Qatar Akuisisi Delapan Unit UCAV MQ-9B SkyGuardian, Jadi Pembeli Pertama di Timur Tengah

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyetujui potensi penjualan delapan unit drone tempur (UCAV) MQ-9B SkyGuardian senilai US$1,96 miliar ke Qatar, yang sekaligis menandai untuk pertama kalinya drone produksi eneral Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) dijual ke negara di Timur Tengah.

Baca juga: Australia Batalkan Pengadaan Drone Tempur MQ-9B SkyGuardian, Padahal Sudah Kucurkan Jutaan Dollar

Seperti dikutip Breaking Defense (26/3/2025), kesepakatan potensial itu juga mencakup akuisisi ratusan bom pintar dengan sejumlah rudal, beberapa radar, radio, satellite communication ground systems dan peralatan terkait, serta dengan dukungan teknis AS.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan negara yang bersahabat yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah,” kata Departemen Luar Negeri dalam pemberitahuan publik.

Pejabat Qatar pertama kali mengajukan permohonan pembelian drone MQ-9B pada tahun 2020, tetapi menjadi frustrasi dengan pemerintahan saat itu karena memperlambat permintaan tersebut, menurut laporan Oktober 2021 oleh The Wall Street Journal.

AS Setujui Penjualan Empat Unit Drone MQ-9B SeaGuardian ke Taiwan, Misi Intai Maritim dan Serangan di Lautan Dapat Berjalan Simultan

Pengumuman hari ini datang hanya beberapa minggu setelah Presiden GA-ASI David Alexander berbicara dengan Breaking Defense pada konferensi pertahanan yang diselenggarakan oleh tetangga Qatar, Uni Emirat Arab, di mana ia mengatakan ia mengharapkan penjualan senjata yang sebelumnya tertunda kemungkinan akan melihat dorongan baru di bawah pemerintahan baru Donald Trump.

Dirancang sebagai platform Medium Altitude Long Endurance (MALE), MQ-9B menawarkan berbagai kemampuan canggih yang meningkatkan efektivitas dalam operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR). MQ-9B mampu terbang secara terus-menerus hingga 40 jam, memungkinkan operasi pengawasan yang berkepanjangan tanpa perlu sering kembali ke pangkalan.

MQ-9B memiliki kapasitas muatan hingga 2.177 kg, terdiri dari 363 kg muatan internal dan 1.814 kg muatan eksternal. Muatan ini dapat mencakup berbagai sensor ISR canggih, kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR), radar maritim multimode, serta peralatan intelijen sinyal (SIGINT).

MQ-9B dirancang untuk interoperabilitas dengan pasukan NATO, memungkinkan integrasi dalam operasi koalisi multinasional. Drone ini dapat dikendalikan secara Line of Sight (LOS) dengan frekuensi C-band, atau Beyond Line of Sight (BLOS) melalui frekuensi X-, Ku-, atau Ka-Band, memberikan fleksibilitas dalam berbagai skenario operasi. (Gilang Perdana)

Tandingi MQ-9B SkyGuardian, Cina Tampilkan Wing Loong 3 di Zhuhai AirShow 2022

One Comment