Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi telah menyetujui potensi penjualan militer asing (Foreign Military Sales/FMS) kepada Pemerintah Singapura untuk pengadaan amunisi canggih Guided Multiple Launch Rocket System-Alternative Warhead (GMLRS-AW) beserta peralatan pendukungnya. (more…)
Lirak lirik alutsista, namun tak berlanjut ke tahap transaksi, rupanya bukan terjadi di zaman ini saja. Di dekade 70-an, sebuah dokumen menjelaskan bahwa Indonesia pernah tertarik untuk mengakuisisi kapal selam diesel listrik Barbel Class dari Amerika Serikat. Barbel Class adalah kapal selam diesel terakhir yang diproduksi dan dioperasikan AS, setelah kemudian beralih total ke kapal selam bertenaga nuklir. (more…)
Umumnya suatu alutsista mendapatkan paket upgrade atau peningkatan kemampuan setelah dioperasikan. Namun, ada yang berbeda dari alutsista pesanan Australia. Pesawat spesialis peperangan elektronika (electronic warfare/EW) MC-55A Peregrine yang belum diserahkan, alias unitnya masih di negara produsen, diwartakan telah mendapatkan persetujuan untuk mendapatkan upgrade. (more…)
Ketidakseimbangan neraca perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menjadi salah satu alasan utama penerapan tarif impor tinggi oleh AS terhadap Indonesia baru-baru ini. Pada tahun 2024, AS mencatat defisit perdagangan sebesar $17,9 miliar dengan Indonesia, di mana ekspor AS ke Indonesia bernilai $10,2 miliar, sementara impor dari Indonesia mencapai $28,1 miliar. (more…)
Ada kabar baik terkait alutsista Pusat Penerangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yakni pesawat intai maritim CN-235 220 Maritme Patrol Aircraft (MPA) TNI AL akan mendapatkan paket upgrade kemampuan dengan dukungan pendanaan lewat Foreign Military Sales (FMS) yang digulirkan Washington. (more…)
Dengan penerimaan kendaraan tempur (rampur) Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, maka Korps Marinir AS (USMC) secara bertahap akan mengurangi ranpur APC roda rantai amfibi legendaris Assault Amphibious Vehicles (AAV) atau dikenal juga sebagai LVTP-7, seperti yang dioperasikan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratib) Korps Marinir TNI AL. (more…)
Melengkapi pengadaan 35 unit jet tempur steath F-35A Lightning II, Jerman rupanya juga akan membeli paket persenjataan untuk F-35 dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut diketahui setelah US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) memberikan persetujuan atas potensi penjualan 969 rudal udara ke udara ke udara AIM-120C-8 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) senilai US$2,9 miliar. (more…)
Kilas balik ke November 2021, saat itu diwartakan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) berencana untuk menjual asetnya berupa ranpur amfibi Assault Amphibious Vehicles (AAV) atau LVTP-7 ke negara asing. Peta jalan divestasi pun telah dipersiapkan untuk dijual di bawah kesepakatan Foreign Military Sales (FMS). Dan ada kabar, rupanya Yunani menjadi negara yang akan membeli AAV bekas pakai tersebut. (more…)
Sebagai sekutu Amerika Serikat yang banyak terlibat dalam operasi militer di manca negara, Australia jelas membutuhkan ketersediaan jumlah rudal anti tank yang memadai. Dan meski bukan pengguna baru FGM-148 Javelin, ada kabar bahwa Australia akan menerima ratusan rudal Javelin varian terbaru lewat skema Foreign Military Sales (FMS) yang ditawarkan oleh Washington. (more…)
Meski sudah lama diperbincangkan netizen negeri ini, namun belum ada kontrak efektif atas tawaran jet tempur F-15EX (F-15ID) untuk Indonesia. Sembari menerka-nerka kapan kontrak efektif F-15EX akan dijalankan Kementerian Pertahanan RI, sudah ada kabar sundulan dari Israel, yakni Negeri Yahudi itu telah mengajukan resmi permohonan untuk pembelian F-15EX, serta paket upgrade F-15 lama ke varian F-15EX. (more…)