Penjaga Pantai India Terima Unit Terakhir Vikram Class, OPV Produksi Lokal di Kelas 90 Meter

Topik seputar Offshore Patrol Vessel (OPV) kini sedang ramai dibahas, khususnya setelah berita pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) atas dua unit OPV pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI AL oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU) pada 26 Agustus lalu. Dan masih dari benua Asia, India belum lama ini telah meresmikan pengoperasian ICGS Vigraha, yakni OPV dari Vikram Class yang dioperasikan oleh Satuan Penjaga Pantai India (Indian Coast Guard).
Baca juga: Jenis Kapal Baru TNI AL – Offshore Patrol Vessel, Apakah Itu?
Meski secara desain tak ada kemiripan antara OPV Vikram Class dan OPV rancangan PT DRU, namun hakikatnya sebagai sesama OPV menjadi menarik untuk ditelaah lebih lanjut, terlebih Vikram Class juga digarap oleh galangan swasta nasional. ICGS Vigraha adalah unit terakhir dari tujuh unit Vikram Class yang dibangun galangan Kattupalli Shipyard di Chennai. Kapal ini diluncurkan pada 6 Oktober 2020 dan resmi diresmikan penggunaanya pada 28 Agustus 2021.
Sekilas tentang OPV Vikram Class, kapal patroli untuk lautan lepas ini punya panjang 97 meter, lebar 15 meter dan bobotnya mencapai 2.140 ton. Dengan pasokan dua mesin diesel, OPV ini punya kecepatan maksimum 26 knots, bila menggunakan kecepatan ekonomis 12-14 knots, maka jarak jelajah kapal ini bisa mencapai 9.300 km.

OPV Vikram Class dipersenjatai senjata utama berupa kanon CRN 91 Naval Gun kaliber 30 mm pada haluan dan dua pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dengan RCWS (Remote Control Weapon System). OPV asal Negeri Bollywood ini juga dibekali dengan fasilitas hanggar, plus kehadiran deck helipad yang cukup besar untuk menampung helikopter ukuran sedang.
[the_ad id=”12235″]
Berbeda dengan OPV rancangan PT DRU yang merujuk ke spesifikasi militer, Vikram Class digadang untuk tugas penjaga pantai, tanpa ada opsi untuk upgrade mendapatkan senjata ke level rudal anti kapal.
Baca juga: Merapat di Jakarta, India Tawarkan OPV Saryu Class Untuk TNI AL
Meski tidak dijelaskan secara detail, disebutkan Vikram Class sudah dilengkapi radar modern, sistem navigasi dan komunikasi tercanggih di kelasnya dan pod propulsi untuk memberikan kemampuan manuver yang lebih baik. (Bayu Pamungkas)



Majapahit sdh bisa membuat meriam, namanya cetbang, cetbang yg masih ada salah satunya disimpan di museum Amerika
Bismillah nga ada salahnya minta bantuan hibah dari Rusia untuk kapal jenis kelas tiga dan kricak III dan IV untuk keperluan armada tambahan BAKAMLA POLAIRUD BEA CUKAI diperairan Natuna maupun sorong.jangan putus asa untuk memenuhi kebutuhan armada patrolinya sebab hubungan Indonesia dan Rusia sudah terbentuk sejak jaman masa orde presiden Soekarno.Bila dapat aktifkan peran serta rakyat kalaimantan Sulawesi Papua Maluku untuk penggalangan dana seperti apa yang pernah dilakukan masyarakat Aceh untuk TNI AU pengadaan pesawat Seulawah semasa tahun 1945.
Bismillah cocok buat kapal patroli BAKAMLA maupun Polairud serta bea cukai kelas … OPV Vikram Class dipersenjatai senjata utama berupa kanon CRN 91 Naval Gun kaliber 30 mm pada haluan dan dua pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dengan RCWS (Remote Control Weapon System). OPV asal Negeri Bollywood ini juga dibekali dengan fasilitas hanggar, plus kehadiran deck helipad yang cukup besar untuk menampung helikopter ukuran sedang.Semoga saja Anggita komisi I DPR RI dapat menambahkan satuan patroli BAKAMLA POLAIRUD BEA CUKAI dengan kapal kapal seperti kelas OPV Vikram Class dipersenjatai senjata utama berupa kanon CRN 91 Naval Gun kaliber 30 mm pada haluan dan dua pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dengan RCWS (Remote Control Weapon System). OPV asal Negeri Bollywood ini juga dibekali dengan fasilitas hanggar, plus kehadiran deck helipad yang cukup besar untuk menampung helikopter ukuran sedang.ayo dukung penambahan anggaran serta pemenuhan kapal kapal patroli kelas opv plus dilengkapi torpedo maupun sistem sinarnya ditambahkan.
@Ade : Aturannya sudah ada dan mutlak, hanya saja OPV rancangan PT DRU bersifat lebih nanggung jika untuk klasifikasi ke unsur militer, terlebih lagi untuk mobilitas di sea lavel yang tinggi seperti di Natuna ataupun pealiran di Selatan kita.
Semoga saja pemerintah dapat merealisasikan kebutuhan kapal BAKAMLA yang dapat mengarungi sea lavel di laut dalam.
Menurut saya dengan dimensi dan kelebihan lainnya untuk segala flexibilitasnya dari Vikram Class lebih baik dari OPV rancangan PT DRU yang lebih mengarah untuk keperluan militer dibandingkan untuk patroli.
Artinya bila merujuk pada design milik PT. DRU, dan itu adalah sesuai permintaan user, mska OPV milik TNI AL nantinya termasuk yg lumayan garang jika benar disematkan peluncur rudal anti kapal 2 x 4 serta dilengkapi dng CIWS Milenium dan Canon ya min.
Sejatinya memang bila di Indonesia harusnya kapal OPV itu ranahnya BakamLa untuk operasi rutin patroli lepas pantai, makanya di India hanya di install Senjata berat dan Kanon tanpa Torpedo dan Rudal..pun di Indonesia harusnya jg hanya di install Senjata dan Kanon..jadi TNI AL fokus di kapal laut untuk penjaga keamanan laut bila musuh menggunakan unsur militer..tp jangan tanggung isian radar dan persenjataannya harus yg terbaik di kelas KCR, Korvet/Fregat dan Destroyer..syukur2 hingga kelas kapal Penjelajah jd lawan berpikir ulang bila ingin berhadapan dengan TNI AL kita..jd baiknya memang kelas OPV sifatnya rutin bisa diserahkan ke BakamLa..ga tau kalau konsep OPV di India..
Itu sich designy mirip kapal pengangkut ikan ,eh maaf 🤦
Di jaman itu majapahit dah bisa bikin kapal perang tp lum bisa bikin meriamnya
Kl sekarang IDN jg sudah bisa bikin kapal perang tp lum bisa bikin meriamnya.
Ini bisa di bilang stabil dan konsisten.
Hhhhhhh
Min bahas Kedatangan Batch 2 UCAV CH-4 RAINBOW untuk TNI AU