Rahasia Operasi “Jaring Laba-laba”, Begini Cara Ukraina Mempersiapkan Serangan Drone Secara Klandestin

Pasca serangan swarm drone quadcopter FPV (First Person View) dalam operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web), netizen global masih dihantui pertanyaan besar, seperti mungkinkah operasi sekenat ini murni dilakukan oleh intelijen Ukraina, dan bagaimana teknik serangan yang dilakukan jauh di dalam wilayah Rusia dapat berlangsung tanpa terdeteksi.

Baca juga: Operasi “Jaring Laba-laba” – Serangan Swarm Drone Kamikaze Terbesar Ukraina yang Diluncurkan dari Dalam Wilayah Rusia

Seperti dikutip belsat.eu, Security Service of Ukraine (SSU) atau dalam bahasa Ukraina disebut Služba bezpeky Ukraïny (SBU), lembaga intelijen dan keamanan utama Ukraina, menjelaskan bagaimana SSU mempersiapkan serangan terhadap pangkalan udara Rusia di Arctic, Siberia dan Timur Jauh, wilayah yang notabene jaraknya ribuan kilometer dari perbatasan, yang secara teori sulit dijangkau oleh drone Ukraina.

Menurut sumber belsat.eu, persiapan operasi khusus berlangsung selama lebih dari satu setengah tahun. Kepala SSU Vasil Malyuk secara pribadi memimpin serangan tersebut, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengawasi jalannya operasi.

Operasi tersebut melibatkan kompleksitas yang signifikan terkait kerugian. Awalnya, SSU mengangkut drone FPV ke Rusia, diikuti oleh kontainer perumahan kayu bergerak (mobile wooden residential containers). Saat tiba di Rusia, tempat persembunyian drone dipindahkan di bawah atap kontainer. Selanjutnya, drone dimuat ke truk semi trailer.

Unit-unit truk semi trailerl itu kemudian diparkir di dekat pangkalan udara di Olenka (wilayah Murmansk), Belaya (wilayah Irkutsk), Ivanovo (wilayah Ivanovo), Voskresensk (wilayah Moskow), Diaghilyevo (wilayah Ryazan), dan Ukrainka (wilayah Amur).

Dan pada saat yang telah ditentukan, atap bilik-bilik itu terbuka dari jarak jauh, memungkinkan kawanan drone keluar dan menargetkan pesawat pengebom strategis Rusia yang berada tak jauh dari lokasi peluncuran.

Demi keamanan, SSU menekankan bahwa orang-orang yang terlibat dalam persiapan operasi itu telah lama kembali ke wilayah Ukraina.

SSU justru menargetkan beberapa pangkalan udara Rusia yang hingga saat itu terkenal aman, yakni karena berada di luar jangkauan serangan drone jarak jauh Ukraina. Akibatnya, pangkalan udara tersebut memiliki tingkat perlindungan yang lebih rendah dalam hal pertahanan udara dan peperangan elektronik. Upaya untuk menembak jatuh drone menggunakan senapan mesin menunjukkan kerentanan ini.

Akun X (d/h Twitter) Clash Report, menyebut bahwa desain kontainer pembawa drone ttampak seperti rumah mungil, dan dilengkapi panel surya di atasnya, namun interiornya kosong, sehingga sama sekali tidak mencurigakan, terlebih drone disembunyikan hanya 20 cm di bawah langit-langit. Tapi di dalam kontainer sebetulnya melakukan proses pengisian baterai kepada drone lewat panel surya, hal itu diduga karena waktu perjalanan truk yang lama hingga mencapai lokasi peluncuran.

Dalam video yang beredar, nampak kontainer bekas peluncur drone dipasangi bahan peledak yang meledak saat dimasuki oleh petugas keamanan. (Gilang Perdana)

Ukraina Manfaatkan Koleksi Museum Poltava Untuk ‘Melatih’ Kecerdasan Buatan Pada Drone FPV

6 Comments