Kuwait Kirim MBT M-84AB ke Ukraina – Jawara Gurun dengan Predikat Battle Proven

Memasuki tahun ketiga perang Ukraina, pasokan Main Battle Tank (MBT) dari negara-negara Barat/NATO terasa mulai seret. Ukraina yang berharap donasi alutsista berat tentu merasakan kebutuhan mendesak akan hadirnya MBT yang bukan cuma unggul dalam kualitas, tapi ideal secara kuantitas. Nun jauh dari Timur Tengah, ada kabar bahwa Kuwait tengah mengirimkan armada MBT M-84AB ke Ukraina. Nama M-84AB terdengar asing, meski pada dasarnya merupakan varian dari MBT T-72.

Baca juga: Rusia Kembangkan T-72B3 Sturm – MBT Tanpa Awak Pertama di Laga Perang Ukraina

Sebuah laporan di media Balkan menyebut bahwa Kuwait, yang merupakan sekutu AS dan Barat di Timur Tengag, mungkin telah atau mulai mentransfer sebagian atau seluruh 149 unit MBT M-84AB yang dibeli dari bekas Yugoslavia. Dikutip popularmechanics.com (2/2/2024), sejumlah M-84AB Kuwait telah dikapalkan ke pabrik Djuro Djakovic di Kroasia, tempat tank tersebut pertama kali dirakit pada tahun 1980-an. Di sana, armada MBT Kuwait itu seharusnya menerima perbaikan—dan mungkin peningkatan—sebelum dikirim untuk menghadapi MBT Rusia.

Laporan mengenai pengaturan pengiriman MBT tersebut muncul di media Serbia, setidaknya ada enam unit M-84AB Kuwait berwarna coklat dilaporkan terlihat diangkut dengan truk trailer melalui Slovenia ke Kroasia. Namun dugaan transfer tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak yang terlibat.

Jika laporan tersebut akurat, maka ini akan menjadi perang kedua untuk MBT M-84AB, yakni setelah sebelumnya digunakan membebaskan wilayahnya dari tentara Irak yang menginvasi Kuwait pada tahun 1991.

M-84 sejatinya adalah varian MBT T-72 era Uni Soviet yang dibuat dengan lisensi oleh Yugoslavia. Artinya, akan relatif mudah bagi Ukraina untuk mengintegrasikan MBT tersebut ke dalam layanan militer, karena Ukraina sejauh ini sudah mengoperasikan banyak varian T-72.

Sejarah M-84
Selama kunjungan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito pada tahun 1978 ke Moskow, Ia meyakinkan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev untuk menjual lisensi yang memungkinkan pembuatan produksi massal MBT terbaru Soviet (saat itu)—T-72—seharga $39 juta.

Lewat negossiasi, pada akhirnya lebih dari 250 perusahaan yang tersebar di Republik Yugoslavia menyumbangkan komponen, dan perakitan akhir dilakukan di pabrik Djuro Djakovic di Slavonski Brod, Kroasia. Sebuah prototipe kendaraan T-72MJ selesai pada tahun 1983 diikuti oleh 10 kendaraan pra-produksi dan produksi massal dilakukan pada tahun 1985.

Seri pertama dari 370 tank M-84 memiliki sebagian besar karakteristik dasar yang sama dengan tank ekspor T-72M: tank low-profile (tinggi 2,18 meter) dengan awak tiga orang, mesin diesel V46-6 berkekuatan 760 tenaga kuda. MBT ini dibekali meriam 2A46 125-milimeter yang kuat dengan sokongan autoloader bergaya carousel berputar dengan 20 peluru dan 22 cadangan lagi di kompartemen kru.

Pada turret didukung oleh senapan mesin koaksial, serta pelepas granat asap 12 tembakan. Meskipun lambung M-84 menggunakan material komposit untuk meningkatkan perlindungan, turretnya terbuat dari baja tuang murni.

Namun, M-84 berbeda dari aslinya (T-72), yang mana M-84 telah dibekali peningkatan sensor dan sistem pengendalian tembakan yang dikembangkan dalam negeri. Penglihatan DNNS-2 milik gunner memiliki pembesaran 7x siang hari dan pembesaran 8,5x penglihatan malam, dan komandan memiliki penglihatan malam independen yang juga dapat menggunakan senjata utama. Sementara itu, komputer pengendali penembakan M-84 dilengkapi dengan fitur-fitur canggih pada masanya, seperti sensor meteorologi untuk memperhitungkan kecepatan angin dan kelembapan, dan komputer yang dirancang untuk memperhitungkan pergerakan tank dan targetnya.

Namun, penyesuaian pada model M-84A yang ditingkatkan mengurangi jumlah suku cadang yang digunakan pada T-72 menjadi hanya 40 persen. Perlindungan ditingkatkan secara signifikan, berkat penambahan lapisan baja dengan jarak tertentu dan pelindung jarak textolite, dengan pasir kuarsa mengisi celah di antara keduanya. Hal ini meningkatkan efektivitas lapis baja depan dari yang semula 380 menjadi 450 milimeter menjadi lebih dari 700 milimeter setara RHA di beberapa tempat. RHA adalah singkatan dari “Rolled Homogenous Armor steel,” dan merupakan ukuran ketebalan yang efektif atau setara.

M-84A mengadopsi mesin diesel V46-TK berkekuatan 1.000 tenaga kuda yang lebih bertenaga, meningkatkan kecepatan maksimum dari 37 menjadi 45 mil per jam.

Angkatan Darat Kuwait tertarik dengan M-84A setelah ‘mengadu’ dengan M1A1 Abrams AS dalam suatu uji coba di gurun pasir. Hasilnya, sistem bahan bakar Abrams rusak, menjadikan Yugoslavia memenangkan kontrak untuk 200 tank (termasuk 15 tank recovery dan 15 tank komando) dengan harga per unit $1,58 juta. M-84AB buatan Kuwait memiliki 200 perubahan kecil, termasuk radio yang berbeda, lampu sorot tambahan, adaptasi fitur untuk kondisi gurun, dan unit daya tambahan yang dipasang pada tank komando M-84ABK.

Berkaca dari Perang di Ukraina, India Lakukan “Kawin Silang” MBT T-72 dan T-90

Battle Proven
Sayangnya hanya beberapa unit M-84A yang tiba ketika Irak menginvasi dan menyerbu Kuwait dalam dua hari. Namun, pasukan Kuwait di pengasingan tetap menerima puluhan M-84 yang tersisa. Pasukan ini melengkapi Brigade Shahid (“Martir”) ke-35 Kuwait, yang terkenal mempertahankan garis pertahanan melawan tank-tank Irak dalam “Pertempuran Jembatan” sebelum mundur melewati perbatasan Saudi.

Prajurit Pasukan ke-35 dilatih untuk mengoperasikan M-84 oleh pasukan khusus AS, serta pelatih Yugoslavia, dan bertempur bersama pasukan AS dan Saudi yang membebaskan Kuwait pada Perang Teluk Persia di tahun 1991. (Gilang Perdana)

2 Comments