Meski Sekutu Cina, AS Loloskan Penjualan AIM-120D/C8 AMRAAM ke Pakistan: Apa Tujuannya?

Punya status sebagai sekutu utama Cina, Pakistan selama ini sulit untuk mendapatkan persenjataan canggih dari AS. Namun, ada kabar mengejutkan dari Departemen Perang (d/h Departemen Pertahanan) AS, yakni munculnya Pakistan di dalam daftar negara pembeli rudal udara ke udara AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) generasi baru.

Baca juga: Belanda Pesan Rudal AIM-120C-8, Apa Bedanya dengan AIM-120C-7 AMRAAM untuk Indonesia?

Angkatan Udara Pakistan (PAF) saat ini sudah menjadi operator AMRAAM yang lebih tua (seperti AIM-120C-5) untuk jet tempur F-16 mereka. Sementara yang akan dijual AS adalah varian rudal yang lebih baru, yaitu AIM-120C8 dan AIM-120D3. AIM-120D3 adalah salah satu yang tercanggih dalam seri AMRAAM, menawarkan jangkauan yang lebih jauh dan akurasi yang lebih tinggi dalam pertempuran Beyond-Visual-Range (BVR). Akuisisi ini dilihat sebagai peningkatan besar yang akan secara signifikan memperkuat kemampuan tempur udara armada F-16 Pakistan.

Persetujuan Washington diberikan melalui modifikasi (penyesuaian) pada kontrak besar yang sudah ada pada 30 September 2025, yang awalnya diberikan kepada Raytheon (produsen rudal) untuk memasok AMRAAM kepada sekitar 35 negara sekutu AS.

Pakistan ditambahkan sebagai penerima melalui penyesuaian nilai kontrak senilai sekitar $41,6 juta dalam kontrak global yang totalnya mencapai $2,51 miliar, dengan pengiriman dan pengerjaan pesanan ini diharapkan selesai pada Mei 2030.

‘Tak Bisa’ Beli AMRAAM untuk Jet Tempur F-16, Mesir Dapat Izin Borong AIM-120 AMRAAM dalam Paket NASAMS

Persetujuan ini memang menjadi kejutan, terutama mengingat hubungan Pakistan yang erat dengan Cina dan adanya ketegangan historis dengan AS.

Para analis pertahanan mengaitkan keputusan ini dengan sejumlah pertimbangan strategis, seperti upaya AS untuk menjaga pengaruh atas angkatan udara Pakistan (PAF) dan mencegah ketergantungan penuh Islamabad pada sistem pertahanan Cina.

Dengan menjual AMRAAM versi canggih, AS memastikan bahwa Pakistan terus menggunakan platform buatan AS (F-16) dan sistem persenjataannya, bukan beralih sepenuhnya ke pesawat dan rudal buatan Cina (seperti JF-17 dan rudal PL-15).

India Waspada, Cina Pasok Rudal Udara ke Udara BVR PL-15 ‘Varian Ori’ untuk JF-17 Block III Thunder Pakistan

AS ingin mempertahankan Pakistan dalam ekosistem pertahanan mereka, yang secara strategis penting di tengah persaingan global dengan Cina dan Rusia.

Penjualan ini muncul setelah serangkaian pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan Pakistan, termasuk pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir. Hal ini mengindikasikan adanya “pencairan” dan “reset” dalam hubungan militer dan politik kedua negara.

Dogfight di Kashmir Usai, Puing Rudal AIM-120C-5 AMRAAM Masih Jadi ‘Misteri’

Reaksi India
Meskipun penjualan ini dapat menimbulkan kekhawatiran di India (mengingat rudal AMRAAM digunakan Pakistan untuk menembak jatuh pesawat tempur India pada tahun 2019), keputusan AS sering kali didasarkan pada strategi menyeimbangkan kekuatan militer di kawasan, serta untuk memperkuat sekutu lama agar mampu menghadapi ancaman terorisme atau ancaman internal lainnya.

Secara keseluruhan, penjualan AMRAAM menandakan kembalinya keterlibatan AS yang lebih pragmatis dengan militer Pakistan, diprioritaskan untuk tujuan geopolitik strategis jangka panjang dalam menghadapi Cina, di atas pertimbangan hubungan bilateral yang sempat mendingin. (Bayu Pamungkas)

Bermain Dua Kaki, AS Jual Paket Upgrade F-16 ke Pakistan, Bikin India Meradang

3 Comments