HS Kimon, Fregat FDI (Belharra Class) Pertama Pesanan Yunani Memulai Tahapan Sea Trial

Dari kota Lorient, Perancis, Naval Group mengumumkan dimulainya tahapan sea trial pada fregat FDI – Frégate de Défense et d’Intervention (Belharra class) pertama pesanan Angkatan Laut Yunani, HS Kimon (F601) pada 21 Mei 2025.
Bagi penulis, ada kenangan tersendiri pada kapal perang berlambung “Inverted Bow” ini, yakni pada 4 Oktober 2024 berkesempatan untuk mengunjungi HS Kimon, yang kala itu masih dalam tahap instalasi perangkat dan persenjataan. HS Kimon dibangun pada Oktober 2022 dan diluncurkan pada Oktober 2023, sementara HS Kimon dijadwalkan akan dikirim ke Yunani pada akhir tahun 2025.
Naval Group sedang membangun tiga fregat FDI untuk Yunani berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2022 yang juga mencakup dukungan dalam layanan dan opsi untuk fregat keempat. FDI Yunani adalah versi ekspor dari lima fregat Amiral Ronarc’h class yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Perancis – dan merupakan pesanan ekspor pertama Naval Group untuk FDI atau Belharra class.
Dua fregat FDI pertama untuk Angkatan Laut Yunani, HS Kimon dan HS Nearchos (F 602), awalnya direncanakan untuk dikirim ke Angkatan Laut Perancis tetapi sedang diselesaikan sebagai fregat Yunani, yakni untuk mempercepat jadwal pengiriman untuk program kapal perang Yunani.

Dikenal sebagai fregat digital yang kini tengah dibangun untuk Angkatan Laut Perancis dan Yunani, fregat FDI jelas super canggih dengan sarat persenjataan termaju di kelasnya. Namun, aspek menarik yang dapat langsung dirasakan secara visual adalah desain lambung fregat ini yang tak lazim.
Lambung bagian depan fregat FDI dikenal sebagai Inverted Bow atau Reverse Bow Design. Desain ini menawarkan beberapa keunggulan penting dalam operasional kapal di laut lepas. Bagian depan kapal memiliki sudut yang mengarah ke bawah dan ke belakang, kebalikan dari desain konvensional yang cenderung melengkung ke atas, maka tak heran bila desain ini sering kali terlihat lebih tajam dan futuristik.
Selain lambung bagian depan yang khas, fregat FDI juga dicirikan dengan adopsi Sistem Managemen Tempur atau Combat Management System (CMS) SETIS (Ship Enhanced Tactical Information System).
Seperti halnya CMS pada umumnya, SETIS menggabungkan data dari berbagai sensor dan sumber untuk menciptakan gambaran taktis lingkungan maritim yang komprehensif dan real-time. Integrasi ini mendukung deteksi, klasifikasi, dan keterlibatan ancaman yang efektif. Sistem ini menggabungkan data dari berbagai sensor, seperti radar, sonar, elektro-optik, dan sensor inframerah, untuk memberikan gambaran operasional yang koheren dan akurat. Hal ini mengurangi kemungkinan alarm palsu dan meningkatkan kesadaran situasional.
[the_ad id=”77299″]
SETIS disebut mampu memproses data dalam jumlah besar secara real-time, memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Kemampuan ini sangat penting dalam operasi berintensitas tinggi yang memerlukan respons tepat waktu.
Fregat FDI mengadopsi jenis radar 4D active electronically scanned array (AESA) Thales Sea Fire yang berjalan di frekuensi S-band dan dirancang untuk mendukung pertahanan udara, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman tingkat tinggi.
Adopsi empat antena sudut tetap dipercaya mampu mendeteksi dan melacak manuver rudal berkecepatan hipersonik secara akurat dan menciptakan kesadaran situasional tanpa jeda waktu. Hal ini berbeda dengan model radar konvensional yang mengadopsi antena putar (rotating antenna).
Sea Fire dirancang dengan arsitektur antena pencil beam, multi beam dan dual axis multi beam. Dari lembar spesifikasi, Sea Fire punya kemampuan deteksi instrumen sampai 300 kilometer. Sudut elevasi antena 90 derajat dan punya kapasitas pelacakan lebih dari 800 sasaran di udara dan permukaan.
Fregat FDI dipersenjatai dengan meriam OTO Melara 76 mm Super Rapid (SR), rudal anti kapal MBDA Exocet MM40 B3c, rudal hanud Astrer, sistem RAM dan torpedo anti kapal selam MU90. FDI untuk Angkatan Laut Yunani secara bersamaan mengerahkan helikopter dan drone. (Haryo Adjie)
Mau Beli Frigat FDI (Belharra Class)? Naval Group Otomatis Tawarkan Kecanggihan CMS SETIS



2 unit saja cukup buat koleksi.
Design belum teruji dalam pertempuran alias belum battle proven.
Hihihi.