Elbit Systems Raih Kontrak Pengadaan Dua Unit ATR 72-600 MPA untuk Filipina

Pada 10 Juli lalu, Elbit Systems dari Israel mengumumkan telah memenangkan kontrak untuk pengadaan dua pesawat intai maritim (Maritime Patrol Aircraft/MPA). Elbit Systems tidak menjelaskan nama negara pembeli, hanya disebutkan pembeli adalah salah satu negara di Asia Pasifik. Namun, kuat dugaan bahwa negara di Asia Pasifik yang dimaksud adalah Filipina, yang selama ini banyak membeli alutsista dari Israel.

Baca juga: Leonardo Raih Kontrak Pengadaan Dua Unit Pesawat Intai Maritim ATR-72 600 MPA untuk Malaysia 

Sementara jenis pesawat intai maritim yang ditawarkan ke Filipina mengadopsi platfom ATR 72-600. Disebutkan pesawat intai maritim ini akan dibekali serangkaian sistem manajemen misi, sensor electro optic, radar pengawasan maritim, SIGINT (Signal Intelligent) dan sistem komunikasi. Angkatan Udara Filipina sejak tahun 2013 tengah mencari jenis pesawat intai maritim jarak jauh.

Menurut Elbit Systems, nilai kontrak pengadaan kedua pesawat intai maritim mencapai US$114 juta. Perusahaan penyedian alat pertahanan kenamaan tersebut menyebut bahwa kontrak pengadaan akan dituntaskan dalam jangka waktu lima tahun.

Pernyataan Elbit Systems menunjukkan bahwa pesawat itu untuk Angkatan Udara Filipina (PAF), yang memiliki proyek pengadaan aktif pesawat MPA yang disebut LRPA (Long Range Patrol Aircraft). Dikutip dari Janes.com, program akuisisi dimulai pada tahun 2014 dan mencakup dua pesawat dengan program senilai US$118 juta. Namun, beberapa kali proses lelang gagal dan program terhenti. Kemudian program digenjot kembali pada Mei 2017 dengan nilai program US$115 juta.

Dengan akuisisi dua unit pesawat intai maritim berbasis ATR 72-600 oleh Filipina, menjadikan Negeri Pinoy sebagai bakal calon operator ATR 72-600 MPA kedua di Asia Tenggara. Sebelumnya, Malaysia telah mengumumkan kontrak pengadaan dua unit ATR 72-600 varian intai maritim pada gelaran LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) 2023.

Berbeda dengan Filipina, Malaysia yang tidak berhubungan diplomatik dengan Israel, memasrahkan kontrak ATR 72-600 MPA kepada Leonardo dari Italia. ATR-72 MPA pesanan Malaysia akan dilengkapi dengan sistem misi modular Leonardo ATOS (Airborne Tactical Observation and Surveillance).

ATOS mengelola sensor on-board pesawat, memadukan informasi yang dikumpulkan dan menyajikan gambaran taktis yang komprehensif dan terus diperbarui kepada operator sistem misi. Dengan warisan kemampuan andal dari ATR-72 komersial, maka ATR-72 MPA menampilkan desain ergonomis yang mendukung efisiensi dan efektivitas awak selama misi yang biasanya dapat berlangsung lebih dari 8 jam.

Sistem misi ATOS adalah jantung operasional pesawat. Sistem ini mengintegrasikan semua sensor on-board pesawat, memperoleh informasi dan mengirimkannya ke kru melalui human-machine interface (HMI) yang dioptimalkan, yang memungkinkan tampilan semua data yang dikumpulkan dari sensor on-board dalam gambar taktis lengkap.

Baca juga: ATR-72 600 MPA, Berjaya di Regional Airliner Kini Bertarung di Pasar Intai Maritim

Sensor lain yang terintegrasi ke dalam sistem ATOS termasuk menara sensor elektro-optik dengan kamera warna dan monokrom, sensor perang elektronik yang menawarkan kemampuan pengawasan elektronik pita lebar, Automatic Identification System (AIS) dan Airborne Search and Rescue System Direction Finder (ASARS DF). (Gilang Perdana)