Kapal Selam Barbel Class – Pernah Dilirik Indonesia Sebelum era Cakra Class Type 209

Lirak lirik alutsista, namun tak berlanjut ke tahap transaksi, rupanya bukan terjadi di zaman ini saja. Di dekade 70-an, sebuah dokumen menjelaskan bahwa Indonesia pernah tertarik untuk mengakuisisi kapal selam diesel listrik Barbel Class dari Amerika Serikat. Barbel Class adalah kapal selam diesel terakhir yang diproduksi dan dioperasikan AS, setelah kemudian beralih total ke kapal selam bertenaga nuklir.
Baca juga: Asheville Class Gunboat – Dulu Nyaris Dibeli Dua Unit oleh Indonesia
Dari capture dokumen yang dirilis akun Twitter @LembagaKERIS (12/5/2022), disebutkan bahwa Indonesia pada tahun 1974 pernah tertarik pada kapal perusak (destroyer) Gearing Class dan kapal selam Barbel Class. Persisnya setelah haluan politik Indonesia beralih ke Barat pasca G30S, Washington mengguyur Indonesia dengan paket penjualan alutsista lewat program FMS (Foreign Military Sales). Di matra laut, debut perdana program FMS salah satunya adalah akuisisi empat unit kapal perusak kawal (destroyer escort) Samadikun Class (aka – korvet Claud Jones Class).
Ibarat menyambung program FMS korvet Samadikun Class, Indonesia rupanya juga tertarik untuk memoles armada kapal selamnya yang mengalami kemunduran pasca kapal selam Whiskey Class dari Soviet yang dihentikan pasokan suku cadangnya setelah pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru.
Tahun 1974,Indonesia pernah tertarik pada Gearing-Class Destroyer dan Barbel-Class Submarine. pic.twitter.com/mNCtpYf26a
— Lembaga KERIS (@LembagaKERIS) May 12, 2022
Barbel Class yang kala itu berada di usia ‘keemasan’ rupanya ikut dilirik oleh Indonesia. Tidak dijelaskan, apakah Indonesia tertarik untuk membeli baru atau bekas pakai, meski bila dilihat dari kebutuhan waktu akuisisi dan kondisi keuangan Indonesia, lebih masuk akal untuk Indonesia membeli bekas kapai Barbel Class. Dalam capture dokumen disebut Indonesia tertarik membeli 4 unit Barbel Class, namun, faktanya Barbel Class hanya diproduksi 3 unit.
Nampaknya keinginan Indonesia hanya sebatas pembicaraan awal, pasalnya di tahun 1974 adalah periode keemasan Barbel Class, dan AS sepertinya belum ada rencana untuk melego kapal selam itu, atau paling cepat, baru ada potensi dijual ke negara lain dalam 10 tahun ke depan.

Barbel Class adalah kapal selam produksi pertama yang dibangun dengan lambung berbentuk tetesan air mata (teardrop-shape hull), dan yang pertama menggabungkan ruang kontrol, pusat informasi tempur dan menara pengawas di ruang yang sama di lambung.
[the_ad id=”77299″]
Barbel Class memiliki desain lambung ganda dengan baja HY80 setebal 1,5 inci. Kelas kapal selam ini menjadi bagian dari armada AL AS pada tahun 1959 dan resmi pensiun pada tahun 1988-1990, yang semenjak itu AL AS beralih ke era kapal selam bertenaga nuklir sepenuhnya.
Barbel Class terdiri dari USS Barbel (SS-580), USS Blueback (SS-581) dan USS Bonefish (SS-582). Uniknya, tiap kapal dibuat oleh galangan yang berbeda, USS Barbel dibuat oleh Portsmouth Naval Shipyard, USS Blueback dibuat oleh Ingalls Shipbuilding dan USS Bonefish oleh New York Shipbuilding.

Lead dari Barbel Class, yaitu USS Barbel diluncurkan pada 19 Juli 1958 dan masuk kedinasan AL AS pada 17 Januari 1959. Lumayan lama mengabdi, USS Barbel baru resmi pensiun pada 4 Desember 1989. Kini tinggal satu unit yang masih bisa dilihat, yaitu dijadikan koleksi museum di Oregon Museum of Science and Industry, yakni USS Blueback yang jadi koleksi museum sejak 1994.
[the_ad id=”77299″]
Barbel Class punya berat saat di permukaan 2.146 ton dan berat saat menyela 2.637 ton. Panjang keseluruhan 66,80 metrer dan lebar 8,8 meter. Barbel Class ditenagai 3× Fairbanks-Morse Diesel engines, 2× General Electric electric motors dan 4× 126-cell GUPPY IA batteries. Kapal selam ini dapat melaju maksimum 14 knots saat di permukaan, 12 knots di kedalaman perisikop dan 18,5 knots saat menyelam penuh. Barbel Class dapat berlayar sejauh 26.000 km paa kecepatan 10 knots.

Barbel Class diawaki 8 perwira dan 69 anak buah kapal. Bicara endurance, kapal selam ini dapat menyelam 102 jam pada kecepatan 3 knots dan 90 menit pada saat menyelam dengan kecepatan penuh.
Barbel Class dapat menyelam sampai kedalaman maksimum 700 meter. Bicara persejataan, kapal selam ini dibekali enam tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm. Dalam sekali berlayar, kapal selam ini dapat membawa 22 unit torpedo. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Saling Intip Dalam Pengembangan Teknologi Radar AEW&C AESA Antena Tegak
11 Comments | Nov 2, 2018 -
‘Pertanda Semakin Dekat’, Dua Jet Tempur Eurofighter Typhoon Mendarat di Ankara
1 Comment | Dec 19, 2024 -
Mengenal MH-60M DAP: Helikopter Serbu Canggih 160th SOAR dalam Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
No Comments | Jan 6, 2026 -
Kalashnikov Rex-1: Andalan Rusia di Pasar Tactical Anti Drone Jammer Gun
7 Comments | Sep 20, 2018



dari kabar yang seliweran ada kemungkinan TNI AL beli setidaknya 10 kalsel cina + destroyer (ini berita baru lagi bukan berita yang udah kebahas disini)
Terkait soal kapal selam memang tampak berjalan lambat pasca tidak dilanjutkannya kontrak Nagapasa class batch kedua dengan DSME Korsel (terdapat klausul yang memungkinkan peninjauan ulang berdasarkan performa batch pertama). Hingga saat ini, belum ada satu model kapal selam ad interim (sementara) yang secara resmi dipilih untuk mengisi kekosongan itu. TNI-AL tampaknya masih tetap pada pengadaan dua kapal selam kelas Scorpene Evolved yang akan dibangun di galangan kapal PT PAL di Surabaya melalui skema transfer teknologi dari Naval Group walau pengerjaannya memakan waktu sekitar 7-8 tahun ke depan
Virginia class bagus tuh, tapi mimpi aja bisa diakuisisi Indonesia, lebih baik belajar bener2 sama Prancis
90 menit pada saat menyelam dengan kecepatan penuh…?
🤣🤣😂😂
Soal kapal selam ya ?
Ada gossip tentang 10 kapal selam dari China yang digosipkan akan kita akuisisi. Apakah jadi atau tidak belum tau. Apakah dari Yuan class atau tidak juga belum tau. Yang jelas si makelar alutsista yang lagi naik daun berkata kalo kita butuh lebih banyak kapal selam. Tapi kalo ada kabar dari sumber lain bahwa kapal selam China bakal diakuisisi sampai 10 unit itu adalah kabar super gendeng segendeng-gendengnya. Apa kita mau lawan AUKUS ? Sebenarnya saya naksir Oyashio class sebanyak 5 unit.