Extensive Upgrade di Dalam Negeri, Peru Relaunching BAP Chipana – Kapal Selam Type 209/1200 Sejenis Cakra Class TNI AL

Ada kesamaan mendasar antara Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan Angkatan Laut Peru (Peruvian Navy), yakni sama-sama pengguna kapal selam diesel listrik Type 209/1200 buatan Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) AG, Jerman. Type 209/1200 dikenal di Indonesia sebagai Cakra class, sementara di Peru kapal selam sejenis disebut Angamos class.

Baca juga: DSME Menangkan Proyek Overhaul Kapal Selam KRI Cakra 401

Seperti halnya Cakra class TNI AL, Peru juga mengakuisisi Angamos class pada awal dekade 80-an. Saat ini Angkatan Laut Peru mengoperasikan empat unit kapal selam Type 209 – terdiri dari empat unit Type 209/1200 (Angamos class) dan dua unit Type 209/1100 (Islay class). Dan belum lama ini ada kabar terkait eksistensi kapal selam Type 209/1200, yakni BAP Chipana (SS-34) diwartakan telah menuntaskan fase upgrade berupa penggantian sistem dan mesin (repowering), menjadikan kapal selam yang diluncurkan di Jerman pada 19 Mei 1981, kini dapat beroperasi setidaknya sampai 20 tahun mendatang.

Sesuai dengan usia operasional, Cakra class TNI AL pun telah melalui fase upgrade, termasuk pada mesin, namun yang membedakan adalah proses upgrade dan penggantian mesin. Bila Indonesia membawa Cakra class ke Jerman dan terakhir ke Korea Selatan, maka Peru dapat melakukan proses tersebut di dalam negeri.

Pengerjaan proses upgrade Type 209/1200 dilakukan oleh galangan kapal SIMA (Servicios Industriales de la Marina) Callao. Pada upgrade BAP Chipana, ada empat mesin diesel baru dan generator listrik baru telah dipasang sebagai bagian dari proses repowering dan modernisasi pada empat kapal selam Angamos class.

Untuk melakukan pemasangan mesin dan generator listrik pada kapal selam Type 209/1200, SIMA Callao harus mengeluarkan kapal selam dari hanggar. Mesin yang akan dipasang dibeli baru dari pabrik Rolls Royce – MTU yang berada di Jerman. Mesin yang sudah terpasang memiliki dimensi dan desain yang sama dengan mesin asli yang digunakan pada seri Type 209/1200 keluaran HDW, hal ini untuk memastikan bahwa tidak diperlukan modifikasi struktural pada lambung kapal selam, termasuk pada sistem pembuangan udara dan sambungan pipa bahan bakar serta pelumas.

Galangan SIMA Callao saat ini juga sedang melakukan pengerjaan modernisasi pada kapal selam kedua Angamos class, yakni BAP Antofagasta (SS-32). Sementara dua unit Angamos class lain sedang menunggu giliran untuk pengerjaan serupa di galangan SIMA Callao, yakni BAP Angamos (SS-31) dan BAP Pisagua (SS-33).

Sebagai catatan, SIMA Callao dapat melakukan upgrade dan repowering pada kapal selam Type 209/1200 berkat bantuan tim teknis dari galangan kapal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). SIMA Callao mendapatkan bantuan teknis terutama pada kemampuan untuk memotong dan menyambung lambung kapal selam. (Gilang Perdana)

Tiga Negara ini Masih Operasikan Kapal Selam Type 209 yang Lebih Tua dari Milik Indonesia

2 Comments