Gebrakan Singapura! Sukses Uji Coba Duet Maut Helikopter H225M Caracal dan Drone Flexrotor

Setelah memulai pengujian pada pertengahan tahun lalu, Angkatan Udara Singapura (RSAF) bersama Airbus dan Badan Sains dan Teknologi Pertahanan Singapura (Defence Science and Technology Agency/DSTA), mengumumkan telah menuntaskan uji terbang “Crewed-uncrewed Teaming” atau HTeaming antara helikopter H225M Caracal dan drone Flexrotor buatan Airbus.
Demonstrasi penerbangan ini menandai pertama kalinya solusi HTeaming melibatkan sistem drone (uncrewed aerial system/UAS) Airbus Flexrotor dan helikopter H225M milik Angkatan Udara Singapura.
Uji terbang ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Juni tahun 2024, di mana Airbus dan DTSA mengeksplorasi potensi kolaborasi antara sistem berawak dan nirawak untuk meningkatkan kesadaran situasional serta efektivitas misi melalui uji demonstrasi penerbangan.
Serangkaian uji coba dilaksanakan pada bulan Januari, dengan menggunakan berbagai skenario simulasi, membuktikan bahwa helikopter berawak dapat mengakses data secara real-time dari drone secara aman dan andal. Hal ini secara signifikan memperluas jangkauan visual helikopter serta meningkatkan keselamatan misi secara keseluruhan. Untuk mendemonstrasikan kemampuan ini, helikopter H225M dan Flexrotor bekerja sama dalam sebuah misi pencarian dan penyelamatan (SAR), yang menghasilkan peningkatan kesadaran situasional.
A successful HTeaming flight campaign! For the very first time #HTeaming has involved an Airbus #Flexrotor and the RSAF’s #H225M helicopter during a search and rescue (SAR) mission.
Want more? 👉 https://t.co/TtxioRbWhL pic.twitter.com/ADBBZo9iBi— Airbus Helicopters (@AirbusHeli) February 5, 2026
Dalam kolaborasi ini, Airbus bertanggung jawab atas desain sistem HTeaming serta integrasinya ke dalam helikopter H225M, termasuk pengembangan arsitektur sistem data-link khusus. Integrasi ini memungkinkan awak helikopter menerima dan memproses data real-time dari Flexrotor, sekaligus mempertahankan kendali dan komando langsung terhadap pesawat nirawak. Sinergi ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan pelaksanaan misi yang lebih efektif, sekaligus meminimalkan paparan awak terhadap lingkungan berisiko tinggi.
HTeaming merupakan solusi modular terbaru dari Airbus untuk kolaborasi antara sistem berawak dan nirawak, yang dirancang agar kompatibel dengan seluruh lini helikopter Airbus. Sebagai sistem yang bersifat UAS-agnostic, HTeaming mampu diintegrasikan dengan berbagai platform nirawak, sehingga awak helikopter dapat mengambil kendali penuh atas beragam pesawat nirawak selama masa penerbangan sesuai dengan kebutuhan misi.

Flexrotor sendiri merupakan drone modern dengan kemampuan lepas landas vertikal (Vertical Takeoff and Landing/VTOL) dengan berat lepas landas 25 kg. Platform ini dirancang untuk misi pengintaian (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance/ISTAR) selama lebih dari 12-14 jam dalam konfigurasi standar, atau hingga 10 jam dalam konfigurasi European Maritime Safety Agency (EMSA).
Flexrotor dapat mengintegrasikan berbagai jenis muatan, termasuk sistem elektro-optik dan sensor canggih, sesuai kebutuhan misi. Dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara otonom, baik dari darat maupun laut, Flexrotor hanya membutuhkan area seluas 3,7 x 3,7 meter (12 x 12 feet), sehingga sangat ideal untuk misi ekspedisi dengan jejak operasional yang minimal.
Lanjutkan Pengembangan Drone VTOL Flexrotor, Airbus Helicopters Akuisisi Aerovel
Sebagai anggota terbaru keluarga Super Puma, helikopter H225 dikenal memiliki performa tinggi di berbagai kondisi menantang, serta jangkauan dan kapasitas angkut yang unggul. Sistem avionik dan autopilot mutakhir pada pesawat ini dapat meningkatkan keselamatan sekaligus mengurangi beban kerja pilot.
Saat ini, lebih dari 360 unit H225 dan H225M beroperasi di seluruh dunia, dengan total akumulasi mendekati satu juta jam terbang. Pelanggan militernya mencakup Indonesia, Brasil, Perancis, Hungaria, Irak, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Belanda, Singapura, Thailand, dan Maroko. (Gilang Perdana)
Uzbekistan Beli Drone VTOL Flexrotor dari Airbus untuk Pengawasan Perbatasan dengan Afghanistan


