Indo Defence 2024 – Aselsan Tawarkan Indonesia “Steel Dome” – Sistem Pertahanan Udara Berlapis dan Terintegrasi

Pada tanggal 12 Juni 2025, Indomiliter.com mendapat kesempatan untuk mewawancarai Ahmet Akyol, President and CEO of Aselsan. Aselsan adalah perusahaan pertahanan dan elektronik ternama dari Turki, yang dalam Indo Defence 2024, Aselsan menawarkan beragam solusi dan kerja sama dengan pemerintah dan otoritas pertahanan di Indonesia.
Di booth C110B, Aselsan memperlihatkan beragam solusi komprehensif, mulai untuk kebutuhan matra darat, laut dan udara, bahkan dalam Indo Defence 2024, Aselsan telah melakukan serangkaian penandatanganan kerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN Indonesia, di antaranya dengan PT PAL dalam sistem persenjataan pada proyek kapal perang.
Dipandang sebagai mitra strategis oleh industri pertahanan Indonesia, Aselsan yang baru saja membuka kantor perwakilannya di Jakarta, secara khusus booth-nya mendapat kunjungan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 11 Juni lalu.
Dari sekian banyak solusi yang ditawarkan oleh Aselsan, sudah barang tentu ada yang menjadi andalan. Ahmet Akyol menyebut bahwa solusi pertahanan udara terintegrasi dan berlapis adalah flagship solusi Aselsan untuk Indonesia. “Yang dimaksud adalah Steel Dome, ini merupakan solusi utama kami dalam pameran pertahanan ini, dan pertama kalinya ditawarkan ke Indonesia,” ujar Ahmet Akyol.

Ia menambahkan, “Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah mendapat pemaparan tentang Steel Dome saat menjungi booth kami, dan menyatakan tertarik pada Integrated Air Defence Systems ini”.
Steel Dome digambarkan sebagai sistem pertahanan udara (hanud) berlapis dari semua sensor dan senjata untuk bekerja secara terpadu di bawah struktur payung jaringan, menciptakan gambaran udara umum, mengirimkannya ke pusat operasi secara real-time, dan menyajikannya kepada para pengambil keputusan dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
#ASELSAN küresel büyümesine devam ediyor.
Savunma Sanayii Başkanımız Prof. Dr. Haluk Görgün’ün katılımlarıyla açılışı gerçekleştirilen “ASELSAN Endonezya”, küresel tedarik zinciri entegrasyonu ve ortak üretim alanlarında Güneydoğu Asya’daki iş birliklerine yoğunlaşacak.
🌐… pic.twitter.com/wA2yCw12i8— ASELSAN (@aselsan) June 13, 2025
Di bawah Steel Dome, Turki sedang merancang sebuah sistem yang akan mengoperasikan semua sistem peringatan dini, termasuk melibatkan pesawat terbang, pesawat nirawak (drone), dan satelit, bersama dengan elemen rudal pertahanan ketinggian rendah dan tinggi, serta elemen jet tempur.
Steel Dome akan menjadi sistem pertahanan udara komprehensif pertama Turki. Pada tanggal 6 Agustus 2024, Presiden Tayyip Erdogan dalam rapat Komite Eksekutif Industri Pertahanan dan memutuskan pembangunan sistem pertahanan udara komprehensif yang disebut Steel Dome. (Haryo Adjie)
Aselsan Luncurkan Gurz – Sistem ‘Hanud Hybrid’ Rudal dan Kanon yang Mirip Pantsir S-1



rusia dg an50 utk aewcs…ditembak jatuh oleh ukraina tahun 2025 hampir dibulan yg sama….kemudian rusia membatalkan utk aewcs generasi terbaru dg an100 yg lebih bongsor….takut gampang ditembak jatuh. apalagi rudal2 utk anti aewcs udah tembus pada angka 400 km (oleh rusia maupun cina) dan dapat digotong oleh pesawat fighter sekelas SU35, SU57 atau J20, J50.
sekarang malah modelnya menggunakan pesawat SU35 atau SU57 secara simultant utk AEWCS nya. usa dg F35, mungkin segera cina dg j20 nya….lebih aman, lebih lincah menghindar rudal.
Pesawat besar, kapasitas bahan bakar dan muatan yang dibawa Otomatis jadi lebih banyak yang berpengaruh pada radius dan endurande lebih lama dan radar serta sistem elektronik yang lebih besar dan kompleks
wah… gak mau ketinggalan ini turki…. dengan dome dome negara lain. Israel dengan iron dome….USA dengan Golden dome, ….
Aewcs nya turki masih pakai yng pesawat besar itu?… lah rusia dan amerika aja udah mulai meninggalkan aewcs yg besar besar. kalau yg seukuran SAAB swedia atau CN235 masih baguslah… dg catatan daya endus radarnya setara dg radar aesa GCI turki yang baru sampai sejauh diatas 600 km. sehingga tidak kena hantam rudal sekelas S400… kayak Aewcs pakistan ditembak jatuh pada jarak 315 km.
Bahas soal update kerjasama dg korsel
ANGKUTTT!!!, Indonesia mutlak butuh pertahanan udara berlapis