Il-276 vs C-390: Proyek Rusia Melawan Dominasi Brasil di Pasar Pesawat Angkut Sedang

Ilyushin Il-276, proyek pesawat angkut militer terbaru dari Rusia, kini berada dalam sorotan dunia pertahanan. Meskipun pada awalnya dianggap sebagai pengganti C-130 Hercules, dengan kapasitas muatan 20 hingga 25 ton dan ditenagai mesin turbofan ganda, Il-276 secara konseptual jauh lebih cocok untuk menjadi lawan tanding dari bintang baru pasar ekspor, yaitu Embraer C-390 Millennium dari Brasil.
Baca juga: Swedia Akuisisi 4 Unit Embraer C-390 Millennium dengan 7 Opsi Tambahan di Masa Mendatang
Il-276 mengisi celah krusial dalam armada Rusia, di antara pesawat angkut ringan dan pesawat angkut berat Il-76 series. Filosofi desainnya mencerminkan tren global yang dipelopori oleh C-390, yaitu menggunakan mesin jet (turbofan) alih-alih turboprop.
Penggunaan mesin turbofan pada Il-276 (kemungkinan PD-14 atau PD-8) memberikan keunggulan kecepatan jelajah yang jauh lebih tinggi dan kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih optimal dibandingkan pesawat turboprop. Ini memungkinkan pengiriman logistik strategis yang lebih cepat pada jarak jauh—sebuah kapabilitas yang juga menjadi kartu truf utama C-390 Millennium.
Proyek Il-276 berakar pada inisiatif bersama Rusia-India (dikenal sebagai MTA atau Multi-role Transport Aircraft) pada awal 2000-an, yang kemudian diambil alih sepenuhnya oleh Rusia. Saat ini, pengembangannya fokus pada penggunaan komponen domestik Rusia.

Pesawat ini ditargetkan memiliki kapasitas muatan yang sangat sebanding dengan C-390 yang berbobot 26 ton. Ini menempatkan kedua pesawat sebagai pesaing sengit di pasar ekspor, terutama untuk negara-negara yang membutuhkan pesawat angkut dengan kemampuan tinggi, namun tidak ingin mengeluarkan biaya operasional Il-76.
Berbeda dengan C-390 yang telah beroperasi dan memenangkan kontrak ekspor di Eropa, Il-276 masih berada di tahap pengembangan. Rusia menargetkan penerbangan perdana prototipe Il-276 pada tahun 2026. Jika berhasil, Rusia akan menawarkan pesawat ini ke pasar global, dengan India menjadi prospek ekspor utama. India, sebagai bekas mitra proyek, memiliki kebutuhan mendesak untuk pesawat angkut modern.
Ilyushin Il-112V: Andalan Rusia di Segmen Pesawat Angkut Sedang
Keunggulan yang diusung Il-276 adalah kemampuannya untuk beroperasi dari landasan pacu yang pendek dan tidak beraspal (rough fields), sebuah kemampuan yang diwarisi dari desain militer Rusia. Fleksibilitas ini akan menjadi nilai jual utama di pasar global, berhadapan langsung dengan C-390.
Meskipun demikian, program Il-276 menghadapi tantangan serius dari sanksi Barat, yang berpotensi menghambat produksi dan pengadaan avionik serta komponen non-mesin, sebuah masalah yang tidak dihadapi oleh C-390 yang diproduksi di Brasil.
Secara ringkas, persaingan antara Il-276 dan C-390 Millennium bukan lagi sekadar membandingkan pesawat angkut, tetapi membandingkan dua filosofi modern yang sama: kecepatan jet dengan fleksibilitas taktis muatan 20 ton. (Bayu Pamungkas)
Kawasaki C-2 “Baby Globemaster,” Di Persimpangan Antara Pesawat Angkut Berat dan Sedang


