Selain Canggih, Frigat FDI (Belharra Class) Naval Group Unggul Berkat Desain Lambung “Inverted Bow”

Lantaran tengah gencar membangun postur alutsista laut, maka wajar bila Indonesia banyak didekati oleh manufaktur atau galangan kapal perang manca negara. Salah satu tawaran terbaru datang dari Naval Group, galangan asal Perancis yang bakal membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved bersama PT PAL ini, belakangan juga menawarkan frigat ultra modern kepada TNI AL, termasuk opsi membangun di Indonesia, yang dimaksud adalah Defense and Intervention Frigate (FDI), yang dikenal sebagai frigat Belharra class.

Baca juga: Naval Group Tawarkan ‘Scorpene Evolved’ ke TNI AL, Kapal Selam dengan Teknologi Full Lithium-Ion Batteries

Dikenal sebagai frigat digital yang kini tengan dibangun untuk Angkatan Laut Perancis dan Yunani, frigat FDI jelas super canggih dengan sarat persenjataan termaju di kelasnya. Namun, aspek menarik yang dapat langsung dirasakan secara visual adalah desain lambung frigat ini yang tak lazim.

Lambung bagian depan frigat FDI dikenal sebagai “Inverted Bow” atau “Reverse Bow Design”. Desain ini menawarkan beberapa keunggulan penting dalam operasional kapal di laut lepas. Bagian depan kapal memiliki sudut yang mengarah ke bawah dan ke belakang, kebalikan dari desain konvensional yang cenderung melengkung ke atas, maka tak heran bila desain ini sering kali terlihat lebih tajam dan futuristik.

Desain bow inverted memungkinkan kapal untuk “memecah” ombak (Wave Piercing) dengan lebih efisien, mengurangi gaya hentak (impact) yang dialami kapal saat berlayar di laut bergelombang. Hal ini menghasilkan perjalanan yang lebih mulus dan stabil, terutama di kondisi laut yang tidak bersabahat.

Dengan kemampuan ‘memotong’ ombak, frigat berbobot 4.460 ton ini mengalami lebih sedikit goncangan vertikal, meningkatkan kenyamanan bagi awak kapal dan mengurangi kelelahan selama operasi panjang di laut. Sebagai catatan, Belharra class punya endurance berlayar secara terus-menerus selama 45 hari. Stabilitas yang lebih baik juga berarti sensor dan sistem persenjataan dapat beroperasi dengan lebih efektif.

Desain dari frigat FDI yang efisien dalam membelah ombak berarti kapal dapat beroperasi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah, meningkatkan jarak operasional tanpa perlu sering mengisi bahan bakar.

Desain Inverted Bow pada Belharra class dapat membantu kapal mencapai kecepatan lebih tinggi dengan efisiensi yang lebih baik. Kapal dapat mempertahankan kecepatan yang lebih tinggi di kondisi laut yang lebih berat dibandingkan dengan desain bow konvensional. Kecepatan maksimum frigat ini adalah 27 knots.

Inverted Bow juga berkontribusi pada pengurangan jejak radar kapal, karena sudut dan permukaan yang dirancang untuk mengurangi pantulan radar, meningkatkan kemampuan stealth kapal.

Naval Group memberi nama frigat ini sebagai Belharra class, yang pemberian namanya berdasarkan fenomena alam yang signifikan di kawasan Basque, Perancis. Nama “Belharra” berasal dari istilah yang digunakan untuk salah satu ombak terbesar di Eropa yang terbentuk di lepas pantai Basque, dekat kota Saint-Jean-de-Luz. Ombak ini terkenal di kalangan peselancar dan dapat mencapai ketinggian lebih dari 15 meter dalam kondisi cuaca tertentu.

Nama “Belharra” dipilih untuk menggambarkan kekokohan dan kekuatan fregat ini, mirip dengan ombak besar yang menjadi ciri khasnya. Ini mencerminkan kapabilitas fregat untuk menghadapi kondisi operasional yang keras dan berbagai ancaman maritim.

Desain Inverted Bow awalnya ditemukan di kapal-kapal sipil sebelum akhirnya diadopsi oleh kapal perang. Salah satu kapal sipil pertama yang menggunakan desain ini adalah kapal eksperimental “Ulstein X-Bow” yang dikembangkan oleh Ulstein Group dari Norwegia.

LCS Independence Class Hadapi Masa Depan Suram, Ditemukan Cacat Desain Pada Struktur Kapal

Beberapa varian dari Littoral Combat Ships (LCS) Trimaran Independence class Angkatan Laut AS telah mengadopsi beberapa elemen dari desain bow inverted untuk meningkatkan performa di laut lepas.

Kapal tanker dan logistik milik Angkatan Laut Selandia Baru, HMNZS Aotearoa adalah kapal pertama di dunia yang mengadopsi desain Rolls-Royce’s Environmental concept, yakni dicirikan dengan bentuk lambung penusuk gelombang (wave-piercing hull) jenis baru yang digadang dapat mengurangi resistensi dan konsumsi bahan bakar. (Bayu Pamungkas)

HMNZS Aotearoa – Kapal Tanker Generasi Baru dengan Desain Lambung Penusuk Gelombang

6 Comments