Pemerintah AS Setujui Penjualan 4 Unit P-8A Poseidon dan Torpedo Ringan MK54 ke Singapura

Departemen Pertahanan Amerika Serikat resmi memberikan persetujuan atas potensi penjualan militer asing (Foreign Military Sales) kepada Singapura untuk pengadaan pesawat intai maritim canggih P-8A Poseidon.
Melalui badan kerja sama keamanan pertahanan, Defense Security Cooperation Agency (DSCA), AS memberikan lampu hijau bagi akuisisi empat unit pesawat ini beserta paket persenjataan dan peralatan pendukungnya dengan estimasi nilai mencapai US$633 juta.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) pada Oktober 2025 lalu yang memilih P-8A untuk memperkuat kedaulatan wilayah lautnya.
Berdasarkan rilis resmi DSCA (20/1/2026), persetujuan ini tidak hanya mencakup platform pesawat, tetapi juga paket persenjataan anti kapal selam, berupa 20 unit torpedo ringan Raytheon MK54 All-Up Round (AUR) beserta suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis terkait.
Raytheon MK54 – Torpedo Ringan Pemburu Kapal Selam Bertenaga Nuklir
MK54 merupakan torpedo ringan paling modern milik AS yang dirancang untuk diluncurkan dari pesawat udara guna menetralisir ancaman kapal selam musuh di perairan dangkal maupun dalam. Kombinasi antara P-8A Poseidon dan torpedo MK54 akan menjadikan Angkatan Udara Singapura (RSAF) kian tak terbendung sebagai kekuatan anti kapal selam (Anti Submarine Warfare/ASW) paling disegani di kawasan Asia Tenggara.
Selain pesawat dan persenjataan, paket penjualan dari DCSA juga mencakup berbagai peralatan canggih seperti radar pencari AN/APY-10 dan sistem sensor elektro-optik/infra-merah, enkripsi radio kelas militer dan sistem navigasi GPS yang sangat presisi. Paket yang ditawarkan ke Singapura juga mencakup program pelatihan bagi pilot dan kru darat, publikasi teknis, serta dukungan logistik dari pemerintah AS dan kontraktor utama, Boeing.
Armada P-8A Poseidon Australia Raih Upgrade Kemampuan Berburu Kapal Selam, Tuntas Dalam Empat Tahun
Dalam pernyataannya, DSCA menegaskan bahwa penjualan ini sejalan dengan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat. Singapura dianggap sebagai mitra strategis utama yang berperan penting dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi di kawasan Indo Pasifik.
Pengadaan P-8A Poseidon akan menggantikan armada jet intai maritim lama milik Singapura yang sudah menua. Pesawat berbasis Boeing 737-800 ini akan meningkatkan kemampuan Singapura dalam melakukan misi intelijen, pengawasan, pengintaian (ISR), serta operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).
Kehadiran P-8A Poseidon di Singapura diprediksi akan mengubah peta keamanan maritim di titik-titik krusial seperti Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Dengan jangkauan terbang yang jauh dan sistem sensor yang mampu mendeteksi ancaman di bawah maupun di permukaan air dari jarak jauh, Singapura kini memiliki kemampuan deteksi dini yang lebih responsif terhadap segala bentuk infiltrasi asing. (Gilang Perdana)
Penampakan Perdana P-8A Poseidon Terbang Gotong Rudal Anti Kapal AGM-158C LRASM



Indonesia tidak tertarik punya MPA yg bisa luncurkan torpedo nih? C-295 bisa digunakan loh.