Kemandirian Militer Turki! Mesin BATU Lolos Uji Kritis untuk MBT Altay, Siap Gantikan Teknologi Korea

Industri pertahanan Turki (Presidency of Defense Industries/SSB) baru saja mengumumkan keberhasilan besar dalam pengembangan Main Battle Tank (MBT) Altay. Mesin BATU yang dikembangkan oleh BMC Power secara resmi telah menyelesaikan prosedur penerimaan pabrik (factory acceptance tests), menandai berakhirnya ketergantungan Turki pada mesin impor untuk lini depan kavaleri mereka.

Baca juga: BMC Defence (Turki) Resmi Memulai Produksi Massal Main Battle Tank Altay

Ketua SSB, Haluk Gorgun, menyatakan bahwa mesin berkekuatan 1.500 tenaga kuda (HP) ini bukan sekadar komponen mekanis, melainkan simbol kematangan teknik dan visi strategis Turki di kancah global.

Perjalanan Altay untuk mendapatkan dapur pacu yang pas sangat berliku. Pada awalnya, prototipe Altay menggunakan mesin MTU 883 buatan Jerman. Namun, ketegangan politik menyebabkan Jerman memberlakukan embargo terselubung terhadap komponen militer ke Turki, yang membuat proyek Altay sempat mangkrak selama beberapa tahun.

Turki kemudian berpaling ke Korea Selatan untuk mencari solusi cepat. Melalui program alih teknologi (Transfer of Technology), Turki mengintegrasikan paket powerpack dari produsen Korea Selatan, yaitu menggunakan mesin Doosan Infracore DV27K (1.500 HP) dengan transmisi SNT Dynamics EST15K.

Meskipun teknologi Korea Selatan berhasil menghidupkan kembali produksi massal Altay seri pertama (T1), Turki tetap memprioritaskan proyek BATU sebagai solusi jangka panjang agar tidak lagi terkena dampak kebijakan luar negeri negara lain.

Mesin BATU dirancang khusus untuk menghadapi kondisi medan Turki yang beragam, mulai dari pegunungan tinggi hingga gurun yang panas. Berikut adalah spesifikasi teknis BATU yang mengusung tipe diesel, V12 (12 Silinder) dengan tenaga maksimum 1.500 Horsepower (HP).

Turki Pilih Dua Perusahaan Korea Selatan untuk Pasok Mesin MBT Altay

Torsi BATU sangat tinggi, dirancang untuk menggerakkan tank seberat 65 ton dengan lincah, mesin ini mengusung sistem pendingin efisiensi tinggi terintegrasi (Cooling Package), serta transmisi automatic cross-drive dengan kemampuan kemudi dan pengereman terintegrasi.

Keunggulan utama BATU bukan hanya pada performanya, tetapi pada kemandirian logistik. Dengan mesin buatan sendiri, Turki bebas mengekspor Altay ke negara mana pun tanpa perlu meminta izin dari Berlin atau Seoul.

Setelah suksesnya uji pabrik ini, fokus selanjutnya adalah pengujian daya tahan sejauh 10.000 kilometer dan kualifikasi transmisi domestik. Rencananya, MBT Altay versi produksi awal tetap akan menggunakan paket mesin Korea hingga tahun 2028, sementara mesin BATU akan mulai diintegrasikan sepenuhnya pada varian Altay T2 yang lebih canggih di masa depan. (Gilang Perdana)

Aselsan (Turki) Luncurkan Akkor 10 – Active Protection System untuk MBT Altay dan Leopard 2A4

2 Comments