Gantikan Su-35, Idealkah Jet Tempur Stealth F-35 Lightning II untuk Indonesia?

Kabar tentang pembatalan pemesanan 11 unit Sukhoi Su-35 oleh Indonesia, seperti yang diwartakan oleh Bloomberg.com pada 12 Maret 2020, rupanya membuka wacana baru, yaitu sumber dari Bloomberg.com menyebut Indonesia menginginkan F-35 Lightning II, jet tempur generasi kelima yang punya kemampuan stealth. Sebaliknya, Amerika Serikat ‘hanya’ menawarkan F-16 Viper untuk Indonesia. Terlepas dari tawarkan tersebut, sejatinya F-16 Viper memang telah digadang TNI AU untuk mengisi dua skadron tempur, dan bukan untuk menggantikan pesanan Su-35.
Baca juga: Babak Baru (Lagi) – Indonesia Dilaporkan Batal Beli Sukhoi Su-35
Selang beberapa waktu kemudian, Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono di situs cnnindonesia.com (18/3/2020), menyebut bahwa Ia sedang membuka peluang untuk mengganti pengadaan Su-35 dengan pesawat jet F-35 dari AS. “Sedang menjajaki untuk mengganti pengadaan ke F-35 dari AS,” ujar Wahyu.
Namun, sepertinya Indonesia berusaha menjaga hubungan baiknya dengan Rusia di tengah tekanan dari Amerika Serikat. Konkritnya, pemerintah Indonesia tidak membatalkan pesanan 11 unit Su-35 dari Rusia. Meski disisi lain, Wamenhan mengakui saat ini Indonesia belum bisa membeli pesawat tersebut dari Rusia. Menurutnya, masih ada beberapa kendala dalam rencana pembelian tersebut. Namun, Ia enggan mengungkapkan apa saja kendala yang tengah dihadapi Indonesia hingga membuat pembelian 11 jet tempur itu mandeg.

Terkait dengan tersebutnya nama F-35 sebagai pengganti Su-35, sejumlah analisa mengemuka, seperti apakah jet tempur yang kini tengah dipesan Singapura dan Australia ini, adalah sosok jet tempur yang pas dan ideal untuk TNI AU di masa mendatang? Lepas dari soal harga akuisisi yang selangit dan biaya operasional, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan, seperti:
Kekuatan Penyeimbang
Harus diakui postur kekuatan udara Indonesia berada di bawah Singapura dan Australia, namun kepemilikan TNI AU atas 16 unit Sukhoi Su-27/Su-30 menjadi efek deterens tersendiri di kawasan. Penggunaan jet tempur yang berbeda dari yang dimiliki Singapura dan Australia, seolah menjadi kekuatan penggetar tersendiri.
Bukan bermaksud mengesampingkan peran keluarga F-16, namun harus diakui, untuk Singapura dan Australia, F-16 tentu tak memiliki efek deterens yang maksimal. Apalagi negara tetangga mengetahui, sistem senjata yang melengkapi F-16 Indonesia masih sangat terbatas, hal yang berbeda bila dibandingkan armada Sukhoi di Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 11 yang terbilang full armament.
[the_ad id=”12235″]
Kembali ke tentang F-35 yang mulai dilirik Indonesia, maka bila jet tempur besutan Lockheed Martin itu kelak jadi diakuisisi Indonesia, terlepas dari seberapa canggihnya F-35, tetap saja efek deterens tidak akan maksimal, lantaran Australia dan Singapura sudah lebih dulu mengoperasikan, pun dalam kuantitas yang rasanya memang akan lebih banyak dari yang mampu dibeli oleh Indonesia.

Periode Pengadaan
Lepas dari kemampuannya yang kontroversial, harus diakui pesanan F-35 dalam tiga varian (F-35A/F-35B dan F-35C) lumayan besar. Order keluarga F-35 total mencapai ribuan, dengan produksi per 3 Maret 2020 sudah mencapai 500 unit. Negara pengguna/pemesan F-35 yaitu Australia, Denmark, Belgia, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Norwegia, Polandia, Korea Selatan, Singapura dan Inggris. Kebanyakan dari negara-negara tersebut sudah menerima beberapa unit, dan tengah menanti proses produksi dan pengiriman selanjutnya.
[the_ad id=”12235″]
Yang paling dekat seperti Australia, dari 72 unit F-35A yang dipesan, saat ini 14 unit yang sudah dikirim. Rencananya tahap terakhir pengiriman F-35A Australia akan tuntas pada pertengahan 2023. Lalu Singapura, negeri ini telah mengorder 12 unit F-35B yang punya kemampuan vertical or short takeoffs and vertical landings (STOVL). Rencananya unit perdana F-35B pesanan Singapura akan mulai berdatangan pada tahun 2024.

Dari paparan di atas bisa ditebak, andaikan Indonesia benar-benar ingin mengakuisisi F-35, berapa waktu tunggu yang harus dinanti oleh TNI AU untuk mengisi ‘kekosongan’ armada di Skadron udara 14. Sebagai jet tempur baru, waktu produksi, pengujian sampai pengiriman rata-rata butuh waktu 3-4 tahun.
Baca juga: Tak Terima Kabar ‘Pembatalan,’ Rusia Yakin Indonesia Masih Tertarik Pada Sukhoi Su-35
Izin dari Penjual
Tak selamanya “pembeli adalah raja,” dalam konteks ini penjual yang lebih dominan atas disetujui atau tidaknya pengadaan alutsista strategis. Atas beberapa pertimbangan politik khas Negeri Paman Sam, artinya belum tentu juga AS memberikan izin penjualan F-35 kepada Indonesia. (Haryo Adjie)



Dan komentar ke 100 berhasil diamankan. Mantra berhasil juga
Komentar ke 99 di artikel nih
Su- 35 itu idealnya hanya bisa dibandingkan dengan F-15, F-18 super hornet blok 3,Rafale,eurofighter typhon,dari radius tempur.itu yg agak realistis klo mau diganti,klo F 35 sama F 22, pasti syaratnya berat.tinggal pertimbangannya dipersenjatai lengkap atau tidak? Itu dari sisi kemampuan tempur.trus juga harganya oke nggak?.
Inilah asumsi klo kita tidak ingin fanatik dngn persenjataan blok manapun.
Tdk ideal karena jarak jangkaunya pendek n masih banyak masalah.
Kalau mau ganti SU35 beli f22 raptor.
Sudah ada IFX
untuk mengalahkan F15 dan f35, kita cuma perlu drone pelindung f16 dan su-35 . ini masalah perlu dibicarakan.. drone murah tap indoneisa hanya perlu tot agar bisa produksi di indonesia. kandidat bagus itu gripen mau bangun pabrik di indonesia dan tot. kl rafale, coba dikerjasamakin tot di sini. F35 rada susah karena kan udah ada pabrik f35 di australia selain amerika.
Armament Su30 MKM tiga kali lipat milik kita. R77 mereka punya 150 misil. TNI AU tidak lebih dari 30 misil ditambah R27 20 misil
Ironis lho. Armament kita baik pesawat tempur barat maupun timur kuantitas memang miris. Saya ngomong jujur karena sejak 2007 ditempatkan dekat kandang Sukhoi di Makassar. Baru akhir 2019 pindah ke bandara baru di Samarinda
Jika hanya membeli F16 V ataupun F35, Indonesia masih inferior di banding singapura dan australia dimana kedua negara ini mempunyai jenis yg banyak dengan kuantiti yg lbh banyak pula, sukhoi meskipun Indonesia hanya punya 1 skadron tapi punya efek deterent yang tinggi karena full armament, tdk seperti F16 yg hanya di bekali rudal jarak pendek AIM 9 sidewinder. kecuali indonesia benar benar jadi akuisisi Rafale lengkap full armament ini akan jadi game changer, sebetul nya tawaran SAAB dulu akan membangun pabrik di Indonesia jika membeli GRIPEN adalah sesuatu yg menarik, jet tempur dgn biaya murah serta cost operasional yg rendah pas utk TNI yang anggaran nya pas pasan. sudah seharus nya Indonesia keluar dari zona nyaman, ketakutan akan keruwetan logistik jika membeli brand lain selain F16 (dgn berbagai syarat nya) harus di pupus, saat nya Indonesia memperkuat Jet Tempur nya semakin banyak Jet temput semakin ter cover kedaulatan NKRI, menambah man power di darat bukan hanya akan menambah cost pegawai infrastruktur dan operasional tapi juga perlu di pikirkan payung udara utk melindungi nya, Indonesia masih abai untuk pertahanan udara, dimana perang saat ini menonjolkan superior udara. Indonesia tidak cukup punya rudal hanud yang mumpuni utk melindungi pasukan darat dan wilayah NKRI, lain hal jika Indonesia punya cukup banyak skadron tempur dlm hitungan menit sanggup menjelajah seluruh wilayah NKRI dan melindungi pasukan darat serta tiap jengkal wikayah NKRI
selanjut nya utk menciotakan PAGAR pertahanan sdh seharus nya oemerintah melengkapi seluruh armada KRI nya dgn rudal hanud yang mumpuni, indomesia saat ini terlalu bertele tele dan lambat dalam pengadaan alutsista, banyak nya kunjungan luar negri mestinya do barengi dengan produktifitas dalam pengadaan alutsista
Jawaban buat komentar anda bisanya nyasar ke atas. Aneh deh
Kalau sudah tahu jawabannya, kenapa tetap mengkhayal bisa dapet F35? Simpel.
Mengkhayal lah sebelum mengkhayal dilarang
baik nya sih dua dua nya di beli.. su 35 utk superior udara.. F35 utk menghancurkan sasaran darat.. tp PT. LEN hrs mampu dlu buat data link utk kedua pespur dlu.. agar dapat di padukan.. saya yakin akan lebih menggetarkan klo kedua pespur tsb di satukan
Bagus juga plan pembelian F 35 untuk kesetaraan dgn ausie & singapore,F 35 lbh baik dr segi radar,sensor,kesenjataan&faktor stealth drpd su 35 yg hanya menang manuverbility & jrk jelaja.selain itu sistem & alkom kita lbh familiar dgn sistem barat,lbh baik lagi beli f 35 disertai dgn weapons,guided misile lainya & logitic maintenance pesawat yg memadai, penambahan radar & data link
Tampaknya program Garuda 2045 di MEF Perubahan timelinenya dipercepat
Kapan kelarnya komentar para fansboy
Dah begini saja deh
Su35 batal penggantinya wajib dual engine dari Rusia pula tiada lain Yak 130
F35 tidak perlu dibeli begitu juga Viper gantinya FA50 wajib pake radar Israel
Kombinasi Yak 130 sebagai air superiority dan FA50 sebagai workhorse bikin mantap djiwa TNI AU
kenapa berasa masih kurang ya, jf17 ?
Mesinnya hobi berasap
Kasihannya negaraku. Dari rencana beli kelas superioritas udara turunnya kok jauh banget. Gak segitunya jg kaleee.
Sampe saat ini blom ada pembatalan resmi dr pemerintah. Krn itu sdh kontrak walaupun blom kontrak efektif. Kalo sdh kontrak itu berarti sdh ada unsur hukum yg mengikat. Pahami dulu itu aturan main. Kecuali ada pernyataan resmi dr pemerintah.
Kalo pemerintah membatalkan artinya pemerintah wajib memberi kompensasi sbg akibat pembatalan. Bukan spt ente pesan gojek trus main cancle aja.
Kacau negara ini klo ngikutin tabiat fans boy…hadewwww
Lhaaa…,pens catsa emang gitu, argument nya ngawur, harga & spek dibolak balik, malah di downgrade,
gak mau punya yg strong bingits…wkwkwk
secara keandalan pesawat F -35 mungkin tidak ada bandingannya, tapi apa berguna ? jangan sampai nanti embargo lagi ?
Selama masih tergantung impor alias bukan buatan sendiri maka kita akan terus di kendalikan oleh negara pembuat
rusia dulu juga pernah mengembargo kita bukan dijamannya pki dulu sampai alutsistanya pensiun prematur
Assalamu’alaikum wr. wb.
Kehandalan darimana?
Mimpi ya?
Dalam perang sesungguhnya masih belum pernah dipakai ini pesawat.
-+ tahun kedepan kemungkinan TNI AU akan lebih banyak memiliki pespur Gen 4
Hal tersebut dikarenakan adanya penambahan pespur dari hasil KFX/IFX.
Untuk pespur Gen 4++ / Heavy Fighter, pespur Shukoi Series kita sudah lebih berumur.
Untuk up ke Gen 5 pilihan yang 99% sudah botol pulpen hanya kepada F-35 (meskipun masih banyak kendala dan masih terus dikembangkan)
Doktrin Amerika saat ini, untuk strike combat selalu mengkombinasikan F-35 dengan F-15.
F-15 sejatinya adalah pespur Gen 4++ atau heavy fighter, hal tersebut dikarenakan keterbatasan jumlah play load yang sanggup di kandung didalam body F-35
Jika kita mengandalkan F-16 V untuk partner F-35, pertanyaan saya adalah apakah kita sudah cukup amunisi (rudal utamanya) dengan jumlah yang banyak dan range yang jauh?
Karena F-16 yang sudah ada pun masih jauh dari arti ideal atau cukup untuk menjaga wilayah RI dan mempertahankan diri dari pespur lawan.
Belum lagi di tambah jika sudah di priduksinya IFX, karena hampir banyak persamaan jenis dan type rudal, roket ataupun bombnya dengan F-16 Series.
Itulah yang menjadi PR untuk pemangku keputusan untuk menentukan pespur mana yang akan di akusisinoleh TNI AU RI, jangan sampai ada sekenario 1 pespur hanya di batasi max 4 – 8 rudal hingga pensiun karena ketimpangan ratio pespur dan playloadnya.
Lalu bagaimana perkembangan untuk sekema 3 – 5 tahun kedepan untuk range rudalnya?
Nanti pespur rakitan 2020 rudalnya masih medium range 🤭🤭🤭
Membeli pespur, tidak harus ToT tentang pespur.
Bisa juga rudalnya ataupun roket atau bombnya.
Bisa juga pespur Series dibawahnya…
Semua tergantung hasil kesepakatan antara G to G, sedangkan yang lainnya hanya pelaksana take and give…
Karena doktrin TNI kita untuk tahapan awal adalah hanya mengenali obyek (laut, udara dan darat) lalu jika dimungkinkan TNI akan menghalaunya untuk lebih jauh masuk ke wilayah RI, atau juga di paksa mengikuti perintah TNI (dipaksa landing jika pesawat udara atau di paksa docking jika kapal laut dan juga di paksa digiring ke markas jika di darat)
Hampir tidak pernah TNI kita hingga melepaskan amunisi untuk melumpuhkan object yang memasuki wilayah RI.
Hal tersebut dikarenakan karena negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang.
Jadi apapun pespurnya, tetap saja kecil kemungkinan akan menembak pespur lawan jika sudah masuk ke wilayah kita, mungkin terkecuali jika sudah masuk ke area Ring 1
Artinya pespur Gen 4 atau Gen 4++ ataupun Gen 5 sekalipun, tetap kecil kemungkinannya menembak pespur lawan.
Hal tersebut mungkin dapat saya contohkan ketika kejadian F-16 TNI AU yang sudah di lock oleh pespur USAF di wilayah RI.
Hal yang sama berlaku untuk rudal, apapun rudalnya (Yakhont, C-705 atupun apapun itu) jika tidak dalam keadaan perang, akan sedikit sekali kemungkinan di tembakan ke arah penyusup.
Itulah kenapa dalam hal ini saya lebih cendrung memilih sekema SU-35 dengan F-35.
Apa bagusnya f35, seperti bebek gendut gitu
Hehehe
Kontrak Su35 ambyar Rusia patut disalahkan kenapa tidak menanamkan mindset dan doktrin ke perwira TNI dan membiarkan US yang melakukannya
Generasi perwira pro Rusia yang merasakan sakitnya embargo US hampir semua purna tugas
Bali Bombing 2002 jadi awal US kembali menanamkan mindset dan doktrin dengan membuka beasiswa bagi perwira TNI
Hasilnya kini generasi perwira yang memegang pucuk pimpinan TNI dan TNI AU yang kini menganggap pengadaan Su35 tidak urgen lagi
Hohoho
Ifx juga tidak urgen lagi karena mindsetnya beli beli beli
Ayam jago@ kira2 kalau petinggi TNI baca tulisan ente… Mereka bisa terima ga ente bilang pro ke salah satu negara om??? Apalagi untuk hal pembelian yg menggunakan uang pajak rakyat…. Bukankah Itu termasuk Nepotisme…. Sebaik nya lebih hati2 lg menulis di media sosial… Ntar kalo udah ketangkep br nyesel…
Telusuri saja jejak digitalnya @ayam jago disini……konon dulu pernah bertitah taun kemarin waktunya “russian party” 🎉🎊🎆
Yaaaaaah, namanya juga tukang ramal ….begitu tau ramalannya meleset buru-buru disepaknya si kaca benggala 💥💨💨💨
Emang duitnya ada?
Gara2 artikel pengakuan SU35 strong bingits, semua pens pendukung catsa pada ngamuk, ngawur lagi argumennya, dikarang-karang….hhh
Heron juga eike, negara kita di ancam embargo kok malah seneng…wkwkwk
Katak dalam tempurung. Korban JKGR
Kalau liat perkembangan berita dengan saga Su35 yang tiada kejelasan kenapa TNI dan TNI AU sama sekali tidak memberikan statemen dan mendesak pemerintah malah cuma diam seribu bahasa.
Kondisi saat ini mirip dengan tragedi Kilo tahun 2012 dimana pihak TNI dan TNI AL hingga Menhan Pak Purnomo Yusgiantoro tiba tiba diam seribu bahasa dan yang kasih statemen tentang Kilo malah Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin. Tahun 2012 kau ada dimana nih
Mau beli F 35???
Yang SU 35 bayar separo barter aja gk kebeli2… hahahaha
Kalo buat su-35 emang berat ngeluarin duitnya sob ….jadi sabar aja 😂😂😂
Kenapa ga sekalian F-15 SE aja ? Dual engine strongggggggggg!
Yak 130 jelas. Dual engine Rusia strong githu lho!!!
gak bakal dikasih F-35.. lagian gak bakal mampu bayar..
Tiada figther yg sempurna di dunia ini utk kepentingan penyeimbang atau bahkan sbg kekuatan superioritas udara kecuali figther J-20 (setingkat di bawahnya ialah J-31) made in Imperium Tiongkok. Jauhkan figther khayali SU-57 dr angan2 anda ! Sementara F-22 smakin tertinggal dlm teknologi digitalnya dan F-35 terlalu terbuka dlm hal krahasiaan teknologinya (krn dimiliki bnyk negara), J-20 melaju kencang sperti petir di siang bolong. Merampas impian2 banyak negara kuat akan keandalan dan keunggulan udaranya. Dengan segala kecanggihan made in Imperium Tiongkok (mesin yg kuat, kokpit serba digital 5D, sistem awareness 380°, radar AESA yg canggih, weaponary system yg futuristik dan keandalan lain). NKRI Harga Mati wajib memilik krang lbih 10 skadron J-20.
benar sekali, j-20 sudah terbukti kehebatannya mampu melindungi bumi dari serangan alien setingkat megatron. ini pernah terjadi tahun lalu tapi ditutup dan dirahasiakan oleh elite global, dimana saat itu jutaan tentara alien dengan pesawat generasi kesejuta berhasil memasuki atmosfir bumi, saat itu f22 as dijadikan kacang bungkus karena tertinggal teknologi digitalnya dan f35 karena rahasianya terbuka pilotnya memilih pensiun dan tidak mau menerbangkan. dalam kondisi dunia terancam hanya j-20 yang mampu menghancurkan jutaan pesawat alian diluar angkasa, maha hebat pesawat ini, indonesia harus beli 100 triliun skuadron
Fansboy cina mabok. Sang sales tuh malah jualan kapal perang bekas ke kita. Type 051
lu kagak tau sarkasm ya ?
2tahun kena panas berubah semua materialmya
Yu now balang2 made in cayna… 2 taun turun mesin smua.. roket2nya kalo gak terlambat meledak, duluan meledak…
Mesin buatan china kuat ?
Sampai sekarang mereka masih mengandalkan mesin rusia.ITU fakta.
Beli saja Gripen. Klo F 35 pasti banyak persyaratannya, termasuk politik
Saya sangat awam soal alutsista. Tapi kalo saya prefer Su-35 saja yg dibeli, syukur sampai ditambah jadi 16 unit. Meskipun itu sulit dan diancam AS. Alutsista dari AS penggunaannya tidak bebas (perlu ijin dari AS). Kita masih ingat betul kasus embargo senjata dari AS dulu pada Indonesia.
Kalo ngerasa awam ya gak usah usul macem-macem…..begitu mah namanya ngarep 😂😂😂
#sejenis yg ngaku fansboy nonblok ngarep sukhoi
terus ngarep pespur apa dek?,f35 kah?.
ya harus sesuai dengan kepentingan nasional kita untuk tetap jaga keseimbangan dan netralitas!.
sekarang rusia dan china ditekan sapa tau besok kita!.
liat selalu ada musuh dan ancaman bagi usa,setelah perang dingin berakhir islam dan negara negara islam jadi sasaran dengan macam macam isu termasuk teroris dan ham!.
Kalau embargo Rusia juga pernah tahun 1970, malah lebih fatal, alutsista utama habis, F-16 meskipun diembargo, nyatanya sekarang masih eksis terus bukan. Rusia juga pernah mengancam Indonesia ketika berhubungan dengan Ukraina, jadi sama saja. belum lagi masalah suku cadang sukhoi yang jauh lebih ruwet dan mahal dari embargo barat
engak pantas kata embargo disematkan pada kasus 65 dek sus!.
karna kita memutuskan hubungan sepihak dengan rusia!.
soharto yang jadi pemimpin waktu itu bukan lagi aliran netral tapi condong pada pop country,dalam artian sama sama memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dan memutus hubungan!.
semoga paham dengan penjelasan singkat dimbah!.
dari rusia jg tidak bebas, gak dikasi suku cadang atau dinaikin harganya langsung nyahok lu. klo mau bebas ya bikin sendiri dong !
@hoholo : Shukoi SU-35
Jika keadaan kosongan : US$70
Sedangkan harga F-35 keadaan kosongan :
F-35A: US$82,4 juta
F-35B: US$108 juta
F-35C: US$103,1 juta
Sumber wikipedia dan detik.com
Saya pribadi lebih memilih SU-35 disandingkan dengan F-35 LII
Meskipun pada kenyataannya F-35 LII masih sering diterpa kendala, tapi harus diakui bahwa F-35 adalah pespur Gen 5.
F-35 LII dapat mengisi penggantian rencana pembelian F-16 V
Karena jika TNI AU dapat mengganti rencana pembelian F-16 V ke F-35 LII secara tidak langsung Negara Republik Indonesia dapat mengimbangi kecanggihan pespur negara tetangga, meskipun dengan jumlah unit yang lebih sedikit.
Terlebih lagi jika TNI AU dapat memiliki SU-35 yang pastinya Negara Republik Indonesia lebih memiliki image lebih untuk negara tetangga.
Hal tersebut lebih dikarenakan karena faktor ada yang mereka miliki dan kita memilikinya juga, serta ada fakror yang kita miliki akan tetapi mereka tidak memiliki.
Sedangkan untuk rencana pembelian F-16 V dapat di isi dengan slot pespur KFX/IFX yang sejatinya masih masuk di gen yang sama dan juga dapat di produksi di dalam negri.
Terlebih lagi jika memang benar KFX/IFX dapat menggotong Rudal Meteor.
Lha kalo keluarga besar bung @wangsa kencana pilih yg mana…..atau jangan-jangan bung wangsa ini memilih tanpa meminta persetujuan anggota keluarganya 🤔
seberapa penting deteren dibanding: kesiapan tempur su35 rendah-perawatan susah & mahal, harga rudalnya naik 3x lipat, tidak bisa berbagi data dgn alut buatan barat yg dimiliki, harga pesawatnya naik menyamai harga f35 yg notabene gen 5 vs 4,5 (su35). ini semua karna rusia kena sanksi, kita ikut kena imbas klo maksa beli barang yg beripat2 naik harganya. ya mending beli gen5 langsung toh
Ngawur lo tong jgn asbun donk..masa hrga SU35 sama kaya F35.
Msih mahal f35 lah kalo sama2 full armament.
Beli kosongan jg masih mahal F35.
itulah akibat kena sanksi, kan goblog klo milih beli barang gen 4,5 tp harga lebih mahal ketimbang gen 5 LOL
Harga Su35 sama dengan F35 disekitar USD 100-105 juta. Harga pembelian Su35 sebanyak 11 unit saja USD 115 juta bandingkan dengan Cina tahun 2014 yang cuma USD 85 juta. Sanksi US berupa kenaikan pajak sepihak untuk komponen semikonduktor. Irbis E, OLS35 semikonduktor yang jadi komponen dasarnya dipasok perusahaan Israel
Jika memang pespur SU Family tidakndapat diandalkan, mungkin di langit negara kita hingga sekarang sudah banyak pespur luar yang wara wiri…
Ketika F-16 kita tidak ada yang layak terbang karena kelangkaan spare parts, apakah pespur Tucano yang menggantikannya???
Pespur Amerika memiliki kelebihan dan juga banyak kelemahan, dan semua berlaku untuk semua pespur dari negara manapun.
Oleh karena itu TNI AU selalu mix antara Amerika dan Rusia.
Mengenai harga pespur, SU-35 lebih murah dibandingkan F-35
Karena doktrin TNI kita untuk tahapan awal adalah hanya mengenali obyek (laut, udara dan darat) lalu jika dimungkinkan TNI akan menghalaunya untuk lebih jauh masuk ke wilayah RI, atau juga di paksa mengikuti perintah TNI (dipaksa landing jika pesawat udara atau di paksa docking jika kapal laut dan juga di paksa digiring ke markas jika di darat)
Hampir tidak pernah TNI kita hingga melepaskan amunisi untuk melumpuhkan object yang memasuki wilayah RI.
Hal tersebut dikarenakan karena negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang.
Jadi apapun pespurnya, tetap saja kecil kemungkinan akan menembak pespur lawan jika sudah masuk ke wilayah kita, mungkin terkecuali jika sudah masuk ke area Ring 1
Artinya pespur Gen 4 atau Gen 4++ ataupun Gen 5 sekalipun, tetap kecil kemungkinannya menembak pespur lawan.
Hal tersebut mungkin dapat saya contohkan ketika kejadian F-16 TNI AU yang sudah di lock oleh pespur USAF di wilayah RI.
Hal yang sama berlaku untuk rudal, apapun rudalnya (Yakhont, C-705 atupun apapun itu) jika tidak dalam keadaan perang, akan sedikit sekali kemungkinan di tembakan ke arah penyusup.
Itulah kenapa dalam hal ini saya lebih cendrung memilih sekema SU-35 dengan F-35 dan menggantikan F-16 V dengan IFX/KFX
Koreksi : TNI akan menghalaunya untuk “tidak” lebih jauh masuk ke wilayah RI
Terimakasih.
@wangsa emang situ siapa bisa milih2 ? :V
harga f35 = US$ 89,2 juta
harga su35 = USD 104,5 juta (11 unit USD 1,15 milyar)
su35 lebih murah dibanding f35 ?? lu sekolah sd gak tong ? LOL
edit: maaf yg sebelumnya salah ketik
engak usah diladeni bung wangsa hoholo itu aliranya khentir isme……😤😠😡
pake ganti nick segala, najis ! banci lu !
mesinya cepet panas tuh f35 nya apa palak panboy nya yang cepet panas.
wkwkwkwk.
Negara-negara lain sudah mulai memiliki F-35 dan pesawat generasi kelima yang lain, sementara IFX baru 4.5
Jadi menurut saya cocok saja F-35 untuk Indonesia karena F-35 adalah pesawat multirole yang stealth di pasaran saat ini.
Jika kita ingin ber compete harus mulai bersaingan satu level dengan yang lain, level ini adalah pesawat gen-5.
Efek deteran gak akan berguna kalo jumlahnya hanya 11..belajar dari pengalaman pasukan jerman punya pesawat cangih me 206 kalah sama pesawat p51 amerika karena kalah kuantitas
Jadi teringat kisah lama, saat pembelian Yakhont yg di gadang2 mempunyai efek deterent di dunia dan akhirat. Saat sudah terbeli tidak ada efek apa2 tuh? Negara2 tetangga biasa2 saja menyikapinya plus ketika Yakhont meleset dalam uji coba…
Anyway akuisisi SU-35 atau F-35 dapat menjadi efek deterrent jika pembelian minimum 40 buah full armament
@marpuah… Mohon coba sesekali lihat chanel YouTube atau Chanel pengetahuan yang lainnya…
Angkatan Laut Amerika ketika test menembak untuk kaprang mereka tidak dapat di selesaikan dalam hitungan hari…
Sedangkan angkatan perang kita (AD, AU dan AL) + POLRI semua amunisi kecil hingga yang terbesar di batasi…
Jika pada test meleset, yahh kira² kemungkinan tidak ada test kelanjutan untuk penyempurnan lagi…
Artinya jika jumlah rudalnya hanya minim dan rangenya medium kebawah, bagaimana nasib prajurit kita ketika di real combat…???
Btw coba perhatikan secara teliti kapan para peneliti kita dapat membuat Bomb untuk F-16 dan juga Shukoi Family…
Bandingkan lebih dahulu mana pespur yang kita miliki???
Artinya…
Jika mengandalkan membeli dari luar, kita akan diberikan kuota yang lebih sedikit dan range lebih pendek…
Jadi paduan unit sedikit, dengan playload banyak lebih baik…
Terlebihlagi dikombinasi dengan pespur stealth…
Beli F-16 V???
Untuk apa jika tujuan akhirnya ke IFX???
Gennya sama, bahkan KFX/IFX direncanakan dapat dicantelkan rudal meteor di hard pointnya….
Meskipun SU-35 hanya 11 unit bukan kosongan, coba kita flash back ke latagb di Ausie (Pitch Black) 2012 Shukoi Series TNI AU dapat mempercundangi dog fight dengan F-18 Super Hornet Ausie dan Shukoi Series TNI AU kalah oleh F-18 Super Hornet Ausie dalam pertempuran BVR yang dikarenakan pespur Ausie di bantu dengan AEW&C (early warning system) Boeing737 Wedgetail yang dikenal sebagai radar terbang paling canggih. Wedgetail bisa menjadi pesawat komando pengendalian, peringatan dini, jammer dan penyedia komunikasi anti sadap. Pesawat ini mampu mendeteksi 3000 sasaran dengan radar utama tipe electronically scanned array segala cuaca dengan radius pengamatan 300 mil laut dari ketinggian 30.000 sampai 40.000 kaki.
Bagaimanapun Shukoi Series TNI AU sudah lebih cukup jika head to head with out AEW&C dengan pespur negara tetangga.
Terlebihlagi TNI AU merencanakan akan memiliki AEW&C untuk lebih memaksimalkan peranan semua pespur yang TNI AU miliki.
Untuk apa kita mengupayakan mengorbitkan satelit militer jika bukan salah satunya untuk manegement system antar matra dan lebih meningkatkan efesiensi semua alutista yang kita miliki.
kl gripen. indonesia bisa produksi total dan tot..
Produksi total gimana? Mungkin kalo tot gripen cuma dapat perakitan aja, ini aja udah bagus. wong kita cuma beli beberapa biji
Yang diperlukan segera adalah pesawat tempur work horse dengan teknologi radar terkini, network data centric tersambung dengan sistem radar GCI dan radar AEW&C dan commonality persenjataan dengan yang sudah ada.
Pesawat air superiority bermesin ganda berbiaya operasional besar itu nanti akan dipegang ifx.
Kita butuh minimal setidaknya 100 unit lagi untuk pesawat tempur single engine workhorse apa pun mereknya asal bisa tersambung dengan network data centric kita, angka itulah yang akan kita kejar.
Pesawat air superiority berbiaya operasional besar yang hanya tersambung dengan halo halo break break dengan radar darat akan tersingkir dengan sendirinya.
Kapan ya Pesawat AEW&C dan satelite militernya siap.? Krn peranan Satelite sangat utama dlm beroperasinya NWC. Masa mau numpang terus. Yg rawan terhadap penyadapan.
Untuk negara yg anggaran pertahanan terbatas ga usah bernapsu beli SU 35 atau F 35, cukup Saab gripen NG dan F16 Viper saja. serta… upgrade tuh seluruh F16 yg ada dengan sistem avionik terbaru. “bergayalah sesuai dengan isi dompet” Bob sadino
Karna Indonesia bukan sekutu USA….mereka mengakui itu…Indonesia “mira strategis” d asia tenggara….jelas Australia dn singapura sekutu USA…
Jd kl pun “MONEY CASH”nya ada blm tentu d kasih yg istimewa oleh USA…
Lain halnya mungkin kl “MONEY CASH”nya ada dn pembelianny dlm jumlah bny mungkin USA mikir kl g ngasih yg Indonesia mau..
Semakin bervariasi jenis jet tempur…makin mumet jg dlm pemeliharaan…
Mungkin menurut saya pebanyaklah radar dan rudal payung udara dulu….antidot dr segalanya adalah RUDAL…
Bung admin
Menurut kabar angin yg bertiup sepoi2. Rencana pengadaan F-35 ini bukan mengganti pengadaan SU-35 namun mengganti rencana pengadaan F-16 Viper 2 skuadron. Krn TNI beranggaspan 2 dekade mendatang adalah eranya Gen 5.
Dan jika disetujui (dan pasti disetujinya) Indonesia menggantikan surplus pesanan F-35 akibat dikeluarkannya Turkey dr program tsb. Krn Indonesia dan korsel diharapkan oleh LM utk bisa menyerap surplus pesanan tsb utk menghindari kerugian dr pihak LM.
Begitu kira2 kabar angin sepoi yg berhembus. Gmn menurut bung Admin.
Padanan Su-35 dilihat dari payload dan jarak jangkau, menurut saya sih F-15, Super Hornet, atau Rafale. Su-35 dan F-35 berbeda role.
SU 35 tetap lebih baik dari F 35, terbang lebih cepat dan lebih tinggi, radar lebih kuat karena SU 35 dibuat untuk melawan F 22 yang jauh lebih superior dari F 35 yang tidak diexpor. Terbang di atas siluman istilahnya mengkadali siluman..
Kalau F 35 paling dikasih KW 2 dibawah Singapura dan Australia, belum lagi embargo yang menyakitkan masih gak boleh dipakai untuk melawan si ini dan itu.
SU 35 adalah pilihan terbaik untuk penyeimbang kawasan dan pemberi efek diteren.
11 su35 + 6 su27 + 10 su30 bukan tandingan 48 f16sg + 24 f16v milik RSAF. RSAF punya arsenal BVR lebih powerful, TDL Spectrelink, dan G550 AEW belum lagi Formiddable class siap menghantam dengan Aster 30
baca lagi komentarnya mister, jangan diplesetkan, gonta ganti nama, apa gak bosan bung
Akhirnya diakui juga oleh diatas dan bawah ane, su35 memang strong bingits, menimbulkan efek deterjen walou hanya 11, maka di embargo,
Tapi kisah blum selesai, tunggu 5 okt, pada nangis bombay deh…..hhh
Ngimpi ya, ayo bangun sudah siang, hadapi saja kenyataan daripada jadi stres
Tahun lalu ada yang ngomong seperti itu 5 Oktober lihatlah ke langit. Kenyataannya yang kulihat langit-langit
Jawabannya ….HELL NO….. Paman Sam perna EMBARGO…..ingat? Semua pesawat mangkrak !!!!! Apa kita tsk belajar dr pengalaman ??
Kebijakan 2 SUMBER pesawat sudah bener dan harus dipertahankan.
Lebih parah embargo Rusia di tahun 1970, semua produk rusia yang dibeli tak bisa dipakai lagi, mig-21 hanya berumur 7 tahun. kapal selam hanya berumur 10 tahun, dan ikut campur urusan dalam negeri mengakibatkan 20 juta rakyat indonesia tewas lewat tragedi mengerikan PKI, jangan lupakan sejarah itu mister
yang mati itu pki dek,artian rakyat yang dituding komunis!.
kamu nama aja dah blunder pantesan salah terus!.
astagfirullah orang ini, mohon dijaga mulut dan tulisanmu dan jangan gonta ganti nama deh rukey. bikin malu.
@joos ngebedain bacaan blunder dgn bunder aja kagak bisa, malah nyalahin org-_-
apakah org yg dituduh komunis = komunis = wajib dibunuh ?
Ideal tapi untuk saat ini belum waktunya. F35 pespur yang NCW oriented. AEW, C4ISR dan TDL serta electronic warfare fighter macam Growler wajib ada dan kita belum punya semuanya.
Di sisi lain karena kapasitasnya lebih sebagai deep strike dibutuhkan escort yang lebih baik pespur gen 5. Dan IFX cocok sebagai F35 escorr
F-35 dan Su-35 mempunyai aliran berbeda…..F-35 bersifat ” First Look, First Shoot, First Kill” artinya F-35 mengunggulkan sifat SILUMANNYA…datang diam-diam…hancurkan/tembak..tanpa disadari musuhnya.
Berbeda dengan Su-35…yang mengunggulkan SUPER MANOUVER…yang sangat berguna untuk DOG FIGHT (pertempuran jarak dekat).
Maka seharusnya Su-35 lebih cocok dilawankan F-15 terbaru…karena sama-sama mengandalkan Manuvernya.
Begini ya dek UA
F-35 itu bukan spt siluman kuntilanak atau siluman gendruwo yg bisa tiba2 nongol spt yg pernah adek dengar ceritanya. Sifat silumannya akan bekerja jika dlm mode non aktif radar dan komunikasi. Jika itu dihidupkan maka sama dng dia membuka jubah silumannya.
Bagaimana dia mau menghancurkan secara diam2 jika di harus ngunci sasaran dahulu dng radarnya sebelum melepaskan rudal. Jika menggunakan kanon nya, itu artinya dia hrs sedrkat +/- 7 km dr target, dan itu artinya sifat silumannya sdh jauh berkurang. Ingat dek pd SU-35 itu dilengkapu dng yg namanya RHAWS, yg akan bekerja saat menerima gelombang pancaran radar yg menyapunya.
Jd jng samakan F-35 itu dng siluman gendruwo pihon beringin yg bisa nongol tiba2 didepan hidungmu trus hilang lg dek.
Dek UA jng kebanyakan baca komek siluman panji tengkorak dek. Sehingga terbawa2 dlm dunia alutsista.
Kenapa Su-35 mempunyai efek deteren…karena Su-35 pesawat MISTERI bagi barat..pihak barat belum mengetahui secara DETAIL dalamnya Su-35..itu saja.
Sama kasusnya dengan MiG-25 Foxbat..yang membuat ketakutan tersendiri di pihak barat…namun setelah dilarikan pembelot Viktor Belenko tahun 1976 dan MiG-25 dibongkar…barulah efek diteren itu HILANG…karena telah diketahui kelemahannya…akhirnya pihak barat bisa lega.
Secara analis tak ada yang istimewa dari Su-35…radar…sensor..avonicnya JADUL..keunggulannya hanya pada super manouvernya saja..berkat mesin Thrust Vectoring Nozzle.
Pilot senior RUSIA sendiri yang bilang…super manuver TIDAK BERGUNA di era sekarang…hanya berguna pada pertunjukan AKROBATIK saja (Majalah Angkasa Edisi Koleksi Sukhoi)
Udah lompat ke Su-57 sj. Biar mrk makin meriang.
Lebih baik Indonesia beli F15 tapi di uprade dengan mesin baru ,avionik baru termasuk radar easa . Bisa menggunakan misil mutakhir AS termasuk JDAM,
Indonesia tak kan sanggup beli F35 banyak seperti tetangga ,makanya lebih baik F15 .
kalou saya kok ragu dek ya?,us kasih kebutuhan kita dengan janji yang mengiurkan,karna daya tawar kita belum sebesar india.menang kita cuma dibidang politik internasional itu juga mulai tergerus dengan politik liar saat ini,dah engak jelas lagi idiologi kepentingan dah engak jelas lagi paham pahaman yang ada hanya kepentingan pribadi atau negara sendiri sendiri!.
penawaran f35 saya rasa bukan jawaban kita tapi lebih pada mengunci kita pada ketergantungan pada usa dan sekutu!.
selain pendanaan yang engak masuk diakal akan mengerus keuangan kita itu juga akan membuat kita kian terus dalam belenggu ketergantungan sista barat!.
sedang politik kita kian tersandra dengan adanya hubungan sepihak dan mengecilkan hubungan kita dengan negara kuat lainya(rusia,china).
jadi suatu saat bila kita mengalami masalah apa mengalami konflik kepentingan dengan negara negara yang diangap punya kedudukan dan status yang lebih baik dari indonesia maka akan mengalami masalah serius!.
dan itu juga akan membuat kita cangung untuk minta dukungan dengan negara negara kuat lainya karna sudah terlanjur terperosok kesatu kubu!.
sedang untuk kemandirian dan transfer tehnologi itu juga meragukan bila kita terkungkung dan terbelenggu disatu kubu contoh kfx,bisa diliat negosiasi alot karna bisa jadi itu kian membuat kita terperosok dengan macam perjanjian dan larangan,bisa jadi selain sulitnya transfer tehnologi akan ada yang lainya seperti tidak diperbolehkan untuk mengunakan komponen dari lain pabrikan sehinga sulit kedepanya untuk dikembangkan ini kemungkinan ya!.
Langkah taktis.
Kalian Indonesians …. maunya banyak dengan modal minimalis
nah di butuhkan nego ,bilang ke AS ,ok kalau anda paksa kami batalkan Su 35 ,kami tak sanggup beli F35 .F15 saja gantinya tapi kasih tehonologi terbaru .
Apalagi tak kan mungin AS kasih tot untuk F35 sebagai syarat pembelian sesuai uu kita .Kalo F15 ada kemungkinan dikasih karena tuh airframe usang . Jadi kemungkinan AS mau kasih tot penuh sangat besar .Contoh untuk UPGRADE f16 AS mau berbagi pengetahuan karena F16 termasuh tehnologi usang bagi AS.
Seiring dengan itu kita harus perkuat kemampuan bikin rudal . iran yang hanya punya pespur usang ,disegani AS karena rudalnya.
admin lupa kalau musuh potensial kita bukan mereka berdua lagi ya🙂 hal ini juga sama terjadi atas pengadaan Su-35, apa kehadiran Flanker-E memberikan efek deteren untuk Tiongkok? Malahan kalo mau dibandingkan Flanker-E Tiongkok sudah di upgrade dan rencananya dipasangkan PL-15 belum lagi apa yang admin bandingkan tidak sesuai dengan data saat ini dimana Harga per unit F35 saat ini lebih murah dari harga Su-35 per unit, belum lagi saat ini jumlah total F35 di dunia jauh jauh jauh lebih banyak daripada jumlah Su-35, tentunya mudah mendapat spare parts dong😌.
Ideal banged……..👍👍👍
Alasannya akan dijelaskan oleh forumer setelah ini… ..🤗