K2NO Black Panther, MBT Asal Negeri Ginseng yang Berani Tantang Leopard 2A7NO

Banyak yang menanyakan, siapakah gerangan K2 Black Panther? Dimana pada artikel terdahulu disebut bahwa Main Battle Tank (MBT) asal Negeri Ginseng ini akan diadu dengan MBT Leopard 2A7NO di Tanah Skandinavia guna memperebutkan tender next generation MBT untuk Angkatan Darat Norwegia.
Baca juga:Β Bakal Diadu dengan K2 Black Panther, MBT Leopard 2A7NO Tiba di Norwegia
Mengutip dari overtdefense.com (6/1/2022), disebutkan bahwa K2 Black Panther ternyata sudah lebih dulu tiba di Norwegia, yaitu pada Desember 2021 di Pelabuhan Drammen,. Sementara Leopard 2A7NO produksi Krauss Maffei Wegmann (KMW), Jerman, baru tiba di Pelabuhan Oslo pada 9 Januari lalu.
Khusus untuk memenuhi persyaratan pengujian yang diminta Kementerian Pertahanan Norwegia, Black Panther yang didatangkan ke Norwegia sudah dilakukan beberapa modifikasi. Diberi label sebagai K2NO Black Panther, MBT ini telah dilengkapi dengan reactive armor. sistem proteksi Trophy HV APS dari Israel dan modul remote control weapon station Kongsberg Protector RS4 yang menaungi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.

Hyundai Rotem selaku produsen memberikan benefit yang memikat bila Norwegia mengakuisisi K2NO Black Panther. Paket yang ditawarkan ke Norwegia adalah negara itu sudah mampu memproduksi dan mengirimkan MBT dalam negeri hanya dua tahun setelah pengiriman pertama K2NO. Hyundai juga menawarkan integrasi sistem komando dan kontrol ICS C4I, amunisi yang dapat diprogram Nammo dan pembuatan Auxiliary Power Unit (APU) domestik. Setelah pengadaan K2NO selesai, Norwegia akan memenuhi syarat untuk menerima MBT K3 dengan meriam smoothbore kaliber 130 mm.
[the_ad id=”12235″]
Bila Norwegia mimilih K2NO Black Panther, maka Hyundai Rotem menjanjikan pengiriman perdana MBT akan dilakukan pada tahun 2025. Hyundai Rotem merilis varian K2NO pada pamerian militer ADEX pada Oktober 2021.
Lepas dari tawaran di atas, K2 Black Panther jelas bukan MBT kaleng-kaleng. Telah diproduksi lebih dari 100 unit untuk AD Korea Selatan, Black Panther diketahui menjadi platform desain yang digunakan pada MBT buatan Turki, Altay.
[the_ad id=”77299″]
Sekilas tentang persenjataan, K2 Black Panther mengusung meriam Hyundai WIA CN08 kaliber 120/55 mm smoothbore gun, dimana kapasitas pada kubah dapat dimuati 40 munisi. Modul senapan mesin berat mengadopsi K6 heavy machine gun dengan kapasitas 3.200 munisi (disematkan pada Kongsberg Protector RS4), kemudian ada senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm.
K2 Black Panther sudah menggunakan teknologi autoloader, sehingga jumlah total awaknya hanya tiga orang – commander, gunner dan driver. Black Panther punya bobot penuh 61 ton, tank kebanggaan Korea Selatan ini punya panjang 10,8 meter, lebar 3,6 meter dan tinggi 2,4 meter.
Baca juga:Β Turki Pilih Dua Perusahaan Korea Selatan untuk Pasok Mesin MBT Altay
Kontes antara Hyundai Rotem dan KMW akan menunjukkan apakah solusi dan penawaran Korea Selatan akan lebih menarik bagi orang Norwegia, ataukah Norwegia lebih tertarik dengan pemasok yang berlokasi di Eropa. Norwegia rencananya akan membuat keputusan tentang hasil tender MBT pada akhir 2022. (Gilang Perdana)



@Bung Yuli: menaikkan kaliber bukan dimaksudkan untuk melampaui armor Armata, itu dibuat agar daya tembak bisa lebih jauh dengan kekuatan daya hantam yg cukup kuat.
Kaliber 120mm Rheinmetall bisa menjebol armor ERA Armata dari jarak 2 km sedangkan Armata butuh jarak 1.5 km buat nembak armor Leopard atau bahkan lebih dekat kalo lawannya Abram dan challenger. Itu karena armor yg dibuat sudah lebih baik khususnya yg dari Israel. Masalahnya jaman sekarang sudah sangat beda dengan Pertempuran Kursk 79 tahun yg lalu, atau seperti pertempuran di Golan. Jangkauan tembak harus ditingkatkan hingga jarak 4 km untuk mengamankan area yg lebih stabil. ATGM dan lainnya adalah pelengkap dari pertempuran, bukan sebagai senjata utama apalagi untuk menghancurkan tank lawan. Itu karena peluru tank masih lebih murah dari ATGM.
Auto loader bukan jaminan utama untuk kecepatan tembakan saat kontak senjata terjadi. Ingat berapa banyak tank Mesir dan Suriah yg hancur ditangan Tank Israel saat perang terjadi?? Mau di Yom Kippur atau perang 6 hari kesemutan sama saja, tank Buatan Uni Soviet yg pake Auto loader banyak yg kena hajar walopun Israel masih pake tank dg loading manual. So, yg penting adalah jangkauan, presisi dan keamanan. Jika terjadi kerusakan pada sistem loading manual, masih bisa segera diperbaiki, sedangkan auto loader butuh mundur ke belakang baru bisa diperbaiki, kalo enggak bakal hancur tuh tank kena tembak sebelum sempat diperbaiki.
@Ruskye: ternyata cuman pangsit artinya. Hhhhhhhhhh, gampang buatnya itu mah, segampang ngancurin tank buatan Rusia. Hhhhhhhhhh
Dijelaskan secara teknispun, klo sdh dibutakan dng fanatisme gak akan ada gunanya, toh kalian akan tetap ngeles sana sini.
Sekedar sedikit bocoran, knp pihak jerman bersama Perancis sedang bekerja keras utk rencana pembuatan tank dng meriam 130 mm smoothbore guna menandingi Armata. Dr cluew tersebut sdh sangat jelas. Ada apa dng 120 mm yg sdh dioperasionalkan.
@Ayam Jago
Mohon maaf bro sekelas ente pun gak paham apa itu Ruskie..ππ
https://sajiansedap.grid.id/read/10745674/pierogi-ruskie
Dalam mengupas berita harus dipandang dlm 2 sisi yg berimbang. Agar yg awam dpt menilai secara objectif. Klo semua disini mengulas hanya keunggulan alutsista barat, itu artinya yg awam akan digiring kpd satu opini saja tanpa ada pembanding bukan.?Dan itu tdk sehat buat pengetahuan. Itulah yg kalian lakukan selama ini. Dan saya hanya berusaha seoptimal mungkin menyajikan sisi pembanding. Itulah yg selalu saya jadikan bahan berargumen baik disini maupun di JKGR, dng sedikit tambahan bumbu2 penyedap. Kecuali di lapak DS yg berbeda thema.
Ente yg katanya co salespun sebenarnya paham, hanya saja larut dalam arus emosi hingga lebih memilih menutup mata ketimbang nenyajikan fakta dan akal sehat.
So..? 105 mm smoothbore high pressure lebih hebat dr 125 mm smoothbore medium pressure.? Is that right Mr. Jago.?…πππ
Saya tidak respect dengan manual loader karena itu adalah pekerjaan paling berat paling beresiko dan paling tidak elegan dari seorang tentara… berjibaku seorang diri di kabin yang sempit untuk memasang meriam… tidak terbayang jika Tank berada dimedan perang dan harus selalu bergerak dimedan yang tidak rata sambil harus terus mengisi meriam dengan rudal untuk menembak…
Autoloader jelas lebih elegan karena semua kru memiliki peran yang vital tanpa perlu ada satupun bekerja secara fisik memanggul rudal, bahkan saat berada di medan perang…
Rheinmetall pernah mengungkapkan hal ini… pada akirnya untuk mendapatkan efek yang lebih dahsyat adalah dengan meningkatkan dimensinya… dari 120 naik menjadi 130 atau bahkan 140… masalahnya adalah semakin besar dimensinya maka akan semakin tidak mungkin jika rudal di tangani oleh manusia secara manual…
pada akirnya mau tidak mau akan mulai mengadopsi sistem autoloader sebagai solusinya…
Haa???
Armata tank terbaik ???
Bagaimana mungkin itu tank terbaik kalo mogok di saat parade, apalagi saat perang bisa-bisa mrotholi sendiri nanti.
https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/news/2015/05/08/070100/memalukan-tank-terhebat-milik-rusia-mogok-saat-parade
Cuma terhebat dalam halusinasi si Puput aja ini tank.
Hohoho
https://www.thedrive.com/the-war-zone/21531/yes-this-is-a-ramjet-powered-artillery-shell-and-it-could-be-a-game-changer
https://www.thedrive.com/the-war-zone/33425/raytheon-is-developing-a-ramjet-artillery-round-for-the-armys-new-super-howitzers
Kerjasama kooperatif Raytheon Amriki & Pangshan Kroya membangun amunisi ramjet dgn jangkauan naik 3 kali lipat amunisi konvensional. 155mm duluan menyusui 130mm. Real Armata killer
Nungguin berita tank leopard pakai 130mm smoothbore Canon + autoloader
mungkin bukan kuat,tapi canggih wkwkwk
@ade
Baca saja artikel lama di sini tentang Leo 2 & Paladin. Benefit non autoloader paling besar justru buat MBT.
Gua emoh menjawab karena mullah fansboy Ruskies lebih pantas buat menjawab
pertanyaan ente
Chokolipant tolong atuh dijawab pertanyaan ID ini
Turret Armata cuma modifikasi minor turret T72B3
Turret dome sempit ditambah autoloader hasilnya…………………….. biarkan Chokolipant atawa Ruskiye untuk menjelaskan kelanjutannya atuh itupun kalo ybs tahu maklum posisinya sebagai Mullah Sekte Ruskisiah wal Strongiyah mengemban tanggung jawab penting agar fansboy Ruskies tak dipermalukan
Tolong dijawab yg benar yaaa!!!
Jawaban situ nanggung bak retorika anak kecil. Upgrade PT76 korps marinir & AMX TNI AD dari 76mm high pressure ke 90 medium pressure nyatanya lebih pantas disebut downgrade karena realitanya jangkauan dan daya tembus amunisi turun. Sudah pernah dibikin artikelnya di Indomiliter
Situ malah pake logika aneh super ngaco apalagi Leo 2 A7NO & K2NO bakal pakai 130mm high pressure canon. Diameter lebih besar, kecepatan amunisi lebih tinggi hasilnya momentum serta daya hancur lebih besar
Saya minta jawaban yang benar bukannya jawaban mengambang ngaco pula
Situ tak jauh beda dengan Giring PSI. Komentar repetitif muter muter menggiring opini
Tapi soal smoothbore situ blunder
Numpang lewat dulu, nunggu jawaban dari yg ngakunya Russian Fanboys kok bisa Armata lebih kuat dari tank buatan barat. Hhhhhhhhhh
Jadi jangan lagi komen berhalusinasi bahwa meriam 105 mm high pressure smoothbore lebih hebat dr meriam 125 mm smoothbore milik Tank Armata ya. Malulah dng kawan2 yg newbie….π€£π€£π€£
Kenapa amerika masih mempertahankan loader pakai tenaga manusia. Krn autoloader riskan berbahaya bagi tank jika terkena serangan
Yang masih membanggakan 125 mm medium pressure smoothbore canon ala rosikin silakan kasih alasan jelas kenapa lebih baik dibanding 130 mm high pressure smoothbore canon milik K2 MBT
Jawab yang benar bukan pake retorika murahan repetitif membosankan
Hohoho
Yom Kippur membuktikan high pressure smoothbore canon masih lebih ngaceng mengangkangi medium pressure smoothbore canon
130mm smoothbore canon!!
Eudann coyyy!!
MBT K2 Black Panther termasuk MBT yg mehong..sama dengan Medium Tank Harimau item PT. Pindad termasuk yg termahal dikelasnya..mungkin bila di produksi massal dan banyak harganya bisa turun..
Pastinya K2 Black Panther akan dpt dng mudah mengungguli Leopard Jerman. Hanya saja nantinya yg dipilih pastilah Leopard Jerman, sebab sesama anggota NATO dan sesama negara Eropa. Sehingga utk perawatan dan urusan suku cadangnya lebih mudah.
Nanmun sangat disayangkan, kelas
keduanya tetap berada dibawah Tank Armata yg meriamnya 125 mm dan sangat menakutkan. Armata adalah tank terbaik di kolong langit ini…ππ
Bagaimana dng Tank Abrams.? Norwegia aja ogah banget…ππ
Ya. Salaamm…πππ