Tag: RSAF

Grumman E-2C Hawkeye: Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Pertama di Asia Tenggara

Di Asia Tenggara, Indonesia dikenal sebagai negara penggguna kapal selam dan kapal perang berpeluru kendali pertama, namun Singapura juga berhak mendapat label yang pertama di Asia Tenggara, yaitu dalam kepemilikan dan pengoperasian pesawat intai berkualifikasi Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Persisnya 111 Squadron “Jaeger” yang berpangkalan di Lanud Tengah, sejak 1987 telah mengoperasikan empat unit “mini AWACS” E-2C Hawkeye produksi Northrop Grumman. Setelah itu, barulah Thailand yang ikutan menggunakan pesawat AEW&C dengan mengusung Saab 340 Erieye pada tahun 2012. (more…)

Pensiunkan F-16 di 2030, Singapura Bersiap Akuisisi F-35 Lightning II Joint Strike Fighter

Tarik ulurnya proses pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 mungkin membuat sebagian netizen di Republik ini menjadi jengah, belum juga tuntas mengenai produk yang akan dibarter dengan pihak Rusia, masalah lain muncul terkait ancaman sanksi dari Amerika Serikat jika Indonesia tetap mengakuisisi Su-35. Sementara Indonesia masih bergelut di zona tak menentu, sebaliknya angkatan udara negara tetangga kian terlihat kuat dan berotot. (more…)

Fokker F50 Maritime Enforcer MK2: Intai Maritim Taktis dengan Kemampuan Penindakan Penuh di Lautan

Suatu hari ada yang bertanya, pesawat intai maritim apakah yang paling canggih di Asia Tenggara? Dengan penekanan kata ‘intai maritim,’ maka kebaradaan CN-235 220 MPA (Maritim Patrol Aircraft) baik yang dioperasikan Puspenerbal TNI AL dan Skadron Udara 5 bisa jadi contoh bagaimana pesawat intai maritim yang modern dilengkapi sarana yang relatif memadai. Namun, bila ditelaah lebih jauh, seperti pada kelengkapan fitur secara keseluruhan dan adanya kemampuan penindakan, maka yang terdepan di Asia Tenggara adalah Fokker F50 ME (Maritime Enforcer) MK2 milik AU Singapura (RSAF). (more…)

Raytheon I-Hawk: Rudal Hanud “Tua” Yang Masih Menakutkan

Rudal yang satu ini jelas tak muda lagi usianya, namun predikat battle proven sudah melekat kuat pada rudal hanud jarak sedang MIM-23 Hawk buatan Raytheon ini. Bahkan Taiwan yang dalam posisi siaga menghadapi agresi Cina masih mempercayakan keberadaan rudal ini di sepanjang garis pantainya. Dan tak jauh dari Indonesia, sosok rudal Hawk ternyata masih dioperasikan Singapura, meski di segmen rudal hanud jarak sedang Singapura telah mengoperasikan generasi yang lebih baru, yaitu Aster 30 buatan MBDA.

(more…)

MPSTAR: Intip Kemampuan Radar Portable Pada Sistem Hanud RBS-70 Singapura

Dalam gelar sistem pertahanan udara (hanud), time and speed untuk melakukan steling di satu lokasi bagi satuan tembak (satbak) dan komponen radar pendukungnya sangat vital untuk diperhitungkan. Terkhusus pada sistem hanud RBS-70 yang digunakan Arhanudri Kostrad, elemen pendukung pada satbak RBS-70 TNI AD adalah Giraffe 40, yakni portable radar dengan jarak jangkau 40 km yang ditempatkan dalam platform truk Mercedez-Benz atau Volvo 6×6. (more…)

50Th Anniversary RSAF, F-15SG Strike Eagle Tampil dengan Livery Khusus

Perhelatan Singapore AirShow 2018 baru saja berakhir, dan ada beberapa sketsa menarik dari pameran dirgantara yang disebut terbesar di Asia ini, atau bisa disebut pameran dirgantara kedua terbesar di dunia setelah Paris AirShow. Salah satu sketsa yang unik dari hajatan dua tahunan ini adalah Singapore AirShow kali ini bertepatan dengan momen 50 Tahun Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF). (more…)

Di Singapura, Ranpur Cadilage Cage dan Rudal RBS-70 Justru Dioperasikan Angkatan Udara

Dalam jagad pecinta alutsista, nama rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70 dan ranpur Cadilage Cage V-150, tentu sudah tak asing lagi. Kedua alutsista tersebut menjadi milik TNI AD dan dioperasikan oleh dua kesatuan yang berbeda. RBS-70 menjadi etalase senjata di Artileri Pertahanan Udara Ringan (Arhanudri) Kostrad, sementara panser V-150 sudah sejak lama menjadi identitas Batalyon Kavaleri 7 Pragosa Satya, Kodam Jaya. Tapi lain ladang lain ilalang, di Singapura justru kedua alutsista tersebut adalah milik Angkatan Udara (RSAF). (more…)

Ruang Udara ‘Terbatas,’ Singapura Justru Punya Banyak Pesawat Tanker, Inilah Alasannya!

Sesaat setelah lepas landas dari Lanud Paya Lebar, bagi jet tempur tercanggih di Asia Tenggara F-15SG, dengan kecepatan penuh hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk keluar dari teritori udara Singapura. Hal ini menyiratkan betapa terbatasnya ruang udara Singapura. Toh dengan kondisi keterbatasan ruang udara, komposisi interceptor Negara Kota ini sulit ditandingi negara tetangganya, selain F-15SG, masih ada F-16 C/D Block52+. Yang jika digabung, kedua jet tempur tersebut berjumlah tak kurang dari 90 unit. (more…)