ROKS Jang Yeong-sil (SS-087): Kapal Selam Non-Nuklir Korea Selatan dengan 10 VLS dan Rudal Balistik Jarak Pendek (Hyunmoo 4-4)

Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) pada Rabu (22/10/2025) secara resmi meluncurkan kapal selam serang canggih pertamanya dari KSS-III class Batch II, yakni ROKS Jang Yeong-sil (SS-087). Kapal selam bertenaga diesel-elektrik seberat 3.600 ton ini menandai lompatan besar dalam kemampuan pertahanan bawah laut Korea Selatan yang kini sepenuhnya mengandalkan teknologi indigen (buatan dalam negeri).

Baca juga: Korea Selatan Tawarkan Kapal Selam KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) ke Polandia, Dibekali AIP dan VLS

Upacara peluncuran digelar di galangan kapal Hanwha Ocean di Geoje, dihadiri oleh petinggi militer dan perwakilan industri pertahanan. SS-087 dinamai untuk menghormati Jang Yeong-sil, ilmuwan dan penemu terkemuka dari masa Dinasti Joseon.

Kapal selam Jang Yeong-sil adalah penerus dari Dosan Ahn Chang-ho class (Batch I), namun membawa sejumlah peningkatan vital yang menjadikannya salah satu kapal selam non-nuklir tercanggih di dunia. Kapal selam ini memiliki bobot sekitar 3.600 ton saat terendam, lebih besar dari 3.000 ton pada Batch I, dan memiliki panjang lambung sekitar 89 meter.

Batch II mengintegrasikan sistem baterai Lithium-ion buatan lokal. Teknologi ini memungkinkan kapal beroperasi di bawah air (secara stealth) untuk periode yang jauh lebih lama dan meningkatkan kecepatan bawah laut.

Sebagai peningkatan persenjataan, kapal selam ini diperkirakan memiliki 10 tabung peluncuran vertikal (VLS), meningkat signifikan dari enam tabung pada Batch I. VLS ini dirancang untuk membawa rudal balistik yang diluncur dari kapal selam (Submarine Launch Ballistic Missile/SLBM).

ROKS Jang Yeong-sil (SS-087) dirancang untuk membawa SLBM buatan Korea Selatan, yang dikenal sebagai Hyunmoo 4-4 (atau dikenal juga sebagai K-SLBM). Rudal ini merupakan varian yang diadaptasi dari rudal balistik darat Korea Selatan, yaitu Hyunmoo-2B.

Korea Selatan Kembangkan VLS di Kapal Selam yang Mampu Luncurkan Rudal Balistik Seberat 10 Ton

Hyunmoo 4-4 dilaporkan memiliki jangkauan sekitar 500 km, rudal ini berfungsi sebagai alat pencegah strategis konvensional (non-nuklir) yang dapat menargetkan sasaran utama di daratan, khususnya Korea Utara.

ROKS Jang Yeong-sil adalah kapal selam pertama ROK Navy yang memiliki 10 VLS, dan dipersenjatai dengan rudal balistik konvensional Hyunmoo 4-4. Selain itu, Batch II ini juga diharapkan dapat mengakomodasi rudal jelajah serangan darat yang akan datang, seperti Chonryong (land-attack cruise missile).

DSME Korea Selatan Mulai Bangun Kapal Selam Terbaru KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) – 80 Persen Komponen Produksi Dalam Negeri

Kapal selam ini dilengkapi dengan 6 (enam) tabung torpedo di bagian haluan (depan) dengan diameter 533 mm (21 inci). Tabung-tabung ini digunakan untuk meluncurkan torpedo kelas berat (seperti LIG Nex1 K761 Tiger Shark), rudal anti kapal dan ranjau.

ROKS Jang Yeong-sil dilengkapi dengan sistem sonar dan Combat Management System (CMS) yang ditingkatkan, CMS yang berfungsi sebagai “otak” kapal selam KSS-III, termasuk Batch II seperti Jang Yeong-sil, dikembangkan oleh Hanwha Systems. Sementara sonar suite dipasok oleh LIG Nex1, yang mengembangkan sebagian besar sistem sonar, termasuk Flank Array Sonar (FAS) yang ditingkatkan pada Batch II.

Dibekali Towed Array Sonar, AL Korea Selatan Bakal Upgrade Kapal Selam Changbogo Class

Peluncuran Jang Yeong-sil sangat krusial bagi strategi pertahanan Korea Selatan, terutama dalam menghadapi ancaman rudal dari Korea Utara. Kapal selam Batch II ini akan menjadi aset inti dalam sistem pertahanan tiga-sumbu (three-axis deterrence system) militer Korea Selatan. Kapabilitasnya membawa SLBM menjadikannya elemen penting dalam rencana Kill Chain—strategi serangan pendahuluan yang bertujuan untuk menetralisir target rudal dan nuklir Korea Utara saat terdeteksi akan meluncurkan serangan.

Karena kapal selam Batch II seperti Jang Yeong-sil memiliki tingkat otomatisasi yang lebih tinggi dan sistem yang lebih terintegrasi (seperti sistem baterai litium-ion dan CMS baru), beberapa laporan mengindikasikan bahwa jumlah awak yang diperlukan untuk operasi inti telah berkurang menjadi sekitar 33 hingga kurang dari 40 personel.

Ingin Masuk Peringkat Empat Besar Eksportir Senjata Global, Korea Selatan Fokus Tawarkan Kapal Selam ke Kanada, Filipina dan Polandia

AIP (Air-Independent Propulsion)
ROKS Jang Yeong-sil sudah menggunakan sistem AIP (Air-Independent Propulsion). Kapal selam ini, yang merupakan unit pertama dari KSS-III Batch II class Korea Selatan, memiliki sistem propulsi gabungan yang canggih, yaitu dilengkapi dengan sistem AIP menggunakan sel bahan bakar (fuel cell). Sistem ini memungkinkan kapal selam untuk beroperasi dan mempertahankan daya di bawah air selama periode yang sangat lama (lebih dari 20 hari) tanpa perlu muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.

Selain AIP, kapal selam Batch II juga ditingkatkan dengan menggunakan baterai litium-ion (menggantikan baterai timbal-asam pada Batch I). Kombinasi AIP dan baterai litium-ion memberikan daya tahan di bawah air yang lebih unggul dan kecepatan yang lebih tinggi saat menyelam.

[the_ad id=”77299″]

Meskipun telah diluncurkan, ROKS Jang Yeong-sil masih akan menjalani serangkaian uji coba laut dan evaluasi sistem yang ketat selama dua tahun ke depan. Kapal selam ini dijadwalkan untuk diserahkan kepada Angkatan Laut dan secara resmi ditugaskan (komisioning) pada akhir 2027.

Proyek KSS-III Batch II menegaskan bahwa Korea Selatan kini memiliki kapasitas penuh untuk merancang dan memproduksi sendiri kapal selam canggih, memposisikan negara tersebut sebagai pemimpin global dalam teknologi kapal selam diesel-elektrik. (Gilang Perdana)

Ikuti Langkah Jepang dan Perancis, Jerman Kini Mulai Beralih dari Teknologi AIP ke Baterai Lithium-Ion untuk Kapal Selam

2 Comments