat di tengah dorongan Cina untuk mendominasi dunia.
Objek tersebut diperkirakan panjangnya sekitar 32 kaki (9,75 meter) – sebanding dengan pesawat ulang-alik mini X-37B milik Angkatan Luar Angkasa AS yang dirahasiakan.
Dengan Kerahasiaan Tinggi, AS Kembali Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa Misterius X-37B
X-37B pada dasarnya adalah versi robotik miniatur dari pesawat ulang-alik, diluncurkan ke luar angkasa sebelum menggunakan roketnya sendiri dan panel surya yang terpasang di dalamnya untuk bermanuver di orbit dan mengirimkan muatan ke satelit sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di landasan pacu.
NASA masih merahasiakan banyak detail tentang X-37B, tetapi pesawat nirawak luar angkasa itu dapat dengan mudah digunakan untuk menyebarkan sistem persenjataan di luar angkasa.
Cina tak tinggal diam atas keunggulan AS, Cina telah meningkatkan kemampuan luar angkasanya dengan kecepatan yang mengkhawatirkan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, Cina melakukan uji coba yang tampaknya berhasil terhadap kendaraan luncur hipersonik berkemampuan nuklir dan telah mengembangkan serangkaian persenjataan anti satelit.
Beijing juga telah mengembangkan satelit yang mampu melumpuhkan teknologi orbital Barat, dengan para ahli mengklaim bahwa para ilmuwan telah mengembangkan senjata yang terinspirasi dari fiksi ilmiah yang menggabungkan denyut radiasi gelombang mikro menjadi satu sinar yang kuat – seperti laser penghancur planet yang ditampilkan dalam Star Wars.
Terekam Foto Satelit, Cina Bangun Kapal Penjaga Pantai Dengan Desain Mirip Destroyer Type 052D
Pada tahun 2016 dan 2021, program antariksa Cina menguji kemampuan satelit Shijan 16 dan 21. Satelit ini disebut sebagai perangkat netralisasi puing antariksa (space debris neutralisation), tetapi analis percaya teknologi tersebut kemungkinan memiliki kegunaan ganda untuk militer. Pasalnya Shijan dilengkapi lengan robotik, satelit ini mampu ‘mencengkeram’ satelit lain dan ‘menariknya’ keluar dari orbit geosinkron sekitar 22.000 mil di atas permukaan Bumi.
Prestasi ini ditunjukkan oleh Shijan-21 ketika menarik satelit navigasi Beidou-2 G2 (juga milik Cina) yang sudah tidak berfungsi lebih dari 1.800 mil lebih jauh, meninggalkannya di ‘orbit pembuangan’ yang jauh dari bahaya satelit lain.
Kemampuan ini telah memecah belah analis yang memuji upaya Tiongkok untuk mengurangi puing antariksa, tetapi juga mengakui aset tersebut dapat dengan mudah dikerahkan secara ofensif terhadap satelit lawan. Teknologi penggunaan ganda seperti itu juga dimiliki oleh AS, yang telah melakukan sekitar tujuh uji terbang pesawat nirawak antariksa berdasarkan desain iconic Space Shuttle.
Terkait dengan Planet Labs, merupakan perusahaan swasta Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringan besar satelit penginderaan jauh. Didirikan pada tahun 2010 oleh mantan ilmuwan NASA, perusahaan ini berbasis di San Francisco, California, dan bertujuan untuk menyediakan akses data citra satelit dengan frekuensi tinggi kepada berbagai pelanggan di seluruh dunia.
Planet Labs mengoperasikan konstelasi satelit kecil yang disebut Dove, yang memotret hampir seluruh permukaan Bumi setiap hari, memberikan citra resolusi tinggi yang sangat membantu dalam pemantauan lingkungan, pertanian, riset ilmiah, dan keamanan. Planet Labs memiliki dan mengoperasikan satelitnya sendiri. Mereka mengelola konstelasi satelit mini, termasuk seri Dove dan beberapa lainnya seperti RapidEye dan SkySat. Konstelasi Dove mereka terdiri dari ratusan satelit kecil yang dikenal sebagai CubeSats.
Keunggulan konstelasi Planet Labs terletak pada kemampuan mereka untuk menyediakan data penginderaan jauh yang sering diperbarui dengan resolusi tinggi, memungkinkan analisis yang cepat dan akurat untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan perubahan lingkungan, deteksi bencana alam, dan analisis tren urbanisasi.
Planet Labs tidak secara langsung terkait dengan Pentagon, tetapi citra satelit mereka memang sering digunakan oleh instansi pemerintah Amerika Serikat, termasuk Departemen Pertahanan (Pentagon).
Konstelasi satelit yang dimiliki Planet Labs menyediakan data dan analisis yang berguna untuk berbagai aplikasi, seperti pemantauan lingkungan, perubahan iklim, dan keamanan nasional. (Bayu Pamungkas)
Punya Satelit Mata-mata, Korea Utara Pamerkan Foto-foto Obyek Strategis di Wilayah AS



Mengerikan sekali US boleh intip negara lain tnp ijin