Mirip Torpedo Poseidon Rusia, Cina Tampilkan Sosok Drone Bawah Laut (UUV) Berukuran Besar

Menjelang parade militer di Beijing pada 3 September 2025 (peringatan Hari Kemenangan Perang melawan Jepang ke-80), beragam persenjataan baru mulai di spill lewat penampakan dalam iring-iringan menuju pusat kota. Salah satu yang menarik perhatian adalah Cina terang-terangan memperlihatkan drone bawah laut – (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) berukuran besar (XLUUV) yang dibawa truk trailer.

Baca juga: Jepang Tampilkan Desain XLUUV untuk Beragam Misi Peperangan Bawah Laut

Meski ini bukan UUV pertama berukuran besar yang diperlihatkan Cina dalam parade militer, namun kemunculan UUV ini membetot minat netizen, karena desainnya yang berbeda dari sebelumnya, yang memanjang laksana torpedo.

UUV yang belum diketahui namanya ini telah memicu spekulasi mengenai potensi peran dadesainnya. Para pengamat mencatat bahwa konsep tersebut sangat mirip dengan desain torpedo bertenaga nuklir Poseidon milik Rusia. Selain bertenaga nuklir, Poseidon juga dapat dilengkapi hulu ledak nuklir, dan mampu menjangkau sasaran dalam jarak jauh.

Poseidon pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memperkenalkannya sebagai salah satu dari beberapa yang disebut “senjata super” dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi.

South China Morning Post sebelumnya melaporkan bahwa Cina sedang mengupayakan kemampuan serupa, mengutip sumber-sumber Cina yang mengindikasikan bahwa penelitian tentang sistem bawah laut bertenaga nuklir sedang berlangsung. Makalah tersebut menggambarkan konsep senjata tersebut sebagai senjata yang menggunakan reaktor nuklir sekali pakai untuk mencapai dan mempertahankan kecepatan jelajah lebih dari 30 knot dengan endurance 200 jam.

Setelah reaktor habis, reaktor akan terlepas dan tenggelam ke dasar laut, setelah itu drone (torpedo) dapat terus beroperasi dengan daya baterai untuk melakukan serangan konvensional.

Rusia Mulai Produksi Set Pertama Torpedo Nuklir Poseidon untuk Kapal Selam Belgorod

Meskipun foto-foto dari persiapan parade mengonfirmasi keberadaan fisik kendaraan baru tersebut, detail tentang propulsi, jangkauan, dan misi yang dituju masih belum diketahui. Belum jelas apakah drone tersebut dirancang untuk membawa muatan konvensional atau nuklir.

Perbandingan dengan Poseidon Rusia telah memicu perdebatan di antara para analis pertahanan. Poseidon dimaksudkan sebagai penghancur strategis, yang mampu menyerang kota-kota pesisir atau kelompok kapal induk dengan hulu ledak nuklir setelah menempuh jarak ribuan mil di bawah air.

Sebaliknya, laporan Cina belum memberikan kejelasan tentang apakah drone baru Beijing dimaksudkan untuk mereplikasi misi semacam itu atau berfungsi sebagai kelas senjata bawah laut yang berbeda. (Gilang Perdana)

Korea Utara Pamerkan “Haeil” – Torpedo Raksasa Bertenaga Nuklir yang Mirip Poseidon Rusia