Mengenal SAS Assegaai – Museum Kapal Selam Satu-satunya di Afrika

Bila Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Surabaya yang menampilkan KRI Pasopati 410 (Whiskey class) adalah museum kapal selam pertama di Asia Tenggara, maka ada kabar dari Benua Hitam, yakni Afrika untuk pertama kalinya mempunyai museum kapal selam yang berlokasi di Simon’s Town, Afrika Selatan.
Baca juga: KRI Pasopati 410 – Kapal Selam Pemburu Tanpa MCK
Angkatan Laut Afrika Selatan (South African Navy) dan Naval Heritage Trust (NHT) pada 30 April 2025 menyelenggarakan upacara pembukaan Museum Kapal Selam SAS Assegaai di Simon’s Town. Tonggak penting ini menandai puncak dari upaya bertahun-tahun yang penuh dedikasi oleh para relawan, donatur, dan pemangku kepentingan NHT.
Seperti dikutip defenceweb.co.za, SAS Assegaai berhasil dipindahkan ke lokasi museum pada bulan Juli 2024, setelah pemindahan kapal selam sepanjang 58 meter yang beratnya hampir 700 ton melalui darat berlangsung rumit dan penuh tantangan.
Museum kapal selam tersebut sebenarnya telah dibuka untuk umum pada tanggal 16 Desember 2024, yang menawarkan sekilas pandang unik ke dalam sejarah angkatan laut Afrika Selatan.

Pembukaan resmi museum kapal selam dihadiri oleh KSAL Afrika Selatan, Laksamana Monde Lobese dan Geordin Hill-Lewis, Wali Kota Cape Town. Acara tersebut mempertemukan awak kapal selam yang masih bertugas dan yang sudah pensiun, relawan NHT, dan donatur utama, termasuk Pemerintah Kota Cape Town, Damen, dan Vanguard Heavylift, yang memberikan dukungan finansial dan barang untuk proyek tersebut.
SAS Assegaai, yang sebelumnya dikenal sebagai SAS Johanna van der Merwe, adalah satu-satunya kapal selam Daphne class buatan Peancis yang masih tersisa yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Afrika Selatan dari tahun 1970-an hingga 1990-an.

Lobese menyampaikan harapannya bahwa pembukaan museum akan mendorong anak muda Afrika Selatan untuk menjadi relawan di bidang kapal selam, terutama mengingat jumlah korps kapal selam Afrika Selatan yang terus menurun dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kapal selam.
“Merupakan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa generasi mendatang menghargai dan mempelajari bagian-bagian berharga dari warisan kita ini. Tidak ada satu pun pameran tunggal yang memuat lebih banyak variasi aplikasi praktis teknologi daripada kapal selam. Ini berkisar dari sistem mekanik dan listrik dasar, hingga hidrodinamika, optik, sonar, dan banyak lainnya,” jelas Lobese.
Ide untuk melestarikan kapal selam berawal pada akhir tahun 2003 ketika Assegaai dinonaktifkan, dan mendapat persetujuan pada tahun 2005. Angkatan Laut menghapusnya dari Daftar Pembuangan, sementara dua kapal selam Daphen class lainnya dijual dan dibongkar.
Setelah 50 Tahun Hilang, Kapal Selam Diesel Listrik Perancis Ditemukan di Kedalaman 2.370 Meter
Assegaai berhasil difungsikan sebagai museum dari tahun 2010 hingga 2015, berlabuh di sepanjang dinding luar pelabuhan Simon’s Town. Namun, ketika kapal selam itu dikeluarkan dari air pada tahun 2015 dan ditempatkan di lift sinkronisasi di dalam pelabuhan, kerusakan signifikan pada lambung luar ditemukan. Meskipun bagian dalam tetap terawat dengan baik, solusi permanen diperlukan untuk menjaga kapal selam tetap berada di luar air sambil memastikan aksesibilitas. Akibatnya, kapal museum ditutup hingga relokasi terakhirnya ke lokasi permanennya saat ini.
SAS Assegaai
SAS Assegaai (S99) dipesan pada 1960-an oleh Afrika Selatan dari Perancis sebagai bagian dari modernisasi armada lautnya. Afrika Selatan mengoperasikan tiga kapal Daphne class – SAS Maria van Riebeeck, SAS Emily Hobhouse dan SAS Johanna van der Merwe (kemudian berganti nama menjadi SAS Assegaai).
Dari spesifikasi, Daphen class punya panjang 57 meter dan berat saat menyelam 1.043 ton. Kapal selam diesel listrik ini dapat meluncur 15 knot saat menyelam dan 13 knot saat berlayar di permukaan. Diawaki 40 personel, Daphen class dilengkapi dengan 12 tabung peluncur torpedo,. Nama “Assegaai” diambil dari tombak tradisional Afrika, mencerminkan identitas nasional Afrika Selatan pasca-apartheid. (Gilang Perdana)


