Rusia Sinergikan ‘Kekuatan’ Drone, Ukraina Ketar-ketir dengan Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies

Pihak Ukraina melaporkan kerugian signifikan akibat serangan drone kamikaze Rusia. Bukan sebatas kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan balik dengan lebih baik, lain dari itu rupanya Rusia berhasil mempelajari kelemahan strategi, termasuk mampu mensinergikan kekuatan armada drone kamikaze (loitering munition) di bawah Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies.

Baca juga: Rusia Lengkapi Drone Copter Kamikaze “Boomerang” dengan Fitur Anti Jamming dan Penargetan Berbasis AI

Seperti dikutip Forbes.com (3/9/2025), Armada drone kamikaze dari Rubicon Center disebut telah menjadi ancaman besar bagi Ukraina. Formasi drone Rubicon Rusia dengan cepat muncul sebagai salah satu ‘pasukan’ paling efektif di garis depan, membantu memperluas zona serangan dan mempersulit logistik Ukraina. Akibat serangan drone Rusia yang gencar, Ukraina menghadapi masalah serius, mulai dari kekurangan truk, pickup, kendaraan pengangkut lapis baja, yang banyak di antaranya hancur saat pasokan dan evakuasi.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexei Krivoruchko, mengklaim bahwa dalam setahun terakhir, Rubicon Test Center telah menjatuhkan lebih dari 44.000 drone FPV Ukraina dan menghancurkan 4.000 perangkat komunikasi, peperangan elektronik, dan sistem radar.

Formasi drone Rusia dari Rubicon adalah kunci keberhasilan Moskow dalam menangkis serangan Ukraina ke wilayah Kursk pada Agustus 2024. Dengan menyerang sisi Ukraina, termasuk drone serat optik untuk menekan rute pasokan logistik, Moskow akhirnya mampu mendorong Kyiv keluar setelah berbulan-bulan pertempuran sengit.

Pasukan Infanteri Rusia Uji Coba ‘Solist’ – Amunisi Hibrida yang Gabungkan Fungsi Roket dan Drone Kamikaze PFV

Analis menyebut, Moskow tampaknya bertaruh pada skala, memobilisasi sumber daya negara untuk memproduksi sistem secara massal. Dalam hal ini Kalashnikov telah bermitra dengan Ushkuynik, sebuah akselerator teknologi yang dikelola sukarelawan yang membangun drone serat optik pertama Rusia, untuk mendorong produksi bersama.

Ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam industri pertahanan Rusia menuju integrasi inovasi startup yang telah teruji di garis depan ke dalam produksi massal, yang mempercepat siklus pengembangan hingga penerapan. Singkatnya, Moskow beradaptasi dengan cepat dan belajar dari perang yang telah berlansung sejak Februari 2022.

Puncak Musim Panas, Rusia Manfaatkan Drone Intai FPV dengan Tenaga dari Panel Surya

Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies
Pusat Teknologi Tak Berawak Lanjutan Rubicon adalah entitas militer yang didirikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, persisnya didirikan pada Agustus 2024 atas perintah Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov.

Tugas utama Rubicon Center adalah pelatihan dan pengembangan, yaitu melatih instruktur dan operator drone, serta mengembangkan dan menguji sistem robotik baru. Tidak hanya melatih, Rubicon juga memiliki unit tempur sendiri yang dikerahkan langsung ke garis depan. Mereka dikenal menggunakan drone dengan teknologi canggih seperti drone FPV (First-Person View) dan drone pencegat. Rubicon juga berperan dalam analisis dan pelitian, mengumpulkan data penggunaan drone di medan perang untuk menganalisis taktik dan efektivitas.

Mampu Deteksi Kehadiran Drone FPV, Rusia Sebar 1.000 Unit Yurka Drone Detectors

Unit ini disebut-sebut sebagai salah satu “prototipe” atau model awal untuk membangun kekuatan drone militer Rusia yang lebih terorganisir di masa depan. Rubicon Center secara aktif bekerja sama dengan para pengembang dan manufaktur drone Rusia.

cakupan operasi dan pengembangan di Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies tidak terbatas hanya pada drone udara (UAV), tetapi juga mencakup drone permukaan laut (USV), bahkan drone bawah air (UUV).

Beberapa sumber melaporkan bahwa pusat ini sedang meningkatkan pelatihan dan pengerahan drone laut bunuh diri (naval suicide drones) dan telah melakukan uji coba untuk melatih operatornya menyerang target maritim. Ini menunjukkan bahwa fokus Rubicon adalah pada sistem tak berawak secara keseluruhan, baik di darat, udara, maupun laut. (Gilang Perdana)

Mimpi Buruk Pasukan Ukraina, Drone Kamikaze Rusia Bawa Roket Termobarik TBG-7V